Minggu, 18 November 2018

Keluarga Multimedia (Aliran Rasa)

Saya bukanlah tipe orang yang sangat melek akan perkembangan teknologi. Ketika materi keluarga multimedia disampaikan, saya sempat kebingungan: aplikasi apa saja yang akan saya ulas dalam setoran tugas?

Saya coba mengecek handphone saya dan memang hanya sedikit sekali aplikasi yang saya pasang. Aplikasi yang saya pasang adalah aplikasi yang memang saya butuhkan.

Tapi kemudian saya membaca lagi tugas yang diberikan dan dikatakan disana untuk mengulas aplikasi apa saja yang kira-kira membantu produktifitas sehari-hari.

Saya sempat mencoba memasang beberapa aplikasi baru yang sepertinya cukup populer. Namun karena kendala teknis, saya ternyata tak sempat mencoba aplikasi tersebut dan karenanya saya tak bisa membuat ulasannya.

Akhirnya, saya mencoba saja untuk mengulas aplikasi yang memang sudah terpasang dari sebelum tugas level 12 ini diberikan. Hanya dua aplikasi baru saja yang saya ulas, yaitu aplikasi Canva dan Cookpad. Aplikasi ini bisa saya ulas karena saya sudah sempat mencobanya. Selebihnya saya mengulas aplikasi yang memang sudah saya gunakan.

Setiap mengulas satu aplikasi, setiap itu pula saya diingatkan betapa kita hidup di zaman yang sudah serba mudah. Menulis pencatatan keuangan tak lagi memerlukan kertas dan pulpen, mencatat resep pun sama. Mengirim uang tak perlu lagi beranjak keluar rumah. Berkomunikasi bisa dilakukan hanya dengan menggerakkan jari.

Itu hanya sedikit contoh saja dari sekian kemudahan yang kita dapati di zaman sekarang. Bisa dikatakan, segala sesuatu sekarang sudah ada aplikasinya.

Seyogyanya keadaan seperti sekarang ini harus disyukuri. Kita terkadang lupa untuk bersyukur atas kemudahan-kemudahan yang kita rasakan. Padahal itu pun termasuk salah satu bentuk rezeki dari Allah untuk kita.

Semoga kemudahan-kemudahan itu tidak melenakan. Ketika segala sesuatu kini bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, seharusnya sisa waktu yang ada bisa digunakan untuk hal-hal produktif lainnya.

Ini pengingat untuk diri saya sendiri.
Untuk senantiasa bersyukur atas segala bentuk nikmat dari Allah dan untuk senantiasa menggunakan waktu sebijak mungkin dengan segala kemudahan yang ada di zaman yang serba canggih ini. Semoga kemajuan teknologi menjadikan kita pribadi yang lebih produktif, lebih bermanfaat dan bukan malah sebaliknya.

Technology should improve your life. Not become your life. ~ Billy Chox

Love,
dienemon


Rabu, 14 November 2018

Keluarga Multimedia (10)

Aplikasi terakhir yang akan saya ulas adalah aplikasi Augmented Reality - Halo Balita (AR-HB)

Aplikasi ini sudah terpasang cukup lama di handphone saya yaitu sekitar dua tahun yang lalu.

Mengutip dari mizanapps.com:

Augmented Reality adalah teknologi yang bisa memproyeksikan obyek dua dimensi menjadi obyek 3D yang lebih hidup dan interaktif. 
Jadi dengan Augmented Reality Halo Balita, kita bisa melihat secara langsung karakter animasi Sali, Saliha, Kumi dan tokoh lainnya dalam buku Halo Balita. Lewat Augmented Reality ini juga kita bisa mengikuti cerita dalam Halo Balita lebih hidup dan interaktif. 

Sebelum memperkenalkan aplikasi ini kepada Kaysan, saya membiarkan Kaysan terlebih dahulu terbiasa dengan membaca buku yang sebenarnya hingga suatu hari Kaysan sudah bisa menghafal isi buku. Setelah itulah baru saya perkenalkan penggunaan aplikasi ini kepada Kaysan. 

Kaysan sangat tertarik dengan aplikasi ini karena karakter tokoh dalam cerita yang selalu ia baca bisa berubah menjadi objek tiga dimensi. Selain itu ada permainan juga sebelum memulai cerita dan di pertengahan cerita. Dulu Kaysan belum bisa menggunakan aplikasi ini sendiri, sehingga saya yang harus menggunakannya. Tapi kini, ia sudah bisa mengoperasikannya sendiri meski tetap dalam pengawasan. 

Di awal pemasangan aplikasi, kita bisa mengunduh keseluruhan judul buku Halo Balita. Setelah berhasil diunduh, kita bisa membuka semua judul buku yang diinginkan. Kita tinggal memilih judul buku yang akan dipilih lalu tekan tombol "play".

Selain fitur baca yaitu ketika aplikasi membacakan cerita sesuai teks cerita yang ada di buku, ada juga fitur permainan. Fitur ini sekaligus bisa melatih motorik halus anak. 

Oya, bagaimana cara menggunakannya? Berikut tips yang ditampilkan di website mizanapps.com:

  • Saat men-scan AR Halo Balita, pastikan kita berada di tempat yang terang.
  • Untuk memunculkan animasi 3D Halo Balita, saat pertama menscan, ambil posisi tegak lurus antara tablet/smartphone dengan buku Halo Balita.
  • Gunakan Lazypod dan ambil jarak yang pas, tunggu hingga muncul animasi 3D Halo Balita, dan gerakkan buku-buku Halo Balita untuk melihat animasi dari berbagai sudut pandang.

Mudah dan menarik, kan?

Love,
dienemon

Keluarga Multimedia (9)

Kali ini saya akan mengulas aplikasi KAI Access.

KAI Access adalah aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh PT KAI yang bertujuan untuk memudahkan kita mencari informasi dan memesan tiket secara online. Seperti aplikasi lainnya, saya tidak akan memasangnya jika saya tidak merasa memerlukan aplikasi tersebut. Begitu juga dengan aplikasi yang satu ini. Karena saya sangat jarang bepergian jauh dengan kereta api, maka saya belum merasa membutuhkannya. 

Hingga tahun lalu, Allah takdirkan saya dan keluarga untuk melakukan perjalanan jauh pertama kami. Disitulah saya mulai memasang aplikasi KAI Access ini. Dengan meminta bantuan teman yang sudah lebih dulu mengerti, akhirnya saya berhasil memesan tiket untuk perjalanan saya dari Stasiun Cimahi ke Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Kita hanya perlu membuka aplikasi, lakukan registrasi, isi data pribadi, nomor handphone (HP), serta e-mail. Untuk melakukan pemesanan, kita bisa memilih menu Train lalu isi Stasiun Asal, Stasiun Tujuan, Tanggal Berangkat (dan Kembali), dan Jumlah Penumpang. 
Nanti akan ditampilkan pilihan kereta api yang sesuai dengan data yang kita masukkan lengkap dengan waktu keberangkatan dan waktu sampai dan tentu saja harga tiketnya. Oya, kita juga bisa memilih posisi tempat duduk yang menurut kita nyaman.

Selanjutnya kita tinggal memilih mana yang cocok dengan rencana perjalanan kita. Setelah memilih tiket yang akan dibeli, kita bisa memilih metode pembayaran, lalu melakukan pembayaran dalam waktu satu jam sejak kita memesan tiket tersebut. Setelah pembayaran dilakukan, maka tiket pun sudah aman. Semudah itulah memesan tiket kereta api di aplikasi KAI Access.

Setelah berhasil dengan pemesanan pertama, saya pun akhirnya menggunakan aplikasi ini lagi ketika hendak ke Tangerang dengan memakai kereta api yang menuju Stasiun Gambir untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Tangerang menuju rumah orangtua suami.

Aplikasi ini masih terus mengalami pengembangan. Di masa yang akan datang pasti akan ada fitur dan layanan yang tentu bertujuan untuk lebih memudahkan para penumpang kereta api.

Love,
dienemon

Keluarga Multimedia (8)

Kali ini saya akan mengulas aplikasi Random Picker.

Ada yang sedang perlu mengundi? Mengundi apa saja. Misal mengundi nama pemenang kuis, mengundi nama orang dalam sebuah game/permainan untuk menentukan urutan, mengundi destinasi wisata yang ingin dikunjungi, mengundi kegiatan yang akan dijalani, mengundi menu restoran yang akan dipilih, dan mengundi hal-hal lainnya. Jika ada, maka aplikasi Random Picker ini bisa menjadi jawabannya.

Kini kita tak perlu repot-repot lagi menuliskan nama atau apapun itu dalam potongan kertas kecil lalu memasukkannya ke dalam gelas pengocok untuk mengundi (meski cara tradisional ini tetap memiliki kesan tersendiri).

Kita tinggal membuat daftar nama apapun itu, memberi judul dan memasukan nama-nama atau pilihan-pilihan yang diinginkan. Random Picker muncul dalam format roda keberuntungan. Nama-nama yang sudah kita masukkan, otomatis ada di dalam roda keberuntungan. Untuk mulai mengundi, kita tinggal menekan tombol yang ada di tengah-tengah roda keberuntungan tersebut. Nanti akan keluar nama terpilih.

Jika sedang mengundi sebuah urutan dalam sebuah permainan misalnya, maka nama yang sudah terpilih tentu tidak akan dimasukkan lagi dalam proses pengundian berikutnya. Bagaimana menghilangkannya? Mudah saja. Kita bisa mengedit daftar nama yang sudah kita buat sebelumnya dengan menghapus nama yang sudah terpilih sehingga nantinya nama tersebut tidak akan dilibatkan lagi dalam proses pengundian berikutnya.

Mudah, bukan?

Love,
dienemon

Keluarga Multimedia (7)

Aplikasi yang akan saya ulas di tantangan hari ke 7 adalah aplikasi ojek online: Go-Jek.

Di awal kemunculannya ketika orang-orang sudah ramai menggunakan aplikasi ini, saya masih belum memakainya. Semata permasalahan teknis karena HP saya saat itu tidak mendukung pemasangan aplikasi ini, hehe... Sekarang saya sudah menggunakannya.

Apakah aplikasi ini mendukung aktifitas saya sehari-hari? Ya!

Perlu diketahui, saya kini tinggal di sebuah perumahan yang lokasi gerbang masuk ke lokasi rumah ada jarak kurang lebih 800 meter dan tidak ada ojek pangkalan. Kami hanya memiliki satu motor yang dipakai oleh suami saya untuk pergi bekerja. Bisa terbayang bagaimana caranya agar saya bisa bepergian tanpa harus menunggu suami pulang?
Ya, aplikasi ojek online inilah yang akhirnya membantu saya.

Fitur apa yang paling sering saya gunakan? Go-Ride, Go-Car, dan sesekali Go-Food. Mungkin ini hanya sebagian kecil saja dari sekian banyak fitur yang Go-Jek miliki. Tapi memang hanya tiga fitur ini yang paling saya butuhkan saat ini.

Go-Ride dan Go-Car membantu saya ketika akan bepergian dan Go-Food membantu saya ketika saya tidak memiliki persediaan makanan di rumah. Saya hanya perlu mengerakkan jari, lalu saya bisa dengan mudah pergi kesana kemari atau sekedar memesan makanan.

Diambil dari Wikipedia, berikut fitur dan layanan yang dimiliki Go-Jek:
  1. GO-SEND, layanan transportasi barang
  2. GO-RIDE, layanan transportasi penumpang dengan sepeda motor
  3. GO-FOOD, layanan pemesanan makanan
  4. GO-MART, layanan berbelanja
  5. GO-BOX, layanan pengantaran barang berukuran besar
  6. GO-CLEAN, layanan membersihkan rumah
  7. GO-GLAM, layanan kecantikan
  8. GO-MASSAGE, layanan pemijatan
  9. GO-BUSWAY, layanan pengantaran penumpang ke halte TransJakarta
  10. GO-TIX, layanan pemesanan tiket
  11. GO-CAR, layanan transportasi dengan mobil
  12. GO-AUTO, layanan montir
  13. GO-MED, layanan pembelian obat
  14. GO-PULSA, layanan isi pulsa elektronik
  15. GO-SHOP, layanan belanja barang
  16. GO-BLUEBIRD, layanan transportasi dengan taksi reguler Blue Bird Group(kerjasama)
  17. GO-BILLS, layanan bebagai pembayaran
  18. GO-PAY, layanan pembayaran digital
  19. GO-POINTS, Layanan mengumpulkan poin dari transaksi, agar poin bisa ditukar dengan berbagai Diskon, Tiket Bola, dan Souvenir

Hanya dengan memanfaatkan tiga fiturnya saja saya sudah merasa terbantu, mungkin orang lain sudah sering mencoba fitur dan layanan lain dari Go-Jek merasa lebih terbantu. Ketika teknologi bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, memang ia akan memudahkan pekerjaan manusia.

Love,
dienemon





Keluarga Multimedia (6)

Aplikasi yang akan saya ulas di hari tantangan ke 6 adalah aplikasi BSM (Bank Syariah Mandiri) Mobile Banking.

Saya hanya memiliki satu saja akun rekening bank, yaitu rekening bank BSM. Rekening ini yang dulu dipakai sebagai rekening pay roll saya ketika saya masih bekerja sebagai pengajar di sebuah sekolah. Sedikit mengingat memori di kala itu, saya dan teman-teman tentunya sangat menanti hari pembayaran gaji. Memang terkadang hari pembayaran itu maju atau mundur beberapa hari. Dan tahukah bagaimana cara kami mengetahui uang gaji sudah masuk atau belum? Kami mengutus salah seorang teman untuk pergi ke ATM terdekat dan mengeceknya. Misal ternyata gajinya belum masuk, ya kami menunggu lagi kabar dari teman yang kebetulan bisa mengeceknya. Repot sekali ya...

Kini segalanya telah berubah seiring kecanggihan zaman. Aplikasi mobile banking memudahkan pemilik rekening untuk melakukan beragam transaksi. Saya termasuk orang yang merasa dimudahkan dengan hadirnya aplikasi ini, minimal untuk dua fitur utama yaitu transfer dan mengecek daftar mutasi atau saldo. Melakukan belanja online saat ini sudah umum dilakukan oleh semua orang, termasuk saya. Dan kemudahan mentransfer uang sangat mendukung aktifitas belanja online agar bisa dilakukan dengan cepat. 

Selain fitur transfer dan mengecek daftar mutasi atau saldo, saya juga kini memanfaatkan fitur lain yang ada di BSM Mobile Banking yaitu pembelian pulsa token PLN serta pembelian pulsa telepon. Pembelian token PLN ini juga sangat membantu, tanpa harus kemana-mana atau menghubungi siapapun (yang menyediakan penjualan pulsa token listrik) kini saya bisa langsung membeli sendiri. Begitupun dengan pulsa telepon meski baru tersedia untuk dua operator saja. 

Fitur lain yang tersedia di BSM Mobile Banking diantaranya sebagai berikut
  1. Transaksi pembayaran (Tagihan PLN, Telepon/HP, Akademik, Tiket, Asuransi, dan Zakat/Infaq
  2. Hikmah (hadits) dan jadwal sholat (bisa memilih kota dimana kita tinggal)
  3. Lokasi kantor cabang dan ATM BSM/Mandiri terdekat
  4. Pengaturan akun Mobile Banking: perubahan PIN/bahasa, menu favorit dan pendaftaran alamat e-mail notifikasi transaksi (setiap transaksi akan dilaporkan melalui e-mail)
Demikian ulasan mengenai aplikasi BSM Mobile Banking, semoga bermanfaat.

Love,
dienemon

Keluarga Multimedia (5)

Beberapa waktu sebelum ada tugas tantangan level 12, saya pertama kali membaca ada aplikasi bernama Canva dari status seorang teman. Saya hanya sekilas membaca status tersebut, yang saya ingat ini aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat semacam desain grafis. Menarik, tapi tak sampai membuat saya memasangnya di ponsel saya. Saya masih merasa cukup dengan memanfaatkan fitur dari Insta Story untuk mengolah foto yang ditambah teks atau memakai aplikasi yang telah lama saya gunakan yaitu aplikasi PicsArt Photo Studio. Saat tantangan ini sudah dimulai, saya juga melihat seorang teman di kelas BunSay mengulasnya. Oke, kalau begitu saya pun akan mencobanya kali ini. 


Apa kesan pertama saat membukanya? Wow, nampaknya saya akan sangat menikmati bermain-main dengan teman baru ini. Saya tidak memiliki kemampuan dasar desain grafis sama sekali. Tapi saya suka ketika menambahkan teks atau bingkai untuk mengedit foto yang saya tangkap. Itu makanya dulu saya memakai aplikasi PicsArt Photo Studio. Begitu melihat apa yang bisa dilakukan dengan Canva ini, saya merasa segala sesuatunya akan menjadi jauh lebih mudah. 

Canva menyediakan banyak sekali template gratis yang bisa kita gunakan. Dan asyiknya, Canva sudah mengkategorikan template desain tersebut. You name it, semua ada. Kita bisa membuat desain Instastory, desain feed Instagram, desain sampul Facebook, desain undangan, desain banner promo toko online, desain kutipan kalimat bijak, desain, dan masih banyak lagi.

Semua sudah dalam ukuran yang pas. Kita juga bisa mengganti gambar atau membuat jenis huruf yang kita inginkan. Ada beberapa fitur mengedit setelah kita memilih sebuah template desain. Kita bisa mengatur ukuran, warna, dan format tulisan sesuai keinginan. Canva juga mempunyai garis bantu di tengah bidang agar kita bisa memiliki gambaran saat akan menempatkan objek. Oya, setelah selesai membuat sebuah desain, desain kita akan tersimpan disana. Bisa kita buka lagi kapanpun kita membutuhkannya.

Sungguh asyik sekali. Saya langsung bisa menggunakannya saat percobaan pertama kali. 
Ini berarti aplikasi ini cukup mudah untuk dipahami. Karena jika itu cukup rumit, pasti saya tidak akan menikmatinya. Hehe...

Semoga bermanfaat.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level12
#KelasBundaSayang
#KeluargaMultimedia







    

Keluarga Multimedia (4)

Siapa tak kenal dengan aplikasi Instagram? Saya termasuk orang yang tak langsung menggunakan Instagram sesaat setelah kemunculannya meski saya sangat tertarik saat itu. Saya senang memotret meski tak punya keterampilan memotret yang baik. Sejak dulu sebelum menikah, saya menikmati saat bisa menangkap momen dan mengabadikannya lewat foto. Album foto di akun Facebook pun cukup banyak dan setiap album juga memiliki jumlah foto yang juga banyak. Lalu mengapa saya tak segera membuat akun Instagram? Karena ponsel saya saat itu belum mendukung, hehe... Setelah saya memiliki ponsel yang mendukung untuk memasang aplikasi ini, saya langsung memasangnya.

Menurut artikel yang saya baca, pengguna Instagram sudah mencapai 1 miliar. Saya pun merasakan bahwa kini saya lebih sering menggunakan Instagram dibanding dengan Facebook. Beberapa teman saya yang ingin membatasi diri dalam bermedia sosial, memilih untuk menonaktifkan Facebook tapi tetap mempertahankan Instagram. Instagram semakin hari memang semakin memanjakan penggunanya. Mungkin ini sebabnya sekarang orang lebih memilih untuk aktif di Instagram.

Kenapa sih, aplikasi Instagram harus turut diulas pada tantangan level 12 ini? Memangnya ada gunanya untuk mendukung produktivitas saya sebagai ibu? Atau memangnya ada gunanya untuk mendukung pendidikan anak?

Saya akan menjawab: Ya!

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya senang memotret. Dan tentu saja Instagram seperti wadah yang sangat tepat untuk itu, kan?
Saya banyak mengunggah foto disana. Dari mulai foto makanan, foto pemandangan, foto barang, dan tentu saja foto kegiatan saya dan keluarga.
Hingga detik ini jumlah postingan saya sudah mencapai 1500 postingan. Banyak sekali ya? Mungkin bagi beberapa orang itu berlebihan, tapi setiap orang punya sudut pandang dan alasannya sendiri kan?

Seperti halnya media sosial yang lain, Instagram memberi pilihan pada penggunanya untuk mengatur privasi akun. Ini yang membuat saya nyaman. Akun Instagram saya gembok yang artinya orang tidak bisa sembarangan melihat akun saya. Dari sekian ratus pengikut yang saya izinkan untuk mengikuti akun saya, saya bisa jelaskan dengan baik siapa saja mereka itu. Jangankan di Instagram yang hanya berjumlah ratusan, dalam akun Facebook pun yang jumlah temannya jauh lebih banyak dari itu, saya pastikan saya bisa menjelaskan satu per satu siapa saja mereka itu. Beberapa tidak saya kenal secara pribadi di akun Facebook, tapi saya tahu alasan saya berteman dengan akun tersebut. Misal ada akun-akun penjual produk yang saya butuhkan. Nah, di Instagram ini saya jauh lebih selektif. Saya betul-betul hanya mengizinkan orang yang saya kenal secara pribadi saja untuk mengikuti akun saya. 

Selain memotret, saya juga sebenarnya senang menulis. Jadi perpaduan mengunggah foto dan memberi caption menjadi suatu hal yang GUE BANGET!
Meski karakternya terbatas, tapi Instagram bisa memuat caption yang cukup panjang untuk bisa menceritakan kejadian yang terabadikan dalam foto yang diunggah. Disini saya bisa menuangkan ide yang ada di kepala saya. Saya memiliki blog ini tapi saya sampai saat ini masih nyaman untuk bisa menuangkan ide dalam akun Instagram saja. Terasa lebih praktis bagi saya dibandingkan jika saya harus membuat tulisan di blog. Dan kegiatan menulis caption ini saya nikmati. Mungkin bisa dikatakan, ini salah satu saya melakukan me time. Pepatah mengatakan: "to write is to heal". Ini yang saya lakukan. Sebagaimana dulu saya menggunakan fitur catatan di Facebook.

Karena lingkaran pertemanan yang lebih selektif pula, kini saya lebih memilih untuk bercerita, memberi info, menuangkan ide dan sebagainya lewat status Instagram atau dikenal sebagai Insta Story dibanding jika harus memasang status di WhatsApp, misalnya. Saya ingin berbagi, tapi saya pun memilih untuk tidak membaginya ke sembarang orang. Dan sebagaimana WhatsApp, Instagram pun memungkinkan kita untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat Insta Story kita. Bahkan kita bisa membuat kategori "teman dekat" sehingga bisa memudahkan kita jika hanya ingin membagi Insta Story itu untuk beberapa orang terdekat saja.

Fitur Insta Story juga sangat menarik. Kita bisa mengunggah foto, video, teks, bahkan siaran langsung. Selain itu setelah kita memilih foto/video/teks misalnya, kita bisa menambahkan emoji, lokasi, waktu pengambilan gambar, penanda suhu, GIF, stiker, dan lain-lain. Fitur boomerang dalam Insta Story juga biasanya menjadi fitur favorit yang dipilih orang.

Saat akan mengunggah sebuah atau beberapa foto sekaligus, Instagram pun memberikan pilihan untuk mengedit foto tersebut. Tanpa memerlukan aplikasi editor foto, fitur ini memungkinkan kita untuk mengedit foto secara instan. Caranya pun sungguh mudah. Kita tinggal memilih saja dari pilihan yang ada.

Selain membantu saya untuk berbagi cerita, menuangkan ide memotret, ide menulis, Instagram juga menjadi media yang membantu saya untuk membeli barang secara online. Kemudahan mencari barang yang dicari bisa dilakukan dengan melakukan pencarian memakai fitur hashtag (#) atau tanda pagar. Begitu kita menuliskan kata kunci dengan didahului tanda pagar, maka Instagram akan memunculkan semua postingan yang memuat kata kunci tersebut. Saya lebih nyaman berbelanja dengan cara ini dibanding berbelanja di market place. Tentu saja dengan berhati-hati dan waspada melihat akun penjualnya.

Terakhir, dengan Instagram ini pula saya bisa mendapat ilmu dari akun-akun yang saya ikuti. Beragam disiplin ilmu bisa didapat disini. Akun-akun yang membahas tentang pendidikan umum dan pendidikan Islami, kesehatan, resep masak, info traveling, info sekolah, pengetahuan umum, berita daerah, berita nasional, berita internasional, berita olahraga, life-hacks, DIY, dan masih banyak lagi. Semua bisa dilakukan dengan mengikuti akun yang kita inginkan atau hanya sekedar dengan mencarinya menggunakan hashtag.

Begitulah beberapa gambaran alasan mengapa saya memasukkan Instagram ini sebagai salah satu aplikasi yang saya ulas pada tantangan level 12 ini. Karena memang Instagram telah menjadi bagian keseharian saya saat ini. 

Semoga bermanfaat.

Love, 
dienemon

#Tantangan10HariKUliah
#Level12
#











Keluarga Multimedia (3)

Sejujurnya, sebelum ada tugas dari Kelas BunSay ini saya tidak banyak memasang apikasi di ponsel saya. Hanya sedikit sekali aplikasi yang terpasang, itupun beberapa diantaranya sangat jarang saya buka. Termasuk aplikasi yang kali ini akan saya ulas, yaitu aplikasi Cookpad

Saya memang sering mencari resep saat hendak memasak, tapi biasanya saya hanya akan langsung mengetikkan resep yang saya cari di mesin pencari. Tentu saja yang akan muncul pertama kali adalah resep-resep yang telah tersimpan di Cookpad. Lalu biasanya saya akan melakukan "capture" terhadap resep yang sudah saya pilih.

Saya sebetulnya sudah mengetahui jika Cookpad sudah ada dalam bentuk aplikasi namun saya merasa belum perlu memasangnya. Semata karena saya masih bisa mengaksesnya tanpa memasang aplikasiya di ponsel. Sejak tugas level 12 diumumkan, Cookpad adalah aplikasi pertama yang saya pasang di ponsel. Karena jelas saya sebetulnya sering membutuhkan aplikasi ini.

Segera setelah memasangnya, saya membuat akun dalam aplikasi Cookpad ini. Saya memakai nama akun "dienemon". Nama yang juga saya pakai untuk nama akun Instagram. 

Setelah sedikit mempelajarinya, saya pun tertawa, menertawakan diri sendiri yang sering repot menyimpan file foto resep yang saya buka melalui website. Mengapa? Karena tentu saja dengan memasang aplikasinya semua menjadi lebih mudah.

Ada menu "Home" yang akan memunculkan resep-resep yang baru saja diunggah serta ada fitur pencarian. Kita tinggal memasukkan kata kunci berdasarkan judul masakan atau berdasarkan akun pengguna Cookpad yang lain (karena ada beberapa akun pengguna Cookpad yang sudah populer atau akun teman yang kita kenal). Setelah itu muncullah hasil pencarian kita disana. Kita tinggal pilih yang sesuai keinginan. Dan untuk memudahkan pencarian, jika telah menemukan resep yang cocok, kita bisa mengklik opsi simpan. Tak ada lagi kisah galeri foto penuh oleh hasil foto resep yang ditangkap. Hehe...

Ada juga menu "Cookmark". Menu ini berisi daftar menu yang telah kita pilih untuk kita simpan tadi. Sehingga kita bisa melihat kembali resep yang telah kita pilih itu kapan saja saat dibutuhkan. 

Setelahnya ada menu dengan simbol tanda (+). Menu ini kita gunakan untuk memuat resep yang akan kita masukkan. Saya belum sempat mencoba karena keterbatasan akses internet. Tapi saya bisa ulas disini, langkah pertama kita bisa mengunggah foto hasil memasak kita. Lalu isi kolom judul resep, kolom bahan-bahan, serta langkah-langkah memasaknya. Selesai. Resep kita pun sudah bisa tampil. 

Selain itu ada fitur percakapan, ini digunakan jika kita ingin bertanya pada penulis resep atau jika ingin mengajak teman kita untuk memakai Cookpad. 

Menu selanjutnya ada menu "Profil" akun kita. Kita bisa memasukkan foto kita, nama akun, domisili. Seperti halnya Instagram, akan ada data berapa banyak pengikut yang mengikuti akun kita serta berapa akun yang kita ikuti. 
ada menu aktivitas (untuk melihat siapa saja yang berinteraksi dengan resep kita) dan menu recook (untuk melihat siapa saja yang telah me-recook resep kita). Di ujung kanan atas akun kita, ada fitur pencarian (mencari resep kita), fitur statistik (siapa yang menyukai, menyimpan resep kita, mencetak resep kita, dan me-recook resep kita), fitur kotak masuk (jika ada yang bertanya), serta fitur membagi alamat akun kita yang bisa langsung kita bagi melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, SMS, e-mail, dan lain-lain.

Sejauh ini, saya baru mencoba untuk me-recook dua resep, yaitu resep puding busa Nutrisari serta resep vanilla basic cookies. Saya telah mengirimkan foto hasil recook kepada pemilik akun yang resepnya saya ikuti. Dan sepertinya saya sekarang mulai tertarik untuk menggunakannya lebih sering lagi. Semoga saja jadi memotivasi saya untuk lebih sering memasak di rumah. Hehe...

Sekian ulasan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#Level12
#KeluargaMultimedia

Keluarga Multimedia (2)

Aplikasi kedua yang ingin saya tampilkan adalah aplikasi bernama Catatan Keuangan Harian. Saya terbiasa mencatat pengeluaran sehari-hari sampai detil. Sejak awal menikah, saya membeli buku kas yang banyak dijual di toko buku atau toko alat tulis. Pada buku itulah saya mencatatkan setiap rupiah yang saya keluarkan. Setiap malam saya akan menghitung jumlah saldo dan menyesuaikannya dengan uang tunai yang ada di dompet.

Seiring waktu saya terkadang kesulitan untuk menuliskan pengeluaran/pemasukan di setiap malam dikarenakan kesibukan dan alasan lain misalnya saya menginap di rumah orangtua dan lupa membawa buku kas tersebut. Sehingga laporan keuangan pun menjadi tidak rapi. Saya terkadang menyiasatinya dengan menuliskannya dulu di fitur catatan di ponsel atau bahkan dengan menuliskannya sebagai pesan WhatsApp kepada nomor kontak suami. Tapi catatan itu jadinya tercecer dan terkadang sulit mencarinya. Didasari hal itulah, saya kemudian terpikir untuk mencari aplikasi yang bisa membantu saya dalam pencatatan keuangan saya. Dan saya menemukan aplikasi Catatan Keuangan Harian ini.

Sampai saat ini, kurang lebih sudah tiga bulan saya memakai aplikasi ini dan sejauh ini saya sangat terbantu. Aplikasi ini tampilannya sederhana dan mudah dipahami. Selain mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari, aplikasi ini juga otomatis membuat laporan yang periode waktunya bisa kita atur sendiri. Bisa berupa laporan mingguan, laporan bulanan, atau laporan dari satu tanggal ke tanggal berikutnya yang kita tentukan. Tanpa menggunakan kalkulator, setiap harinya kita langsung bisa mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran hari itu. Selain itu kita juga bisa mendapat laporan dalam format yang kita inginkan. Sebagai manajer keluarga, saya bisa mengirim laporan keuangan ini kepada pimpinan keluarga dengan mudah hehe...

Berikut tampilan muka aplikasi ini:

Kita bisa mengatur kategori pos pemasukan dan pos pengeluaran:

Contoh cara menuliskan catatan pemasukan/pengeluaran:

Contoh laporan yang bisa kita dapat:

Contoh laporan dalam format Excel:

Seperti itulah gambaran yang bisa saya beri tentang aplikasi Catatan Keuangan Harian ini. Aplikasi ini sangat membantu saya. Saat hanya mengandalkan pencatatan di buku, saya harus bolak balik mencari dan membuka buku, menyiapkan alat tulis, menghitung dengan kalkulator, dan sebagainya. Kini pencatatan bisa dengan mudah dilakukan karena ponsel biasanya cenderung selalu mudah diakses. Kita hanya perlu membuka aplikasi ini, mencatat pengeluaran yang kita lakukan, dan aplikasi ini akan menindaklanjuti data yang kita masukkan. Laporan yang nanti dihasilkan oleh aplikasi ini juga sangat berguna bagi evaluasi manajemen keuangan keluarga. Karena kita bisa dengan mudah mengetahui pos pengeluaran apakah yang paling besar dan pos pengeluaran manakah yang paling kecil untuk kemudian bisa dievaluasi.

Semoga bermanfaat.

Love,
dienemon


#Tantangan10Hari
#KelasBundaSayang
#Level12
#KeluargaMultimedia



Keluarga Multimedia (1)

Alhamdulillah, setelah satu demi satu level terlewati akhirnya saya sampai juga di level terakhir dari kelas Bunda Sayang. Level terakhir atau level 12 ini mengusung materi "Keluarga Multimedia". Sesuai namanya, diskusi materi kali ini pun memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada di sekitar kita. Fasilitator meminta kami bergabung di aplikasi zoom yang memungkinkan kami melakukan pertemuan semacam video conference. Di akhir pertemuan, fasilitator memberi informasi mengenai tantangan yang harus kami jalani. Kami diminta untuk mengulas aplikasi yang bisa membantu dan mendukung aktifitas kami sehari-hari. 

Sebagai pembuka, kali ini saya akan mengulas aplikasi yang sudah sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari kita saat ini yaitu WhatsApp. 

Mengutip dari Wikipedia, WhatsApp Messenger atau WhatsApp saja adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. WhatsApp Messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

Saya termasuk orang yang merasa bersyukur dengan produk kemajuan teknologi seperti WhatsApp ini. Bertukar pesan menjadi jauh lebih mudah. Mengirim pesan yang sangat panjang pun bisa dilakukan, tak seperti SMS yang jumlah karakternya dibatasi. Selain bertukar pesan, mengirim foto, video, dan file pun bisa dilakukan. 

Fitur yang paling saya rasakan manfaatnya selain untuk berbagi pesan adalah fitur berbagi lokasi. Fitur berbagi lokasi saya gunakan saat sedang berpergian yang dengannya saya merasa lebih aman karena suami saya bisa memantau dimana saya berada begitupun ketika suami yang harus berpergian tanpa saya. Tanpa harus bertanya dengan mengetik pesan, kita bisa mengetahui posisi jelas dari orang yang sedang kita pantau selama dia mengaktifkan fitur berbagi lokasi.

Fitur kedua yang saya rasakan sangat bermanfaat yaitu karena WhatsApp juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan dan panggilan video. Kini kualitasnya semakin membaik. Bagi saya pribadi, kini pulsa untuk SMS dan panggilan telepon menjadi sangat awet. Karena saya tidak dalam posisi yang mengharuskan saya untuk melakukan panggilan telepon resmi yang tidak menggunakan WhatsApp.

WhatsApp juga melakukan inovasi terus menerus yang tentu saja dilakukan demi kenyamanan penggunanya. Berbagai fitur dihadirkan untuk kemudahan dan kenyamanan penggunanya.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Fitur untuk membuat teks yang kita tulis bisa dalam mode cetak tebal, miring, dan teks yang dicoret.
2. Fitur membuat status layaknya di Snapchat dan Instagram Story. Jadi setelah mengambil gambar kita bisa menambahkan emoji, lokasi, dan lain-lain. Untuk status ini, kita juga bisa mengatur agar status kita tidak bisa dilihat oleh beberapa orang tertentu. Begitupun dengan status orang lain, ada pilihan untuk menyembunyikan status kontak kita yang tak ingin kita lihat.
3. Fitur yang menjaga privasi kita, yaitu pengaturan fitur Last Seen dan simbol dua centang biru yang menandakan status kita sudah diterima dan dibaca. Jika kita tak nyaman dengan kedua fitur tersebut, kita bisa menonaktikannya.
4. Fitur tanda bintang. Fitur ini membantu kita untuk menandai pesan yang penting. Sehingga jika suatu saat kita hendak membersihkan histori pesan yang masuk, pesan berbintang ini tetap tersimpan disana. 
5. Fitur sembunyikan notifikasi. Fitur ini berguna karena sekarang ini kita biasanya tergabung dalam banyak sekali grup WhatsApp. Untuk grup-grup yang tidak terlalu prioritas, biasanya saya mengaktifkan fitur sembunyikan notifikasi ini. Jadi notifikasi tetap masuk tapi tanpa bunyi yang cukup mengganggu saking padatnya lalu lintas percakapan di grup tersebut. 
6. Fitur tandai sudah dibaca. Bagi orang visual seperti saya, melihat ada begitu banyak notifikasi pesan yang belum terbaca akan sangat mengganggu pemandangan. Terkadang saya memakai fitur ini demi tampilan layar yang tidak mengganggu. Hehe...
7. Fitur membatasi pesan yang masuk di sebuah grup oleh admin grup tersebut. Jika kita menjadi seorang admin dari sebuah grup dan memberlakukan aturan untuk membatasi jam buka tutup grup, kini WhatsApp memfasilitasinya. Seorang admin dapat mengatur kapan anggota grup bisa mengirim pesan dalam grup tersebut.
8. Fitur menghapus pesan. Sering terjadi kita salah mengirim pesan ke kontak yang ada di WhatsApp kita. WhatsApp memungkinkan pengirim pesan tersebut untuk menghapusnya kembali asalkan tidak lebih dari tujuh menit sejak pesan tersebut dikirim. Pesan itu akan hilang tetapi tetap akan terlihat jika terlanjur ada orang yang mengutip dan membalas di pesan tersebut. Pesan asli hilang tapi masih terlihat jika terlanjur dikutip orang. 
9. Fitur mengutip dan membalas suatu pesan. Terkadang kita tidak bisa langsung membalas pesan yang masuk. Ketika kita bisa membuka pesan tersebut pesan yang awal sudah tertimpa pesan yang lebih baru, terutama terjadi di grup-grup. Dulu saya dan beberapa teman yang tergabung dalam sebuah grup sampai bersepakat menggunakan hashtag untuk menunjukkan kami sedang membalas pesan yang mana. Misalnya saya akan menulis "Lagi masak sayur sop #masak" untuk membalas pertanyaan "Pada masak apa nih?" di grup tapi sudah tertimpa percakapan lain sementara saya baru sempat membalas pesan itu. Sekarang WhatsApp memfasilitasi dengan memberi fitur "quote and reply" sehingga kita bisa dengan mudah membalas suatu pesan tanpa kebingungan lagi. Kita cukup menahan sebentar (hold) sampai muncul beberapa pilihan tindakan: menghapus, tanda bintang, menyalin, meneruskan, dan juga mengutip. Bahkan info terbaru, kita hanya perlu menggeser ke kanan pada pesan yang dimaksud dan kita bisa langsung mengutip dan membalas pesan yang dimaksud.

Itulah beberapa fitur WhatsApp yang menurut saya sangat berguna untuk kebutuhan komunikasi kita sehari-hari dengan orang yang sedang berjauhan. WhatsApp memungkinkan penggunanya mengatur setelan sedemikian rupa sehingga didapat setelan yang dirasa nyaman dan aman. Alhamdulillah, kini berkomunikasi semakin mudah.

Love, 
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia






Senin, 08 Oktober 2018

Fitrah Seksualitas (Aliran Rasa)

Fitrah seksualitas adalah istilah yang mungkin tidak terlalu familiar di telinga kita sebelumnya. Itu sebelum akhirnya banyak penggiat parenting, pemuka agama, psikolog, dan beragam orang dari bermacam disiplin ilmu mulai mengenalkannya kepada kita.

Bahasan yang dulu dianggap tabu itu (sampai kini pun sebagian masih menganggapnya tabu) mulai dikupas tuntas di seminar-seminar, talk show, kulwap, kulgram, dan lain-lain. Pembahasan mengenai topik ini mencuat sebagai respon atas kondisi zaman yang sudah semakin memprihatinkan.

Tim dapur Ibu Profesional pun menjadikan topik ini menjadi salah satu tema tantangan yaitu di game level 11. Tantangan yang berbeda dengan tantangan-tantangan sebelumnya. Kami diminta untuk mencari sendiri materi terkait untuk kemudian mendiskusikannya dengan teman sekelompok yang sudah ditentukan dan kemudian mempresentasikannya di kelas.

Sebelum menceritakan apa yang saya rasakan tentang materi fitrah seksualitas itu sendiri, saya ingin menyampaikan bahwa baru di game kali ini saya merasa lebih dekat dengan semua mahasiswi di kelas Bunda Sayang Batch #3 Bandung 1. Saya akhirnya bisa menyimpan nomor kontak teman-teman, bisa melihat foto teman-teman, bisa menyaksikan semua orang "berbicara" saat presentasi di dalam kelas. Alhamdulillah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Hehe...

Lalu di tantangan ini pula, materi dibahas hingga 10 kali. Jika biasanya pembahasan atau diskusi materi itu hanya dilakukan satu kali saat fasilitator memberikan materi, kali ini materi dibahas hingga 10 kali (sejumlah kelompok yang dibentuk oleh fasilitator). Dengan cara ini, materi yang kami dapat jadi sungguh kaya. 

Mengenai fitrah seksualitas itu sendiri, dari beragam informasi yang saya dapat di setiap presentasi, saya semakin yakin bahwa pendidikan fitrah seksualitas itu sangat penting diberikan oleh orang tua kepada anaknya di rumah dan dimulai sejak dini.

Sebelum jauh memberikan pendidikan fitrah seksualitas kepada anak, tentu orangtuanya lah yang harus memberdayakan diri, memperkaya diri dengan ilmu seputar topik ini. Dengan begitu, orang tua tidak lagi gagap, bingung ketika dihadapkan pada situasi-situasi tak biasa yang sebenarnya memang bagian dari tahapan berkembangnya fitrah seksualitas anak.

Kasus-kasus seksualitas sudah sangat memprihatinkan. Beberapa contoh kasus nyata kemarin dipaparkan dalam diskusi-diskusi di kelas dan itu sangat mengerikan. Semoga hal ini membangun kesadaran kita semua.

Kita mulai di keluarga kecil kita. Orangtua yang berilmu insya Allah akan mendidik anak sesuai fitrahnya. Sehingga kelak lahirlah generasi-generasi peradaban dari rumah kita. Generasi yang saleh dan muslih. Bukan generasi yang mudah terombang-ambing arus zaman. Dengan menggunakan rumus 3M milik Aa Gym, mari kita mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga.
Insya Allah, generasi peradaban itu akan lahir dari rumah kita! Aamiin.

Love,
dienemon

#GameLevel11
#FitrahSeksualitas
#BundaSayang
#AliranRasa




Selasa, 02 Oktober 2018

Fitrah Seksualitas (10)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 10: Anita, Shofi, Dianing, Maslahatul, Aprilia

Tema: mempersiapkan dan menyambut aqil baligh

Karena keterbatasan perangkat, akhirnya saya memutuskan untuk membuat resume dari presentasi kelompok 10 dengan cara menulis tangan. Berikut fotonya:




Alhamdulillah, selesai sudah presentasi dari sepuluh kelompok di kelas Bandung 1 tentang pendidikan fitrah seksualitas. Presentasi sudah selesai tapi justru pengamalan ilmu yang didapat baru saja dimulai. Proses yang mungkin bukan tanpa tantangan tapi tetap harus dijalani dengan penuh kesungguhan dan kesabaran. Bersusah payah lebih awal untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita semua. Aamiin.

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#BundaSayang
#GameLevel11

Sabtu, 29 September 2018

Fitrah Seksualitas (9)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 9: Liza, Vela, Hana, Octivani, Nurul Dwi

Tema: bersahabat dengan seksualitas

Pendidikan dimulai dari rumah, begitupun dengan pendidikan seksualitas. Orang tua harus membekali anak dengan pengetahuan kesehatan reproduksi dan fungsi organ reproduksi. Ini dilakukan agar anak tak mencari tahu sendiri terkait informasi ini. Karena informasi yang keliru membuat anak melakukan tindakan seksual tanpa sadar akan konsekuensinya.
Terutama lindungi anak ketika berada di masa kritis yaitu fase pre akil baligh.

Orang tua harus tahu tanda-tanda ketika anak memasuki masa pubertas.

Pada anak perempuan:
1. Ovarium mulai membesar, payudara membesar
2. Mengalami menstruasi
3. Tumbuh rambut kemaluan
4. Tumbuh bulu ketiak
5. Pinggul membesar
6. Kelenjar membesar sehingga timbul jerawat
7. Suara jadi lebih merdu
8. Bau badan

Pada anak laki-laki:
1. Pembesaran testis
2. Tubuh meninggi, membesar
3. Tumbuh rambut kemaluan
4. Bau badan menyengat
5. Jerawat muncul di wajah
6. Jika suara telah pecah dan berubah serta diiringi mimpi basah, artinya ananda sudah mulai memasuki fase akhir pubertas

Orang tua harus jujur dan terbuka pada anak karena komunikasi yang lancar adalah faktor kunci yang membentengi anak mencari informasi dari sumber lain selain orang tua.

Bagaimana cara memberi edukasi seksual kepada anak:
1. Rencanakan dan buat program pendidikan seksualitas
2. Bagi tugas dan peran antara ayah dan ibu
3. Bagi single parent, libatkan anggota keluarga lain untuk mengisi peran yang tak ada
4. Beri penjelasan yang jelas kepada anak sesuai  dengan tahapan usianya.

Alhamdulillah, lagi-lagi diingatkan pentingnya pendidikan seksualitas yang dilakukan di rumah agar informasi yang diterima anak adalah informasi yang benar. Dengan begitu, insya Allah anak tidak akan mencari sumber informasi dari luar yang belum tentu benar.

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang

Fitrah Seksualitas (8)

Bunda Sayang Batch #4
Kelas Bandung 1
Kelompok 8: Annisa, Andari, Terra, Yuanita, Lily

Tema: Fase Kematangan Seksual

Fase Oral (0-1 tahun)
* Mulut sebagai pusat kepuasan
* Anak senang menggigit dan mengemut
* Anak belajar untuk menstimulus dirinya makan dan berbicara
* Jika fase ini tidak berkembang dengan normal maka anak pada usia remaja biasanya anak akan menggigit kukunya atau tetap mengedot
* Saat dewasa seseorang akan mengalami gangguan oral sadistik yang dimanifestasikan pada kelainan seksual sadisme
* Penting bagi seorang ibu untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman dengan memberi ASI

Fase Anal (2-3 tahun)
* Pusat kepuasan ada pada anus
* Anak senang buang air sembarangan
* Cocok untuk toilet training
* Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka beberapa orang lebih menyukai anal seks baik pada wanita maupun homoseksual
* Kegagalan fase anal bisa membentuk karakter anak menjadi abivalensi (ragu), berlebihan, kasar, tidak rapi, dan cenderung sadomasokis
* Fase yang tepat mengajarkan disiplin
* Orangtua memberi pengarahan bahwa alat kelamin dan kotoran yang dia keluarkan adalah sesuatu yang wajar

Fase Phallic (4-6 tahun)
* Anak mulai menaruh perhatian pada alat kelaminnya
* Mulai menangkap perbedaan alat kelamin wanita dan laki-laki
* Mulai senang memainkan alat kelaminnya
* Anak laki-laki senang dengan ibunya, anak perempuan senang dengan bapaknya
* Jika fase ini tidak dilalui dengan baik maka akan timbul masalah emosi saat dewasa, seseorang juga akan merasakan trauma terhadap hal-hal yang berbau seksual
* Traumatis pada fase ini bisa menjadi penyebab impoten premier atau gangguan seksual berupa homoseksual
* Orangtua harus bijak dengan pertanyaan yang diajukan tentang perbedaan jenis kelamin dan jangan langsung menegur apalagi membentak anak yang terlihat sedang memainkan alat kelaminnya

Fase Latent (7-10 tahun)
* Fase tenang, anak tidak terlalu fokus pada tubuhnya
* Perkembangan kognitif anak berkembang pesat
* Anak cenderung menyukai bermain dengan sesama jenis
* Kegagalan pada fase ini bisa menyebabkan kurang kontrol diri akan pengalihan energi secara efisien pada minat belajar dan keterampilan
* Orangtua diharapkan bijak dan terbuka dengan informasi yang diterima anak, menjawab pertanyaan anak dengan bijaksana

Fase Genital (11-18 tahun)
* Anak sudah masuk tahap pubertas
* Alat seksual primer dan sekunder sudah matang
* Mulai tertarik pada lawan jenis
* Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan kekacauan identitas
* Dampingi anak selalu agar dia tak bingung dengan banyak perubahan

Perilaku seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh masing-masing fase. Apabila perkembangan fase berkembang dengan normal, maka perilaku seksual sesorang akan normal.
 Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.
 Setiap tangga harus dilalui untuk menaiki tangga berikutnya. Bila satu tahapan tidak dilalui dengan sukses, dapat menyebabkan masalah menetap.

Alhamdulillah, tema yang diangkat oleh kelompok 8 sangat bermanfaat. Mudah-mudahan dengan mengenal dengan baik setiap tahapan ini, kita jadi lebih siap menjalani setiap tahapan perkembangan. Sehingga anak pun bisa melewati setiap tahapan perkembangan dengan sebagaimana mestinya dan tidak ada yang terlewat.

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11

Rabu, 26 September 2018

Fitrah Seksualitas (7)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 7: Desi, Dewi, Nisa, Nurhasanah, Syifa

Kelompok 7 mengangkat tema: peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas

Apa yang melatarbelakangi kelompok 7 mengambil tema ini?
Salah satunya fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara yatim (fatherless country) yang menduduki peringkat ke 3.

Apa itu fatherless country?
Sebuah negeri yang ditandai dengan keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran,  keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah.

Ketidakhadiran peran ayah ini memunculkan penyimpangan orientasi seksual pada anak yang dinilai dari kebingungan identitas dan peran gender yang sepatutnya ditiru oleh anak.

Dampak dari fatherless country yaitu hadirnya virus BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired)

Dalam pendidikan fitrah seksualitas pun peran ayah sangat penting. Dalam Islam, laki-laki adalah imam bagi keluarganya. Seorang kepala keluarga juga diperintahkan Allah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

Apa peran ayah dalam pendidikan seksualitas?
1. Ayah sebagai man of vision dan mission
2. Pensuplai ego dan individualitas
3. Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
4. Pensuplai maskulinitas
5. Ayah sang raja tega
6. Penanggung jawab pendidikan
7. Ayah konsultan pendidikan

Peran ayah dalam pendidikan seksualitas sesuai tahapan usia:

0-2 tahun: mendukung istri untuk menyusui, membangun kelekatan dengan anak

2-7 tahun: sosok ayah harus hadir, menempatkan diri sesuai seksualitasnya, memberi penjelasan pada anak tentang organ tubuh dan cara menjaganya terutama kepada anak laki-laki.

7-10 tahun: menguatkan konsep kelelakian pada anak laki-laki, membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya, menjelaskan cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma  bagi seorang lelaki

10-14 tahun: ayah jadi sosok lelaki terdekat dan sosok ideal pertama untuk anak perempuannya, ayah jadi tempat curhat bagi anak-anak terutama perempuan, ayah memberi suplai maskulinitas bagi anak lelaki

14 tahun ke atas: ayah mengajarkan anak perempuan bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami, diperlakukan dari kacamata lelaki, ayah memperkuat peran keayahan sejati kepada anak lelaki dengan mengajarkan adab terhadap keluarga, pasangan, keturunan

Tentu saja ada tantangan yang dihadapi, seperti ayah tak paham mengenai perannya, paradigma bahwa pengasuhan diserahkan pada ibu, kuantitas dan kualitas waktu interaksi yang sedikit, terjadi perceraian, dan lain-lain.

Lalu apa solusinya?
1. Ayah harus menumbuhkan pondasi kepercayaan dan cinta pada anak
2. Ayah menjalankan peran keayahannya sebagai lelaki sejati
3. Calon suami/calon ayah harus mengedukasi diri
4. Menyelaraskan visi misi keluarga
5. Menumbuhkan rasa percaya diri ayah dengan melibatkannya di setiap kegiatan ibu ketika mengurus anak
6. Jika ingin menyekolahkan anak ke PAUD, pilih yang memiliki guru laki-laki dan perempuan

Alhamdulillah, diskusi kali ini menjelaskan secara rinci tentang peran ayah dalam keluarga, termasuk perannya dalam pendidikan fitrah seksualitas. Kembalikan ayah ke rumah! Mudah-mudahan kita bisa memulai dari keluarga sendiri untuk tidak menjadikan keluarga kita sebagai fatherless family. Melainkan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang penuh kasih sayang, keluarga yang utuh, yang semua anggota keluarganya bersinergi untuk membentuk keluarga Islami yang kelak berkumpul kembali di surga Allah. Aamiin.

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang




Selasa, 25 September 2018

Fitrah Seksualitas (6)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 6: Diona, Iis, Karnesia, Ratna, Titi Esti

Kelompok 6 mengangkat tema: mempersiapkan anak menuju aqil baligh

Apa pengertian aqil baligh?
Aqil baligh berasal dari Bahasa Arab yaitu aqala (berakal) dan balagha (sampai). Aqil baligh yaitu usia dimana seseorang telah dibebani hukum syariat (taklif), mampu mengetahui atau mengerti hukum tersebut (Ensiklopedia Hukum Islam).
Bisa juga diartikan orang yang sehat dan sempurna pikirannya, dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban yang dibolehkan dan yang dilarang serta yang bermanfaat dan yang merusak (Alim, 2010).

Apa ciri pada anak laki-laki?
Keluar mani, tumbuh kumis, tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan, tumbuhnya jakun, suara lebih besar, dada melebar, kulit lebih kasar.

Apa ciri pada anak perempuan?
Keluar darah haid, payudara dan panggul membesar, rambut tumbuh di ketiak dan kemaluan, kulit relatif lebih halus.

Pada masa ini, ayah harus memberi suplai maskulinitas (SM) dan ibu memberi suplai feminitas (SF) dengan perbandingan sebagai berikut:
Anak laki-laki: 75% SM + 25% SF
Anak perempuan: 75% SF + 25% SM
Proses ini dilakukan di rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Mengapa kita perlu menyiapkan anak-anak menghadapi masa aqil baligh?
1. Kebutuhan remaja agar mengetahui organ reproduksinya
2. Kebutuhan remaja agar mengetahui tentang seksualitas dan memahami perilaku seksual
3. Mencegah dampak dari perilaku seksual
4. Agar remaja mampu mengendalikan dorongan seksual sesuai kaidah Islam
5. Sebagai bekal kelak ketika mereka menikah

Bagaimana cara mempersiapkannya?
1. Orangtua harus punya nilai yang jelas
2. Disampaikan secara bersahabat
3. Jaga komunikasi
4. Bicara fakta dan keyakinan
5. Dorong rasa bangga pada diri anak
6. Selingi dengan humor

Pada diskusi kali ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana mempersiapkan anak kita sedini mungkin menyoal fitrah seksualitasnya. Diingatkan juga betapa di lingkungan terdekat pun kita sudah menghadapi berbagai tantangan. Poin penting hasil diskusi yang saya ingat betul yaitu kita harus memperkuat akidah, prinsip, jati diri yang ada pada diri anak kita supaya anak tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh dari luar. Tentu saja dengan tak lupa senantiasa mendoakan anak-anak kita, menitipkannya kepada penciptanya. Semoga anak-anak kita bertumbuh berkembang sesuai fitrahnya. Aamiin. 

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang



Fitrah Seksualitas (5)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 5: Primaria, Octy, Mahya, Sri Indah, Mori, Rasmi

Kelompok 5 mengambil tema: ayah dan bunda  sebagai pendidik utama fitrah seksualitas anak.

Mengapa ayah dan bunda? Karena ini tercantum dalam Al-Qur'an pada QS An-Nisaa ayat 9 dan juga beberapa hadits. Bahwa kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah, bahwa setiap anak terlahir fitrah, bahwa setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam menghadapi tantangan mendidik fitrah seksualitas, kelompok 5 berbagi beberapa poin prinsip dan kiat dasar.

Prinsip dasarnya yaitu:
1. Ayah dan bunda harus konsekuen dan respek
2. Berlandaskan agama
3. Putuskan masa lalu: keluar dari tabu dan saru
4. Tingkatkan terus pengetahuan dan keterampilan sebagai orang tua

Sementara kiat dasarnya yaitu:
1. Jangan borongan, lakukan sedini mungkin
2. Proaktif, terlibat penuh
3. Jangan subkontrak tanggung jawab pada orang lain

Yang seru dan menarik dalam diskusi ini adalah saat membahas kiat menghadapi pertanyaan anak. Seperti kita ketahui anak-anak sekarang sangat kritis, rasa ingin tahu nya sangat besar, ingin mendapat informasi yang sejelas-jelasnya. Masalahnya seringkali orang tua cukup kewalahan karena pertanyaan yang diajukan oleh anak adalah pertanyaan yang cukup vulgar menurut kita. Ninda, anggota kelompok yang sudah berpengalaman pun berbagi ilmu. Bagaimana kita bisa menjadikan momen itu sebagai golden opportunity. Saat anak bertanya, gunakanlah saat itu untuk menjelaskan dengan sebaik-baiknya.

Beberapa kiat yang bisa dicoba adalah sebagai berikut:
1. Tenang, kontrol diri
2. Cek pemahaman anak
3. Apa yang orangtua rasakan? Katakan!
4. Jawab atau tidak
5. Jika menjawab, beri jawaban terbaik saat itu dengan mengacu pada norma agama
6. Kaitkan jawaban dengan seseorang yang dekat atau dikenal oleh anak
7. Ingat kaidah KISS (Keep Information Short and Simple)
8. Gunakan the golden opportunity
9. Kalau tidak menjadwb atau belum tahu, tunda jawaban dengan jujur

Alhamdulillah, ilmu baru lagi bagi saya yang baru menjadi ibu hampir genap 5 tahun. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Kaysan terkadang memang membuat saya terkejut. Saya kelabakan mencari jawaban. Diskusi dengan kelompok 5 ini semakin mengingatkan diri ini untuk terus belajar membekali diri agar bisa menjadi orangtua yang menjadi sumber utama pendidikan anak-anaknya, termasuk diantara pendidikan fitrah seksualitas.

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang

Minggu, 23 September 2018

Fitrah Seksualitas (4)

Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 4: Eka, Dian, Dessy, Citra, Mirra

Tema yang diangkat dalam diskusi kelompok 4 adalah "Studi Kasus dan Pentingnya Pembelajaran Fitrah Seksualitas Pada Anak". Kasus yang diangkat adalah kasus yang pernah ditangani langsung oleh salah satu anggota kelompok, yaitu Teh Dian Ramadhani. Berikut gambaran kasus tersebut:




Contoh  kasus ini semakin membuka mata kita bahwa isu-isu seperti ini memang terjadi di sekitar kita. Beberapa teman juga berbagi kisah yang mereka ketahui secara langsung yang mirip dengan kasus yang diangkat oleh kelompok 4. Dan semua yang diceritakan memang mengerikan. Kasus-kasus seperti ini bukan lagi hitungan jari.

Teh Dian yang berkesempatan menangani kasus tersebut, akhirnya dapat mengambil beberapa kesimpulan setelah melakukan konseling dan menganalisanya. Ternyata ada beberapa penyebab yang membuat kasus di atas terjadi, yaitu:

1. Pola pengasuhan yang kurang tepat
2. Tidak hadirnya sosok ayah di dalam proses pengasuhan
3. Terpapar pornografi
4. Subkontrak pendidikan agama
5. Keinginan meniru dan rasa ingin tahu

Poin-poin di atas menyadarkan kita semua bahwa memang pendidikan dari rumah adalah yang pertama dan utama. Orangtua lah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Seperti yang pernah dipaparkan oleh Ibu Elly Risman, kita (orangtua) adalah sumber pertama dan utama anak dalam memahami seksualitas. Pengetahuan seksualitas yang mumpuni dan keluar dari tabu adalah modal awal yang dibutuhkan anak dari kedua orangtuanya untuk menjelaskan tentang seksualitas.

Beberapa solusi yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan seperti kasus-kasus di atas diantaranya sebagai berikut:

1. Memperkuat konsep peran laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur'an (QS An-Nisaa: 34)
2. Menghadirkan peran ayah dalam pendidikan keluarga
3. Membantu anak dalam mengenali identitas seksualnya
4. Membantu anak memahami peran seksualnya
5. Keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak
6. Anak perlu diajari tentang orientasi seksual. Bahwa laki-laki itu tertarik dan hanya boleh menikah dengan perempuan dan begitupun sebaliknya.

Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 4 semakin menyadarkan diri ini bahwa banyak sekali tugas orangtua apalagi di zaman yang sudah semakin banyak tantangannya. Semoga kita sebagai orangtua tak letih membekali diri dengan ilmu-ilmu yang relevan dengan pengasuhan anak. Sehingga dari rumah kita akan lahir generasi peradaban yang tangguh, yang memiliki konsep diri yang utuh sehingga tidak mudah terbawa arus zaman yang sudah semakin memprihatinkan ini. Semangat belajar ya, ayah dan ibu!

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11






Sabtu, 22 September 2018

Fitrah Seksualitas (3)

Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 3: Alienda, Marlitha, Nurul Nurwianti, Siti Komariah, Vinny

Hari ini presentasi memasuki hari ketiga. Sayangnya, hari ini sedang tidak bisa menyimak langsung diskusi di grup karena saya harus mengurusi kepulangan ibu yang beberapa hari ini dirawat di rumah sakit. Tapi alhamdulillah bisa membaca hasil diskusi grup kemudian meski tak terlibat aktif dalam presentasinya. Dan ternyata, kelompok 3 ini mengambil salah satu sub bahasan dari topik fitrah seksualitas. Mereka mengupas fenomena tantangan fitrah seksualitas di era digital. Sub bahasan yang sangat relevan dengan apa yang terjadi sekarang ini. 

Diskusi dibuka dengan menampilkan contoh kasus yang sempat viral di Indonesia, yaitu mengenai sebuah video yang merekam seorang anak perempuan sedang menonton film porno menggunakan handphone sementara ia sedang berada di dekat orangtuanya, serta salah satu pelecehan yang dialamatkan pada seorang penyanyi via media sosial. 

Fenomena ini ternyata dipengaruhi salah satunya oleh faktor kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membuat anak-anak mudah mengakses internet. Permasalahannya, mereka sering mendapat informasi yang seharusnya belum mereka dapatkan, misal informasi mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Sehingga malah menjadi menyesakan karena tak ada bimbingan dalam menyerap informasi tersebut. 
Menurut sebuah survey, memang internet sekarang menjadi pilihan sumber ilmu yang terpercaya dan cukup memuaskan termasuk dalam menjawab permasalahan seks, reproduksi, dll. Sedikit saja orang yang langsung bertanya pada ahlinya misal dokter atau anak-anak yang berani membahas dengan orangtua di keluarganya. Lagi-lagi karena sebagian menganggap hal ini tabu. Padahal anak-anak inilah yang paling sering mengakses internet.


Berangkat dari fenomena tersebut kita menjadi tahu bahwa membangkitkan fitrah seksualitas pada anak sangatlah penting. Kenapa? Karena hal ini akan mempengaruhi masa depan anak-anak, lebih jauh lagi mempengaruhi peradaban. Maka orangtua harus mau memberikan pendidikan fitrah seksualitas ini di rumah agar anak mendapat informasi yang tepat dan sesuai tahapan usianya dan bukan mendapatkan informasinya secara sembarangan melalui akses internet.

Bagaimana langkah-langkah pendampingan yang bisa dilakukan oleh orangtua?
1. Perhatikan usia anak terlebih dahulu
2. Pendidikan seks untuk anak sekolah dasar idelanya fokus pada pengenalan anggota tubuh dan fungsinya serta bagaimana menghargai tubuh mereka sendiri
3. Jangan menunggu sampai anak bertanya
4. Pastikan anak tahu kepada siapa dia bisa menceritakan hal-hal personalnya
5. Berusahalah untuk jujur saat anak bertanya tentang seksualitas seperti "dari mana bayi berasal?"
6. Banyak membaca referensi seputar seksualitas bersama anak sesuai usianya

Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 3 semakin mengingatkan saya untuk terus belajar. Teknologi semakin maju, maka kita sebagai pengguna teknologi pun cara berpikirnya harus semakin maju. Teknologi hadir untuk memudahkan urusan manusia, maka jangan sampai teknologi malah menghancurkan manusia. Memelihara kedekatan dengan anak-anak insya Allah bisa menjadi salah satu cara untuk bisa meminimalisir dampak negatif dari kemajuan teknologi. 

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11

Fitrah Seksualitas (2)

Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 2: Thiara, Fitriyah, Imas, Nurul

Kelompok 2 memulai diskusi dengan menampilkan penjelasan tentang fitrah seksualitas menurut Al-Qur'an yang terkandung dalam QS Ar-Ruum; 21 dan QS An-Nisaa: 34.
Lalu dilanjutkan dengan merinci beberapa contoh pendidikan seksualitas dalam Islam, diantaranya sebagai berikut:

1. Menanamkan rasa malu pada anak
2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan
3. Memisahkan tempat tidur mereka
4. Mengenalkan waktu berkunjung yang tiga waktu: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya
5. Mendidik untuk menjaga kebersihan alat kelamin
6. Mengenalkan mahram nya
7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, tidak berikhtilat, tidak berkhalwat (pacaran)
8. Mengenalkan mimpi basah dan haid

Kelompok 2 juga membahas mengenai perbandingan pendidikan seks di beberapa negara. Di Indonesia, pendidikan seks masih dipandang sebagai pengetahuan luar atau tambahan, belum menjadi pengetahuan yang wajib diajarkan. Kebanyakan orangtua juga belum memilik ilmu yang cukup untuk mengajarkan tentang pendidikan seks.

Sementara di Belanda, anak-anak TK diberi pemahaman dasar tentang apa itu cinta dan cara menunjukkan kasih sayang. Di Norwegia, anak usia 8-12 tahun menonton serial video edukasi tentang seks. Di Swedia, anak SD menonton video tentang alat reproduksi mereka. Tetapi di Inggris, meski materi seks diwajibkan untuk anak berusia 11 tahun ke atas tapi banyak yang menganggap bahwa pelajaran itu tidak penting. Para orangtua juga tidak menyarankan anaknya untuk mengikuti kelas tersebut jika keberatan dengan kontennya.

Kelompok 2 juga menampilkan gambaran mengenai pendidikan seks di Jepang. Di Jepang, anak usia TK sudah diajarkan pendidikan seks dengan kartu bergambar dan untuk tingkat SMP-SMA dengan kartu remi yang isinya larangan seks dan bahaya seks. Kartu untuk anak TK ini mungkin cukup vulgar jika diajarkan di Indonesia yang lekat akan adat ketimuran. Karena di kartu ini diperlihatkan ada hewan jantan, ada hewan betina, ada gambar ketika mereka bergaul, serta ada gambar bayi hewan yang dihasilkan dari proses tersebut. Kemungkinan besar memang ada buku panduan untuk para guru agar tak salah menyampaikan. Jadi kita tidak bisa begitu saja mencontoh cara tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak kita di Indonesia.

Berikut contoh kartu-kartu yang digunakan di Jepang:




Dapat disimpulkan dari pemaparan materi dari kelompok 2 bahwa pendidikan seks itu diajarkan dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara. Tapi tentu semuanya bertujuan agar bisa mengurangi angka penyimpangan seksual yang banyak terjadi. Sebagai umat Islam, kita diharapkan bisa mengarahkan fitrah seksualitas anak ini sesuai tuntunan syari'at Islam seperti contoh yang sudah dibahas di awal materi.

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11