Bunda Sayang Batch #4
Kelas Bandung 1
Kelompok 8: Annisa, Andari, Terra, Yuanita, Lily
Tema: Fase Kematangan Seksual
Fase Oral (0-1 tahun)
* Mulut sebagai pusat kepuasan
* Anak senang menggigit dan mengemut
* Anak belajar untuk menstimulus dirinya makan dan berbicara
* Jika fase ini tidak berkembang dengan normal maka anak pada usia remaja biasanya anak akan menggigit kukunya atau tetap mengedot
* Saat dewasa seseorang akan mengalami gangguan oral sadistik yang dimanifestasikan pada kelainan seksual sadisme
* Penting bagi seorang ibu untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman dengan memberi ASI
Fase Anal (2-3 tahun)
* Pusat kepuasan ada pada anus
* Anak senang buang air sembarangan
* Cocok untuk toilet training
* Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka beberapa orang lebih menyukai anal seks baik pada wanita maupun homoseksual
* Kegagalan fase anal bisa membentuk karakter anak menjadi abivalensi (ragu), berlebihan, kasar, tidak rapi, dan cenderung sadomasokis
* Fase yang tepat mengajarkan disiplin
* Orangtua memberi pengarahan bahwa alat kelamin dan kotoran yang dia keluarkan adalah sesuatu yang wajar
Fase Phallic (4-6 tahun)
* Anak mulai menaruh perhatian pada alat kelaminnya
* Mulai menangkap perbedaan alat kelamin wanita dan laki-laki
* Mulai senang memainkan alat kelaminnya
* Anak laki-laki senang dengan ibunya, anak perempuan senang dengan bapaknya
* Jika fase ini tidak dilalui dengan baik maka akan timbul masalah emosi saat dewasa, seseorang juga akan merasakan trauma terhadap hal-hal yang berbau seksual
* Traumatis pada fase ini bisa menjadi penyebab impoten premier atau gangguan seksual berupa homoseksual
* Orangtua harus bijak dengan pertanyaan yang diajukan tentang perbedaan jenis kelamin dan jangan langsung menegur apalagi membentak anak yang terlihat sedang memainkan alat kelaminnya
Fase Latent (7-10 tahun)
* Fase tenang, anak tidak terlalu fokus pada tubuhnya
* Perkembangan kognitif anak berkembang pesat
* Anak cenderung menyukai bermain dengan sesama jenis
* Kegagalan pada fase ini bisa menyebabkan kurang kontrol diri akan pengalihan energi secara efisien pada minat belajar dan keterampilan
* Orangtua diharapkan bijak dan terbuka dengan informasi yang diterima anak, menjawab pertanyaan anak dengan bijaksana
Fase Genital (11-18 tahun)
* Anak sudah masuk tahap pubertas
* Alat seksual primer dan sekunder sudah matang
* Mulai tertarik pada lawan jenis
* Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan kekacauan identitas
* Dampingi anak selalu agar dia tak bingung dengan banyak perubahan
Perilaku seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh masing-masing fase. Apabila perkembangan fase berkembang dengan normal, maka perilaku seksual sesorang akan normal.
Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.
Setiap tangga harus dilalui untuk menaiki tangga berikutnya. Bila satu tahapan tidak dilalui dengan sukses, dapat menyebabkan masalah menetap.
Alhamdulillah, tema yang diangkat oleh kelompok 8 sangat bermanfaat. Mudah-mudahan dengan mengenal dengan baik setiap tahapan ini, kita jadi lebih siap menjalani setiap tahapan perkembangan. Sehingga anak pun bisa melewati setiap tahapan perkembangan dengan sebagaimana mestinya dan tidak ada yang terlewat.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar