Jumat, 16 Februari 2018

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (10)

Ngawi
Senin, 12 Februari 2018

Alhamdulillah kemarin kami sudah sampai di Ngawi, kampung kelahiran ibu mertua (alm). Ini pertama kalinya kami kesini dengan tujuan bersilaturahim dengan keluarga ibu mertua dan terutama dengan neneknya suami yang masih ada sampai sekarang.

Kemarin sore dengan diantar paman, kami bersama-sama menuju Stasiun Paron. Selain untuk mencetak boarding pass kami, juga untuk mensurvei lama perjalanan dari rumah mbah ke stasiun. Hari ini, kami ikut mengantar bapak mertua yang pulang terlebih dahulu karena jadwal kereta yang berbeda. Kami pulang lebih malam.

Dua kali ikut melewati jalur menuju stasiun, Kaysan ternyata sudah bisa mengingat jalur yang kami lewati tersebut. Ketika paman kami berpura-pura lupa rute jalan dengan mengatakan "Wah, Kaysan, Mbah nya lupa jalan. Nanti Kaysan yang tunjukkan ya!"
Dia menjawab dengan semangat "Iyah nanti aku kasih tau"



Dan benarlah, sepanjang perjalanan dia menyebut kemana kami harus mengarah. Ketika ditanya mengapa dia tahu, dia menjawab karena ada tandanya. Dia menyebut tanda ini dan itu yang ada di jalan. Dari pengalaman ini, saya melihat bahwa Kaysan juga seorang tipe pembelajar visual.

Love,
dienemon

#HariKe10
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (9)

Batu
Jumat, 9 Februari 2018

Hari ini kami mengunjungi Jatim Park 2. Kami membeli tiket untuk Eco Green Park, Batu Secret Zoo dan Museum Satwa.  Eco Green Park yang kami kunjungi pertama kali sesuai arahan petugas loket karena waktu tutup yang lebih dulu dibanding dua destinasi lainnya.

Kaysan belum terlalu antusias di awal masuk saat melihat aneka satwa. Tapi ketika sampai di Plaza Music, wah Kaysan langsung antusias. Dia mencoba semua yang ada disana dan tak mau beranjak. Cukup lama disana dan tetap tak mau diajak ke tempat lain. Tapi ketika diberitahu bahwa tujuan selanjutnya adalah Jungle Adventure, akhirnya Kaysan mau. Jungle Adventure ini kita menaiki mobil lalu masuk ke hutan dan bertugas untuk menembak pemburu di hutan. Nah, ini Kaysan juga suka.



Melihat dua peristiwa tadi, Kaysan juga terlihat sangat menikmati aktifitas yang melibatkan fisiknya dibanding hanya melihat-lihat aneka satwa. Mungkin ini salah satu ciri gaya belajar kinestetik yang ada pada Kaysan.

Love,
dienemon

#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (8)

Batu
Kamis, 8 Februari 2018

Agenda hari ini adalah mengunjungi Museum Angkut dan Batu Night Spectacular (BNS). Di Museum Angkut, Kaysan cukup senang melihat berbagai macam alat transportasi. Tapi dia tidak begitu menikmati karena dia ingin mencari arena permainan anak-anak. Akibatnya, dia sedikit rewel. Tapi saat mulai memasuki area-area yang dibuat seperti di luar negeri, dia lebih tertarik. Karena dia bisa melihat kantor polisi buatan, melihat penjahat hehe... Dia keluar masuk "kantor polisi", mengeksplor benda-benda yang ada di dalamnya. Kaysan sangat antusias ketika sampai ke area Runway. Tempat dimana berbagai macam pesawat ada disana dan yang paling menarik, bisa dicoba untuk dinaiki. Jadilah Kaysan sangat senang.

Begitupun di BNS, begitu tiba Kaysan langsung memilih arena playground yang padahal tak jauh beda dengan playground yang biasa ia datangi di Bandung. Sementara saya tentu lebih tertarik pada taman lampion hehe... Kaysan semangat lagi saat menonton Cinema 4D. Walau dia disana malah berkomentar "Ummi, kenapa Ummi teriak-teriak sama ketawa-ketawa tadi?" Hahaha...

Sepertinya bagi Kaysan, aktifitas yang melibatkan fisik lebih menarik dibanding hanya melihat-lihat lampion misalnya.



Love,
dienemon

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tantangan Mengenal Gaya Belajar Anak (7)

Bromo
Rabu, 7 Februari 2018

Rabu pagi ini kami bersiap-siap menuju Bromo. Ini sih impian saya, bukan Kaysan. Hehe... Sekitar delapan tahun yang lalu, saya sempat tinggal di rumah kakak saya di Probolinggo selama satu bulan. Saat itu saya ingin sekali mengunjungi Bromo. Tapi sayangnya saat itu Bromo sedang tidak dibuka untuk kunjungan karena statusnya sedang aktif.

Maka kali ini, saya bersyukur akhirnya bisa juga mengunjungi Bromo. Kakak saya sengaja mengambil cuti kerja. Keponakan saya pun izin tidak bersekolah. Maka kami pergi berenam ditambah satu orang saudara kakak ipar saya yang mengendarai mobil.

Sepanjang perjalanan, kakak saya memutar lagu-lagu. Beberapa ada lagu lawas, beberapa juga lagu-lagu terbaru. Maklum, keponakan saya memang usia remaja. Saat sebuah lagu diputar, Kaysan ikut bersenandung. Saya heran, karena saya tidak pernah menyanyikan lagu itu di rumah. Saya bahkan tak hafal. Keponakan saya pun bertanya pada Kaysan, mengapa dia bisa tahu lagu tersebut. Lalu apa jawabannya?

"Karena aku pernah denger lagunya waktu di Borma (supermarket tempat kami biasanya berbelanja bulanan)"

Hmm... Saya bahkan tak ingat. Suami saya juga sama. Tapi Kaysan ingat dan bahkan menjelaskan lebih lanjut. Bahwa dia mendengar lagu tersebut saat kami sedang di Borma, saat berbelanja produk ini dan itu. Kali ini ciri gaya belajar audio lagi yang muncul ya Kei...




Love,
dienemon

#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (6)

Probolinggo
Selasa, 6 Februari 2018

Sesuai rencana, hari ini kami ingin pergi ke pantai. Lagi-lagi Kaysan yang punya keinginan. Dia sudah lama mendambakan bisa bermain pasir di pantai menggunakan alat-alat bermain pasir. Karena kebetulan kakak saya tidak bisa mengantar ke pantai yang jauh, jadi kami diantar ke sebuah pantai yang dekat dan relatif baru bernama Pantai Duta (Randutatah).

Sesampainya disana, Kaysan langsung bermain pasir dan malah tidak mau bermain di area pantainya. Hanya sebentar saja dia mencoba perahu yang sudah disewa, selebihnya kembali bermain pasir. Siang hari kami dijemput kembali oleh kakak saya.

Saat sore hari kami jalan-jalan dan melewati jalan masuk ke arah pantai, Kaysan ternyata ingat. Dia mengatakan tadi kami lewat sana untuk menuju pantai. Kaysan juga ingat beberapa tempat seperti minimarket yg sempat kami datangi sebelum ke pantai.
Wah, lagi-lagi ciri gaya belajar visual ya sepertinya...



Love,
dienemon

#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (5)

Paiton
Senin, 5 Februari 2018

Setelah perjalanan panjang dari Cimahi menuju Surabaya lalu dilanjutkan perjalanan Surabaya menuju Probolinggo, akhirnya jam tiga sore kami sampai di rumah kakak saya di Paiton.

Kaysan yang sudah merencanakan ingin berenang di rumah uwa, terus meminta diantar ke kolam renang. Akhirnya kami menjanjikan akan mengajaknya berenang di malam hari, karena sore hari kami masih merasa lelah. Kaysan setuju. Di sore hari, Kaysan sempat datang ke area kolam renang karena kakak saya ada sedikit urusan disana dan Kaysan ingin ikut.

Saat malam hari kami datang kesana, Kaysan sudah langsung berlari masuk lebih dulu ke area gedung dimana kolam renang itu berada. Dia mengarahkan kami menuju kolam. Ternyata dia sudah tahu karena saat tadi ikut kakak saya, ia diberitahu arah menuju kolam renang. Ya, dia bisa langsung menghafal arah menuju kolam renang.

Hmm... Ciri gaya belajar visual kah?



Love, 
dienemon

#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Minggu, 04 Februari 2018

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (4)

Ciganea
Minggu, 4 Februari 2018

Malam ini perjalanan jauh saya, suami dan Kaysan dimulai. Saat menulis ini, kami sedang berada di kereta api Harina menuju Surabaya. Meski kami memulai perjalanan dari Baros yang sangat dekat ke Stasiun Cimahi, kami sengaja datang lebih awal agar Kaysan bisa menikmati suasana stasiun terlebih dahulu karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya menaiki kereta jarak jauh.

Benarlah, Kaysan sangat antusias. Semua hal ditanyakan. Saya mengajaknya berjalan-jalan di sekitar stasiun. Lalu saya memintanya untuk melihat petunjuk yang disediakan di stasiun. Bahwa petunjuk itu adalah untuk memberitahu letak tempat-tempat yang ada di stasiun. Tanda panah menunjukkan apakah tempat itu ke arah kiri atau ke arah kanan dari papan petunjuk tersebut.



Kaysan bisa menangkap informasi yang saya sampaikan. Ketika saya menunjuk satu gambar lokasi, dia tau ada dimana tempat tersebut, di arah kiri atau di arah kanan berdasarkan tanda panah yang ia lihat.

Sepertinya Kaysan juga memiliki ciri-ciri gaya belajar visual pada dirinya. Dengan melihat keterangan di papan petunjuk, ia bisa menjawab pertanyaan saya tentang letak tempat-tempat di stasiun.

Baiklah, itu saja pengamatan saya hari ini yang saya tulis di atas kereta, ditemani Kaysan yang masih antusias dan tak terlihat tanda-tanda mengantuk meski waktu sudah menunjukkan pukul 23.25

Love,
dienemon

#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Sabtu, 03 Februari 2018

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (3)

Batujajar
Sabtu, 3 Februari 2018

Hari ini seharian saya cukup sibuk. Kami sekeluarga memang akan melakukan perjalanan yang cukup jauh yaitu ke Jawa Timur. Kami akan pergi hari Minggu malam, tapi target packing harus selesai di hari Sabtu malam. Karena di hari Minggu, suami tidak bisa membantu menyiapkan segala sesuatunya. Ia akan berada di luar rumah sejak pagi hingga jelang magrib. Hari ini saya juga harus mengantar Kaysan menghadiri undangan ulang tahun temannya. Lagi-lagi, saya tidak sempat menyusun rencana kegiatan dengan Kaysan. 

Allah Maha Baik. Saat saya menyetrika setumpukan baju yang akan dibawa pergi, Kaysan menghampiri saya. Meja setrika letaknya ada di kamar belakang. Kamar yang kami sebut kamar Kaysan. Memang kamar itu diperuntukkan sebagai kamar Kaysan nantinya, sekarang Kaysan masih tidur bersama saya dan suami. Karena diperuntukkan sebagai kamar anak, saya pun mendekor kamar ini dengan tempelan stiker dinding. 

Sambil saya menyetrika baju, Kaysan tiba-tiba menanyakan versi bahasa Inggris dari beberapa kata. Kaysan memang sedang tertarik pada bahasa Inggris. Dia menanyakan kata buku, pensil, dan beberapa kata lain. Menanyakan bagaimana jika ingin mengatakan: buku biru, buku kuning, pensil merah, pensil hijau. Saya pun memberitahunya. Saya jelaskan, dalam bahasa Inggris susunan kata terbalik-balik. Karena Kaysan biasanya menerjemahkan berdasarkan urutan di bahasa Indonesia. Jadi dia akan menyebut book blue untuk buku biru dan pencil red untuk pensil merah. Ketika saya memberitahu versi yang benar, Kaysan ternyata bisa mengikuti meski masih berpikir dulu sebelum menyebutkannya. Akhirnya dia bisa mengatakan green book, yellow book. Meski juga masih terkecoh seperti saat saya menanyakan buku putih setelah menanyakan buku biru. Dia bilang buku putih itu white blue. Hehehe....

Dia terus menanyakan beberapa kata dan saya sadar kemudian bahwa ia menanyakan apa yang dia lihat pada stiker dinding yang ada di kamar. Ia menanyakan jerapah, panda, burung, kupu-kupu, daun, ranting, serta ekor monyet. Ketika saya menjawab bahasa Inggris dari ekor monyet, dia ternyata mencoba menghitung ada berapa ekor monyet yang ada dalam gambar. Dan itu sudah betul susunannya. Tidak mengikuti lagi susunan bahasa Indonesia. 



Saya memancingnya dengan menunjuk gambar jerapah dan mengatakan "The giraffe eats leaves". Dia langsung merespon, "Pisang teh banana ya mi?" Setelah saya mengiyakan, dia lalu berkata "Monkey eats banana". Yeay! 
Lalu dia meneruskan "Nasi teh apa? Ayam mah chicken ya mi?" Setelah saya jawab ia kemudian berkata lagi "Kaysan eats rice, chicken". Karena tadi dia mendapat ayam crispy dari paket ulang tahun haha...
Lalu saya menambahkan "Kaysan eats rice, chicken, and tomato sauce". Dia bertanya "Tomato sauce teh apa mi?" Saya hanya menjawab "Apa coba..." Dia tampak berpikir sejenak lalu berkata "Oh, saos tomat ya mi?" 

Alhamdulillah akhirnya di sela kesibukan, ada kegiatan untuk Kaysan belajar hari ini dan itu lagi-lagi inisiatifnya datang dari dia. Benarlah bahwa salah satu fitrah anak adalah belajar.

Dari percakapan saya tadi dengan Kaysan, lagi-lagi saya merasa bahwa percakapan itu menunjukkan Kaysan sebagai tipe pembelajar audio dan juga terlihat ada kecerdasan bahasa dalam dirinya. Dengan sedikit penjelasan dan contoh ujaran langsung, tanpa bantuan media lain, Kaysan bisa mengikuti pola kalimat yang benar. 

Alhamdulillah. Semoga saya selalu diberi kepekaan untuk terus bisa mengenali gaya belajar Kaysan sekaligus mengulang materi sebelumnya tentang melatih kecerdasan anak. 

Love,
dienemon

#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP



Jumat, 02 Februari 2018

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (2)

Batujajar
Jumat, 2 Februari 2018

Hari kedua ini kegiatan kami cukup padat. Belum ada aktifitas yang bisa saya lakukan bersama dengan Kaysan hingga sore hari. Saya pikir mungkin hari ini akan libur membuat laporan pengamatan. Tapi Allah Maha Baik, saat saya membersihkan daun telinganya menggunakan cutton bud dan baby oil, tiba-tiba Kaysan menceritakan sebuah cerita yang berasal dari film serial anak yang ia lihat di YouTube.

Kaysan menceritakan Diva dan teman-temannya yang membuat pasir mainan. Kaysan yang selalu berbicara dengan cepat, menceritakan kisah Diva ini dengan cepat sekali. Saya meminta izin untuk mengambil video saat dia bercerita dan memintanya untuk sedikit memperlambat kecepatan bicaranya.

Kaysan menceritakan cukup runut. Bagaimana Mona, teman Diva, merasakan gatal di badannya karena bermain pasir. Singkat cerita, akhirnya mereka membuat pasir mainan yang aman. Kaysan menyebutkan bahan-bahan pembuat pasir tersebut. Dia juga menceritakan bagaimana cara membuatnya. Lalu, di akhir video, Kaysan kabur. Setelah sebelumnya bertanya pada saya apakah saya memiliki bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pasir tersebut. Dia ingin membuatnya!

Kesempatan yang baik, saya pun mengajaknya menyiapkan bahan-bahan. Kaysan semangat sekali, dia mengambil sendiri semua bahan dan alat kecuali tepung kanji yang memang jarang saya gunakan sehingga dia tidak tahu dimana saya menyimpannya.

Dia pun membuatnya sendiri hingga selesai.




Saya berusaha melakukan pengamatan pada Kaysan sejak awal dia bercerita tentang film Diva (yang terpicu ingatannya disebabkan dia melihat baby oil) hingga dia selesai membuat pasir  kinetiknya sendiri. Poin-poin yang saya bisa amati adalah sebagai berikut:

1. Berbicara dengan cepat
2. Cukup baik menceritakan alur cerita film, runut dan memilih diksi yang tepat
3. Bisa meyakinkan lawan bicaranya
4. Mengingat dengan baik adegan di dalam film
5. Cukup fokus dengan kegiatannya
6. Senang bercerita

Beberapa poin ini menurut saya masih mendukung dugaan saya bahwa Kaysan memiliki kecenderungan tipe belajar auditori. Saya bisa saja salah, dan Kaysan bisa saja berubah.
Yang terpenting, saya harus belajar lagi untuk mengenali gaya belajarnya. Semoga dengan pendampingan yang tepat, kecerdasan Kaysan bisa dioptimalkan.

Love,
dienemon

#HariKe2
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP


Kamis, 01 Februari 2018

Tantangan Mengenali Gaya Belajar Anak (1)

Cimahi
Kamis, 1 Februari 2018


Kuliah Bunda Sayang IIP yang saya ikuti kini sudah menginjak ke level 4. Materi di level ini membahas gaya belajar anak. Apakah termasuk tipe pembelajar visual, audio, ataukah kinestetik? Sebelum mendapat materi ini, saya telah menangkap ciri-ciri pembelajar tipe audio yang cukup dominan pada Kaysan. Meski ada juga beberapa ciri pembelajar visual dan kinestetik pada dirinya. Tantangan untuk mengamati gaya belajar ini jadi sangat menantang karena saya harus peka terhadap ciri-ciri yang muncul dalam diri Kaysan. 

Tadi siang hingga sore, saya dan Kaysan menghadiri acara kumpul-kumpul/silaturahim/playdate/botram atau apapun itu namanya di Bukit Cipageran Indah. Hadir disana delapan pasang ibu dan anak. Berfoto ria sudah pasti jadi salah satu agenda. Kali ini para ibu yang sedang ingin berfoto bersama. Masalahnya, tak ada yang membawa tongsis. Lalu saya dan ibu-ibu yang lain pun mencari cara supaya kami bisa berfoto bersama. Terbersitlah ide meminta tolong pada salah satu anak. Kebetulan Kaysan yang paling tua usianya di antara yang lain. Meski tak yakin berhasil, kami pikir tak ada salahnya mencoba. Kaysan pun kebetulan mau ketika dimintai tolong. 

Saya yang tahu bagaimana kebiasaan Kaysan ketika mengambil foto, mengatakan sepertinya Kaysan belum bisa karena hasil foto masih sering blur. Tapi tadi akhirnya saya mencoba memberi arahan pada Kaysan. 

"Kaysan, ini nanti harus kelihatan semua ya ibu-ibunya. Kaysan tap dulu di tengah-tengah, biar fokus dulu kameranya. Jadi ngga goyang. Klo udah tap, baru Kaysan pencet yang tombol putihnya ya..."

Saya mengatakan kalimat yang kurang lebih sama sekali lagi supaya Kaysan ingat.

Kaysan mengambil foto pertama tapi lalu ia berkata "Wah hasilnya ngga bagus, soalnya ada cahaya matahari..." 

Saya memintanya mengambil foto kami lagi. 

Lalu dia berkata "Nah ini ada yang bagusnya..."

Saya pun penasaran segera mengecek hasil fotonya. Ternyata, hasilnya memang bagus, dalam artian tidak blur  seperti biasa ketika ia mengambil foto. 



Foto kedua

Dari kejadian tadi, saya menangkap lagi salah satu ciri pembelajar audio pada diri Kaysan. Dengan arahan berupa kata-kata tanpa dicontohkan langsung, Kaysan bisa melakukan apa yang saya minta.

Semoga saya bisa semakin peka di kemudian hari untuk mengenali gaya belajar Kaysan karena mengetahui kecenderungan gaya belajar anak akan sangat bermanfaat dalam memaksimalkan potensi kecerdasan yang dimilikinya. 

Love,
dienemon

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP