Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 2: Thiara, Fitriyah, Imas, Nurul
Kelompok 2 memulai diskusi dengan menampilkan penjelasan tentang fitrah seksualitas menurut Al-Qur'an yang terkandung dalam QS Ar-Ruum; 21 dan QS An-Nisaa: 34.
Lalu dilanjutkan dengan merinci beberapa contoh pendidikan seksualitas dalam Islam, diantaranya sebagai berikut:
1. Menanamkan rasa malu pada anak
2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan
3. Memisahkan tempat tidur mereka
4. Mengenalkan waktu berkunjung yang tiga waktu: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya
5. Mendidik untuk menjaga kebersihan alat kelamin
6. Mengenalkan mahram nya
7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, tidak berikhtilat, tidak berkhalwat (pacaran)
8. Mengenalkan mimpi basah dan haid
Kelompok 2 juga membahas mengenai perbandingan pendidikan seks di beberapa negara. Di Indonesia, pendidikan seks masih dipandang sebagai pengetahuan luar atau tambahan, belum menjadi pengetahuan yang wajib diajarkan. Kebanyakan orangtua juga belum memilik ilmu yang cukup untuk mengajarkan tentang pendidikan seks.
Sementara di Belanda, anak-anak TK diberi pemahaman dasar tentang apa itu cinta dan cara menunjukkan kasih sayang. Di Norwegia, anak usia 8-12 tahun menonton serial video edukasi tentang seks. Di Swedia, anak SD menonton video tentang alat reproduksi mereka. Tetapi di Inggris, meski materi seks diwajibkan untuk anak berusia 11 tahun ke atas tapi banyak yang menganggap bahwa pelajaran itu tidak penting. Para orangtua juga tidak menyarankan anaknya untuk mengikuti kelas tersebut jika keberatan dengan kontennya.
Kelompok 2 juga menampilkan gambaran mengenai pendidikan seks di Jepang. Di Jepang, anak usia TK sudah diajarkan pendidikan seks dengan kartu bergambar dan untuk tingkat SMP-SMA dengan kartu remi yang isinya larangan seks dan bahaya seks. Kartu untuk anak TK ini mungkin cukup vulgar jika diajarkan di Indonesia yang lekat akan adat ketimuran. Karena di kartu ini diperlihatkan ada hewan jantan, ada hewan betina, ada gambar ketika mereka bergaul, serta ada gambar bayi hewan yang dihasilkan dari proses tersebut. Kemungkinan besar memang ada buku panduan untuk para guru agar tak salah menyampaikan. Jadi kita tidak bisa begitu saja mencontoh cara tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak kita di Indonesia.
Berikut contoh kartu-kartu yang digunakan di Jepang:
Dapat disimpulkan dari pemaparan materi dari kelompok 2 bahwa pendidikan seks itu diajarkan dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara. Tapi tentu semuanya bertujuan agar bisa mengurangi angka penyimpangan seksual yang banyak terjadi. Sebagai umat Islam, kita diharapkan bisa mengarahkan fitrah seksualitas anak ini sesuai tuntunan syari'at Islam seperti contoh yang sudah dibahas di awal materi.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11



Tidak ada komentar:
Posting Komentar