Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 7: Desi, Dewi, Nisa, Nurhasanah, Syifa
Kelompok 7 mengangkat tema: peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas
Apa yang melatarbelakangi kelompok 7 mengambil tema ini?
Salah satunya fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara yatim (fatherless country) yang menduduki peringkat ke 3.
Apa itu fatherless country?
Sebuah negeri yang ditandai dengan keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah.
Ketidakhadiran peran ayah ini memunculkan penyimpangan orientasi seksual pada anak yang dinilai dari kebingungan identitas dan peran gender yang sepatutnya ditiru oleh anak.
Dampak dari fatherless country yaitu hadirnya virus BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired)
Dalam pendidikan fitrah seksualitas pun peran ayah sangat penting. Dalam Islam, laki-laki adalah imam bagi keluarganya. Seorang kepala keluarga juga diperintahkan Allah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Apa peran ayah dalam pendidikan seksualitas?
1. Ayah sebagai man of vision dan mission
2. Pensuplai ego dan individualitas
3. Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
4. Pensuplai maskulinitas
5. Ayah sang raja tega
6. Penanggung jawab pendidikan
7. Ayah konsultan pendidikan
Peran ayah dalam pendidikan seksualitas sesuai tahapan usia:
0-2 tahun: mendukung istri untuk menyusui, membangun kelekatan dengan anak
2-7 tahun: sosok ayah harus hadir, menempatkan diri sesuai seksualitasnya, memberi penjelasan pada anak tentang organ tubuh dan cara menjaganya terutama kepada anak laki-laki.
7-10 tahun: menguatkan konsep kelelakian pada anak laki-laki, membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya, menjelaskan cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki
10-14 tahun: ayah jadi sosok lelaki terdekat dan sosok ideal pertama untuk anak perempuannya, ayah jadi tempat curhat bagi anak-anak terutama perempuan, ayah memberi suplai maskulinitas bagi anak lelaki
14 tahun ke atas: ayah mengajarkan anak perempuan bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami, diperlakukan dari kacamata lelaki, ayah memperkuat peran keayahan sejati kepada anak lelaki dengan mengajarkan adab terhadap keluarga, pasangan, keturunan
Tentu saja ada tantangan yang dihadapi, seperti ayah tak paham mengenai perannya, paradigma bahwa pengasuhan diserahkan pada ibu, kuantitas dan kualitas waktu interaksi yang sedikit, terjadi perceraian, dan lain-lain.
Lalu apa solusinya?
1. Ayah harus menumbuhkan pondasi kepercayaan dan cinta pada anak
2. Ayah menjalankan peran keayahannya sebagai lelaki sejati
3. Calon suami/calon ayah harus mengedukasi diri
4. Menyelaraskan visi misi keluarga
5. Menumbuhkan rasa percaya diri ayah dengan melibatkannya di setiap kegiatan ibu ketika mengurus anak
6. Jika ingin menyekolahkan anak ke PAUD, pilih yang memiliki guru laki-laki dan perempuan
Alhamdulillah, diskusi kali ini menjelaskan secara rinci tentang peran ayah dalam keluarga, termasuk perannya dalam pendidikan fitrah seksualitas. Kembalikan ayah ke rumah! Mudah-mudahan kita bisa memulai dari keluarga sendiri untuk tidak menjadikan keluarga kita sebagai fatherless family. Melainkan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang penuh kasih sayang, keluarga yang utuh, yang semua anggota keluarganya bersinergi untuk membentuk keluarga Islami yang kelak berkumpul kembali di surga Allah. Aamiin.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar