Senin, 16 April 2018

Aliran Rasa Game Level 6 (Menstimulasi Matematika Pada Anak)

Batujajar
Selasa, 17 April 2018

Game level 6 menggunakan hashtag #MathAroundUs #ILoveMath dalam setiap laporannya. Mengapa? Karena ternyata memang matematika itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Kapanpun dan dimanapun AHA! momen itu bisa tiba-tiba muncul. Begitupun yang terjadi dalam masa tantangan game level 6 kemarin pada saya dan Kaysan.

Dalam tantangan kali ini saya tidak cukup berkomitmen untuk sengaja membuat rencana kegiatan yang dapat membantu saya menstimulasi kecerdasan matematis logis pada diri Kaysan. Meski begitu, ternyata saya benar-benar merasakan memang matematika itu ada dimana-mana.

Hal ini didukung pula oleh kondisi perkembangan Kaysan yang memang sedang senang berhitung dengan konsep yang mulai terbentuk. Sebelum tantangan ini dimulai, Kaysan sedang senang berhitung menggunakan bantuan media jari-jari tangannya. Konsep penambahan dan pengurangan pun sudah mulai dipahaminya. Sehingga kapanpun ada kesempatan untuk menjadikannya AHA! momen, saya selalu mengambil kesempatan tersebut.

Menghitung jatah makanan/minuman (pembagian), menghitung jumlah makanan (penambahan), menghitung jumlah makanan tersisa (pengurangan) menjadi momen-momen yang saya manfaatkan. Eh kenapa semua terkait makanan ya? Hahaha...
Bahkan beberapa hari ini Kaysan mulai masuk konsep perkalian, yaitu penjumlahan berulang.

Ini diawali saat dia dibacakan buku mengenai aqiqah bayi yang baru lahir. Kaysan sekarang tahu jika bayi yang lahir laki-laki, maka disunahkan menyembelih dua ekor kambing. Sedangkan bayi perempuan hanya satu kambing saja. Lalu saat suatu waktu tak sengaja saya sedang melihat video bayi kembar (satu laki-laki dan satu perempuan), tiba-tiba saja Kaysan membahasnya dengan mengatakan:

"Ummi, ini berarti waktu aqiqahnya kambing yang dipotongnya tiga ya mi? Kan satu bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Jadinya kambingnya tiga ya mi?"



Wow! Buat saya sih ini sebuah perkembangan yang harus disyukuri. Setelah itu saya coba dengan mengajukan pertanyaan dengan mengubah-ubah jumlah bayi kembarnya, dengan jenis kelamin yang beragam juga. Dan ternyata Kaysan bisa menjawab semuanya! Anak balita ternyata sudah bisa menyelesaikan soal cerita hehehe...

Saya semakin yakin, fitrah belajar anak-anak itu sangat besar. Hanya terkadang kita saja sebagai orangtuanya yang membuatnya kurang berkembang atau bahkan tidak berkembang hanya karena ketidaktahuan kita. Saya juga semakin yakin Allah memberikan kelebihan pada setiap anak. Meski berbeda-beda, tetapi pasti ada kelebihan yang anak miliki. Tugas kitalah untuk mengamati lalu mendukungnya mengasah kecerdasan tersebut.
Mengarahkan agar kecerdasan yang Allah titipkan itu kelak menuntunnya menjadi sebaik-baik hamba.

Semoga Allah memudahkan saya dan semua orang tua, aamiin...

Love,
dienemon

#MathAroundUs
#ILoveMath
#Level6
#AliranRasa

Selasa, 10 April 2018

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (10)

Batujajar
Selasa, 10 April 2018

Pagi tadi kami masih berada di Cimahi. Kaysan meminta dibelikan telur puyuh di warung tapi kebetulan telur puyuhnya habis. Hingga saat kami pulang ke Batujajar, Kaysan masih ingin mencari telur puyuh. Maka sepulang sholat Dzuhur di masjid bersama Abinya, mereka mampir ke warung di blok sebelah. Alhamdulillah dapat telur puyuhnya. Sesampainya di rumah Kaysan minta telurnya untuk direbus.

Saya bertanya pada Kaysan mau berapa butir telur yang direbus. Dia menjawab empat butir saja. Lalu saya meminta tolong pada suami untuk merebusnya karena saya kebetulan sedang menyetrika. Dan saya meminta dilebihkan dari empat butir telur yang direbus. Suami ternyata merebus 10 butir telur puyuh.

Saat melihat telur yang sudah direbus, Kaysan langsung berkomentar:

"Koq banyak banget telurnya? Aku kan cuma minta empat bi..."

Lalu saya jawab tidak apa-apa dilebihkan supaya kalau Kaysan mau tambah tidak perlu repot merebusnya lagi. Dan barangkali saya dan Abinya mau mencoba juga telur puyuhnya.

Saya pun memintanya untuk membuka sendiri cangkang telurnya. Melatih keterampilan motoriknya serta tentu saja saya jadikan AHA! momen. Saya bertanya memangnya ada berapa jumlah telur yang direbus oleh abinya. Dia menjawab dengan tepat bahwa ada 10 telur. Lalu saya tanya juga berapa butir kelebihan telur dari empat saja yang ia minta. Saya bantu dengan menyuruhnya memisahkan empat telur terlebih dahulu ke satu sisi kotak makan dan menghitung sisa telur di sisi yang lain. Dia pun menjawab ada kelebihan 6 butir telur.





Alhamdulillah... Anak kenyang, anak senang, anak riang, anak belajar membuka cangkang, dan anak belajar menghituang hehehe...

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunsayIIP

Senin, 09 April 2018

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (9)

Cimahi
Senin, 9 April 2018

Beberapa waktu lalu Kaysan membeli layangan di sebuah pasar kaget. Layangan kecil yang sangat sederhana sehingga dalam waktu sekejap saja layangannya sudah mulai rusak 😂
Tersangkut disana sini, jatuh disana sini pula.

Saat sobekannya sudah ada di beberapa bagian, Kaysan meminta saya untuk menempelnya dengan solatip. Saya jadikan ini sebagai AHA! momen. Ketika saya akan menggunting solatipnya, saya tanyakan harus sepanjang apa solatip yang harus saya siapkan.
Kaysan belajar mengukur dan memperkirakan. Ia menjawab:

"Untuk yang ini panjang mi, segini nih. Kalau yang ini pendek segini. Kalau yang ini pendek banget"



Itu jawabnya sambil menunjuk bagian-bagian layangan yang sobek. Saya pun membantunya merekatkan kembali bagian layangan yang sobek memakai solatip.

Ya, AHA! momen memang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KelasBunsayIIP
#MathAroundUs
#ILoveMath

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (8)

Dago Giri
Minggu, 8 April 2018

Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Kami akan pergi ke Bird & Bromelia Pavilion yang ada di daerah Dago Giri bersama sahabat keluarga kami. Acara silaturahim ini sudah beberapa kali kami adakan dan acara yang ini juga menandai setahun kebersamaan kami.

Bird & Bromelia Pavilion ini berada di dalam kawasan Pramestha Resort Town. Mereka memiliki sekitar 600 ekor burung. Bird & Bromelia Pavilion terbagi dalam 5 zona, yaitu: zona burung parkit, zona burung nuri, zona burung darat, zona unggas air, dan zona burung kicau. Kita dapat berinteraksi, memberi makan, dan berfoto bersama burung-burung disini. Selain itu, ada juga panggung bird show. 







Nah, disinilah Kaysan belajar berhitung. Eh, tepatnya ikut belajar berhitung bersama burung. Ketika burungnya diberi soal matematika, saya meminta Kaysan untuk ikut menghitungnya. Dengan semangat ia menyelesaikan soal matematika itu. Hahaha....

Alhamdulillah, meski sedang jalan-jalan, ternyata ada saja hal-hal berbau matematika yang bisa menstimulasi kecerdasan matematis Kaysan.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunsayIIP

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (7)

Cimahi
Sabtu, 7 April 2018

Hari ini kami ada di Cimahi. Kaysan yang rambutnya sudah mulai tidak rapi, saya ajak pergi ke tukang cukur. Dia semangat sekali, bahkan sudah terus mengajak sejak pagi padahal sepagi itu tukang cukurnya pun belum ada. Saya katakan pada Kaysan bahwa kami baru akan pergi pukul 09.00. Kaysan memang sudah sedikit kenal dengan konsep waktu. Dan kebetulan sudah kenal pada penampakan pukul 9 pada jam dinding. Karena itu adalah waktu tidur malam yang biasa saya terapkan untuknya.

Tepat pukul sembilan, Kaysan mengajak saya pergi. Meski kali ini kami harus berjalan kaki karena suami saya sedang bekerja, Kaysan tetap semangat. Sebelum pergi, Kaysan berfoto terlebih dahulu dengan keponakan saya. Saya manfaatkan juga momennya untuk menanyakan konsep tinggi rendah.



"Lebih tinggi siapa ya, coba Kaysan berdiri disitu sama Fadli"

"Tinggian aku lah mi"

Hehe..

Kami pun pergi ke tukang cukur. Setelah antri, akhirnya tiba giliran Kaysan. Saya mengatakan pada tukang cukurnya supaya rambut bagian pinggir jangan dipotong terlalu tipis. Kaysan mendengar saat saya mengatakan itu. Dan saat tukang cukur memotong rambut bagian pinggirnya, Kaysan berkata:

"Om, jangan terlalu tipis yaa kata Abi"

Lalu saat sedang dipotong itu, dia berkata lagi, kali ini bertanya pada saya.

"Euh ketipisan. Ummi, ini ketipisan ngga?"



Hahaha... Saya pun menjawab bahwa itu cukup dan tidak terlalu tipis, sudah sesuai dengan arahan dari Abinya. Barulah dia tenang. Alhamdulillah, Kaysan sudah paham tentang tebal tipis berarti ya.. .

Agenda cukur pun selesai. Di perjalanan pulang, Kaysan meminta jajan di warung. Kaysan memilih Oreo dan ingin membeli sebanyak dua bungkus. Saya memintanya untuk membayar sendiri. Seperti biasa ketika saya memintanya untuk membayar sesuatu, saya harus menambahkan keterangan "uangnya kembalian / tidak". Kali ini uangnya pas. Kaysan pun langsung memberikan uangnya pada bapak pemilik warung



Alhamdulillah, ternyata perjalanan ke tukang cukur pun mengajarkan matematika pada Kaysan ya 😂

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunsayIIP

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (6)

Batujajar
6 April 2018

Satu dari beberapa buku baru Kaysan adalah sebuah buku berjudul "Main, Yuk!". Dalam buku tersebut kita bisa melihat beragam alternatif kegiatan yang menarik untuk dilakukan bersama anak. Hari ini saya melihat-lihat buku tersebut dan mengajak Kaysan untuk melakukan salah satu alternatif kegiatannya. Tentu saja kegiatan yang ada unsur matematikanya. Kali ini saya mengajak Kaysan membuat alat musik.

Berikut beberapa foto dan video yang sempat saya abadikan:









Kaysan senang sekali, tentu saja. Anak mana yang tak senang bermain air, kan?
Kaysan belajar konsep volume air saat saya memintanya mengisi gelas dengan ketinggian air yang berbeda. Belajar berhitung saat meneteskan pewarna makanan pada air. Selain itu tentu saja belajar mengasah kemampuan motoriknya.
Alhamdulillah... Matematika memang ada dimana-mana 😊

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#MathAroundUs
#ILoveMath
#KuliahBunsayIIP


Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (5)

Cimahi
5 April 2018

Siapa yang tak kenal Kirana anaknya ibuk Retno Hening?
Para mamah muda yang memiliki akun Instagram sih biasanya tahu ya... Saya pun menjadi follower akun ini sudah cukup lama. Usia Kirana itu tak jauh dengan usia Kaysan. Banyak hal positif yang bisa saya ambil dari akun Instagram ini.

Beberapa waktu lalu ibuk nya Kirana menceritakan strategi agar Kirana bisa patuh pada screen time. Dalam sehari Kirana hanya boleh menonton selama 1 jam. Untuk mengaturnya, ibuk membuat enam buah pin. Satu buah pin bisa ditukar dengan 10 menit waktu menonton. Kirana diberi kebebasan untuk memilih menggunakannya secara langsung sampai habis atau mau menggunakannya sedikit demi sedikit.
Menurut ibuknya, cara ini cukup efektif diterapkan pada Kirana. Kirana patuh pada screen time dengan cara menukar pin tersebut. Dan bahkan Kirana sempat tak mau menonton agar pin nya bisa dia pegang (kebetulan ibuknya membuat pin yang lucu sehingga Kirana merasa sayang saat harus menukarnya).


Singkat cerita, saya ingin mencoba menerapkannya pada Kaysan. Aturan ini berlaku saat Kaysan ada di rumah nenek. Karena di rumah kami, TV memang susah lama sekali tidak dinyalakan dan Kaysan juga sudah terbiasa tidak mengakses YouTube di rumah.
Apakah berhasil?

Kaysan senang ketika saya ceritakan apa yang akan kami lakukan. Dia bahkan yang semangat membuat kuponnya. Dia juga melihat saat saya memberi nomor pada kupon, yaitu angka 1 - 6. Disini Kaysan belajar lagi simbol angka.





Aturan dijalankan, dia meminjam telepon seluler saya untuk dipakai menonton. Saya menceritakan padanya bahwa nanti saya akan memberi info jika waktunya sudah habis. Jika begitu, dia harus menghentikan aktifitas menontonnya sejenak untuk memutuskan apakah akan terus menonton atau tidak. Dia menurut. Saat waktu 10 menit habis, dia berhenti sejenak. Tapi ternyata terus ingin melanjutkan menonton hingga kuponnya sudah berkurang tiga buah. Disini Kaysan belajar konsep menukar, konsep pengurangan, dan konsep waktu.

Begitu terus hingga kuponnya habis. Wah, saya pikir saya sudah berhasil. Tapi nyatanya, Kaysan masih tetap ingin menonton lagi beberapa kali. Dan saya, juga ternyata belum siap dengan aturan ini dan akhirnya masih membolehkannya untuk menonton lagi beberapa kali. Hehehe... Saya tahu saya salah. Mudah-mudahan kami bisa lebih berkomitmen di masa yang akan datang.

Love, 
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs


Rabu, 04 April 2018

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (4)

Batujajar
Rabu, 4 April 2018

Hari ini Kaysan bermain bersama temannya di rumah kami. Mereka tadinya membaca buku bersama lalu tak lama Kayla, teman Kaysan, meminta untuk bermain lego pipa saja. Kayla lalu meminta Kaysan membuat satu bentuk yang ada di kertas contoh.

Kaysan melihat bentuk contoh yang Kayla maksud lalu berkata

"Kayla, kalau mau bikin ini, lego yang beloknya kurang. Ngga akan cukup. Aku cari dulu ya sebentar..."





Lalu Kaysan menanyakan pada saya kemana sisa lego yang ia miliki. Kebetulan memang saya yang membereskan beberapa keping lego itu. Karena tidak menemukan tempat yang seharusnya, saya memasukkannya ke dalam sebuah keresek.

Setelah saya tunjukkan, Kaysan pun mulai menyusun legonya kembali dan akhirnya bisa membuat bentuk seperti yang ada di kertas contoh.

Alhamdulillah, Kaysan ternyata sudah bisa memperkirakan seberapa banyak dan keping lego apa saja yang ia butuhkan untuk menjadikannya sebuah bentuk tertentu.

Selain itu, praktek matematika juga terjadi  (lagi-lagi) saat menyangkut makanan. Hahaha...

Tadi sore saya membuat camilan yang kami sebut "julung" (singkatan dari keju gulung). Saya menggoreng 18 buah julung. Jumlah yang saya rasa pas untuk kami bertiga. Saat Kaysan akan memakan julungnya, saya memberitahunya bahwa jatah julung bagi masing-masing kami adalah sebanyak enam buah. Saya dan Kaysan pun mulai menikmati julungnya.

Sementara itu suami yang baru saja pulang kerja masih menyemprot motor di luar rumah. Tadi sore memang hujan turun cukup deras. Khawatir jatah suami saya termakan, saya pun meminta Kayanya untuk memisahkan julung-julung tersebut. Saya menanyakan sisa julung yang ia miliki setelah ada beberapa yang ia sudah makan.

"Kaysan udah makan berapa?"

"Dua"

"Jadi punya Kaysan sisa berapa? Enam dikurangi dua sisanya ...?"

(Kaysan memulai menghitung menggunakan jari)

"Aku empat lagi mi"

Kaysan juga menanyakan berapa banyak julung yang telah saya makan dan kebetulan jumlahnya sama. Ia pun mulai memisahkan julung-julung tersebut.
Sambil menikmati satu buah julung lagi, saya pun memfotonya. Hehe..

Mudah-mudahan Kaysan semakin cakap bermaterikan ya...

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs


Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (3)

Batujajar
Selasa, 3 April 2018

Sekitar sepuluh hari yang lalu, saya memesan sebuah rak buku. Buku-buku milik saya dan suami selama ini belum memiliki tempat yang layak. Koleksi buku Kaysan pun bertambah. Meja kecil yang selama ini dipakai untuk menyimpan buku Kaysan sudah tak bisa lagi menampungnya. Maka dari itu saya dan suami memutuskan untuk membeli sebuah rak buku.

Hari ini, rak itu datang. Kaysan, seperti biasa, begitu penasaran dengan paket yang datang. Ia ingin segera membukanya. Tapi saya memintanya untuk sedikit bersabar menanti abinya pulang bekerja. Mengapa? Karena rak ini tidak dikirim utuh melainkan harus dirakit terlebih dahulu.

Segera setelah suami saya pulang, kami pun mulai membongkar kardus dan mulai merakit mengikuti instruksi yang sudah disediakan. Ternyata ini memakan waktu yang cukup lama. Baru di malam hari kami selesai merakitnya dengan sempurna.

Saat proses perakitan, Kaysan banyak bertanya dan tentu saja ingin terlibat. Salah satunya saat akan menempelkan "kancing". Kaysan menyebutnya kancing karena bentuknya memang menyerupai kancing. Sebenarnya ini adalah penutup lubang-lubang yang ada di rak, supaya rak terlihat rapi.

Kaysan ingin menempelkan semuanya sendiri. Lalu saya memintanya untuk membagi kancing tersebut kepada saya dan suami agar pekerjaan lebih cepat selesai. Kaysan setuju. Lalu saya memintanya untuk membagi-bagi kancing tersebut. Saya menstimulasinya dengan menempatkan tiga buah kancing dengan jarak yang cukup.

"Kaysan bagi-bagi yah, yang untuk ummi disini, ini untuk abi, ini untuk Kaysan. Nanti kita tempel bareng-bareng"

Kaysan bisa menangkap apa yang saya maksud dan inilah foto dan video saat ia membagikan kancingnya.




Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsay
#ILoveMath
#MathAroundUs