Sabtu, 09 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (10)

Batujajar
Sabtu, 9 Desember 2017

Kemarin adalah hari yang bersejarah. Tiba-tiba Abi mengajak Kaysan untuk berenang. Kaysan bahagia sekali. Memang kami belum pernah mengajaknya ke kolam renang lagi setelah kunjungan perdana di tahun 2014. Kala itu, Kaysan yang masih berusia 1 tahun ternyata belum berani mencoba. Setelah itu di bulan Oktober kami pernah menghadiri acara kumpul komunitas di rumah pribadi yang memiliki kolam renang mini. Disanalah terlihat ternyata Kaysan sudah mulai antusias untuk berenang.

Kemarin Kaysan sangat antusias. Di depan loket dia sudah mencopot sandal, padahal belum sampai di area kolamnya. Begitu memasuki area kolam, Kaysan langsung membuka celana, meninggalkan begitu saja celananya di lantai pintu masuk hahaha.. 

Setelah bersiap-siap dahulu bersama Abi, Kaysan akhirnya langsung nyebur ke kolam. Kebetulan waktunya bersamaan dengan jadwal berenang anak sekolah sebuah TK. Jadilah disana ramai sekali. Kaysan di kolam di bawah pengawasan abinya, tapi saya tetap ikut mengawasi dan sering merasa khawatir. Teriak ini itu pada abinya jika saya rasa kondisi Kaysan sudah kurang aman. 

Melihat anak yang lain memakai ban pelampung, Kaysan pun ingin memakai ban pelampung. Nah saat itulah, ummi sebenarnya khawatir karena ini pengalaman pertama Kaysan dilepas tanpa dipegang. Tapi teringat tugas kita untuk memotivasi. Akhirnya saya coba hilangkan perasaan itu dan mempercayai kalau Kaysan bisa. Lagipula, ada abinya yang mengawasi dalam jarak dekat. Alhamdulillah ternyata Kaysan sangat menikmati aktifitasnya di  kolam renang. Ia berani kesana kemari hanya dengan bantuan pelampung. Untuk ke sekian kali saya harus berkata: 

Ternyata dia bisa!
Saya harus percaya!



Love,
dienemon

#HariKesepuluh
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Kamis, 07 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (9)

Batujajar
Jumat, 8 Desember 2017

Kemarin Kaysan ngapain ya?
Atau lebih tepatnya, kemarin ummi ngapain ya?
Kemarin, saat melihat ada mangkok kecil plastik bekas Kaysan ngemil, ummi meniatkan diri untuk kembali melatih diri ummi juga melatih Kaysan. Iya, ummi akan meminta Kaysan yang mencucinya.

Sebenarnya sudah pernah beberapa kali Kaysan mencoba mencuci piring, tapi biasanya saya minta dia mengerjakannya di kamar mandi karena posisi bak cuci piring masih terlalu tinggi untuk dia. Kali ini, saya membolehkannya mencuci piring di bak cuci piring. Ia saya minta untuk naik ke kursi plastik agar tingginya jadi sesuai. Mendengar saya memintanya untuk cuci piring, Kaysan nampak sedikit tak percaya. Mungkin dalam pikirannya dia berkata

"Sumpeh loh, mi? For real???"

Hehehe...



Saya membersamainya, mencoba memberitahu cara mencuci mangkok yang ia pegang. Kaysan nampak senang sekali bisa diberi kepercayaan untuk mencuci piring. Yang ia cuci kemarin dua mangkok kecil dan dua sendok kecil. Selesai mencuci, Kaysan bilang

"Sekarang aku udah bisa ya mi... Nanti klo ada piring plastik yang kotor lagi, semuanya aku yg cuci. Kan aku udah bisa!"

Selain mencuci piring, kemarin Kaysan juga membantu ummi lagi membuat kue. Kali ini kami membuat kue SAEMPRIT. "Kue yang sedikit donk" kata Kaysan hahaha...
Kaysan membantu persiapan, saat mengaduk adonan dan memberi choco chip pada kue.




Alhamdulillah, pada tantangan melatih kemandirian ini justru ummi lah yang banyak belajar.
Belajar mempercayainya anak, melatih kesabaran, melatih kepekaan terhadap keinginan besar dari Kaysan untuk bisa melakukan banyak hal, dan lain-lain. Semoga ummi dan Kaysan sama-sama banyak belajar dari tantangan game level 2 ini.

Love,
dienemon

#HariKesembilan
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Rabu, 06 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (8)

Batujajar
Kamis, 7 Desember 2017

Tak terasa tantangan game level dua kuliah bunsay sudah sampai hari ke-8. Setelah di sepekan kemarin  fokus di melatih Kaysan dalam bab makan sendiri, di hari ke delapan sebenarnya ummi masih bingung bab apa lagi yang sekiranya lebih prioritas untuk dilatihkan setelah makan sendiri. 

Teringat materi bahwa anak usia 3-5 tahun itu sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya, seperti meniru perilaku orang dewasa dan ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya, maka ummi memilih untuk fokus dalam bab ini. Sebenarnya, ini sih ummi yang berlatih. Berlatih untuk mulai percaya pada Kaysan dan berlatih kesabaran dalam prosesnya. Hehe...

Kemarin, malam hari, Kaysan merengek meminta ummi membuatkan kue manis untuknya. Sudah dinego agar meminta abi membawa oleh-oleh saja sepulang kerja, Kaysan tidak mau. Inginnya kue buatan ummi. Demi tidak mendengar lagi rengekannya, eh, demi mulai berlatih melatih kemandirian Kaysan dan kesabaran ummi, akhirnya ummi mengiyakan. 

Ummi meminta Kaysan untuk ikut membantu menyiapkan bahan-bahan kue. Ia sudah terbiasa bertanya, apa saja bahan yang diperlukan dan juga bertanya "Udah googling resepnya belum mi?" Hahaha...

Ia membantu saya membawakan tepung terigu, membawakan gunting, membawakan mentega, mengeluarkan timbangan dari kardus, membawakan tepung maizena dari tempatnya,  membawakan tisu, serta membawakan telur. Saat semua bahan sudah dimasukkan ke dalam wadah dan siap dikocok menggunakan mixer, dia yang membantu membawa wadahnya ke ruang tamu (berhubung stop kontak di dapur tak bisa dipakai). Ummi deg-degan sebenarnya, tapi berlatih memberi Kaysan kepercayaan. Alhamdulillah wadahnya bisa sampai dengan selamat 😂

Tibalah saat mencetak kue. Ummi yg mencetak dan ummi memberi Kaysan tugas untuk memberi topping keju parut yang sudah ummi siapkan. Ummi yang merupakan orang tipe visual, sangat diuji ketika Kaysan menaruh kejunya berantakan hahaha... Lagi-lagi, ummi berlatih. Sambi terus memberi contoh, ummi membiarkan Kaysan melakukan tugasnya. 

Alhamdulillah akhirnya kue selesai dicetak dan masuk oven. Melihat wadah-wadah dan peralatan yang digunakan untuk membuat kue berserakan di lantai, Kaysan ternyata berinisiatif membereskannya.

"Ummi, ini udah selesai dipake semuanya?"

"Iya udah, tinggal dibakar di oven kan kuenya. Kenapa?"

"Yaudah aku beresin ya mi, aku simpen ke tempat cuci piring"



Wah..... Alhamdulillah. Ummi bahagia, sesi pelajaran hari ini berujung manis hehe...

Setelah kue matang, Kaysan senang sekali. Lalu tanpa diminta, dia berkata 



"Terima kasih ummi cantik sudah membuatkan kue untukku"

Ah, sepertinya malam ini ummi akan tidur nyenyak sekali hahaha...

Love,
dienemon

#HariKedelapan
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Selasa, 05 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (7)

Batujajar
Rabu, 6 Desember 2017

Tantangan melatih kemandirian di game level 2 kuliah Bunda Sayang IIP memberi arahan untuk melatih satu keterampilan dalam satu pekan (one week, one skill). Maka hari ini adalah hari terakhir Ummi melatih kemandirian bab makan sendiri pada Kaysan. Mudah-mudahan waktu satu pekan ini cukup sebagai permulaan bagi Kaysan agar di waktu yang akan datang lebih mandiri lagi dalam hal makan sendiri. 

Kali ini kami sudah pulang lagi ke rumah. Seperti biasa Kaysan enggan jika diajak pulang. Ia lebih betah jika sedang berada di rumah neneknya. Tapi alhamdulillah akhirnya dia mau diajak pulang meski di menit-menit terakhir. Setelah sholat Dzuhur, kami baru bisa pulang ke rumah. Sesaat kemudian, Abi sudah pergi kerja. 

Sebelum pulang tadi, nenek (seperti biasa) memberi oleh-oleh untuk dibawa ke Batujajar. Kali ini kami dibawakan buah-buahan. Ada mangga, jeruk, dan pir. Sore hari, Kaysan meminta mangga nya. Sementara Ummi menyiapkan pisau dan piring, Kaysan diminta untuk menyiapkan garpu. Ia membawa dua garpu, satu untuknya dan satu untuk Ummi. Setelah buah mangga nya dikupas, saya memintanya untuk tetap makan di meja meski hanya makan buah. Ini dia fotonya:



Alhamdulillah, mangga nya habis dimakan Kaysan dan Ummi. Kaysan sempat memikirkan Abinya. Dia bilang karena Abi tidak kebagian mangga, nanti Abi makan jeruknya saja. Hehe...

Itulah cerita Kaysan hari ini. Mulai besok, Ummi akan melatih keterampilan yang lain lagi pada Kaysan. Kira-kira apa ya? 
Kita lihat besok 😉

Love,
dienemon

#HariKetujuh
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Senin, 04 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (6)

Cimahi
Selasa, 5 Desember 2017

Kemarin kami masih ada di Baros. Pagi hari Ummi dan Abi harus ke bank untuk mengurus sesuatu. Dan seperti sudah diduga ternyata menghabiskan waktu yang lama sekali. Kombinasi sempurna dari hari Senin setelah long weekend dan di awal bulan. Tak ada kursi tunggu yang kosong. Sehingga sepulang dari bank, kami memutuskan untuk tetap di Baros saja karena sudah hampir dekat ke waktu Abi harus pergi kerja.

Saat disini, Kaysan memang biasanya agak sulit dikondisikan. Beberapa aturan yang biasa diterapkan di rumah, seperti tak berlaku disini hehe... Termasuk urusan makan. Seperti kondisi kemarin saat Ummi harus pergi, ternyata Kaysan masih disuapi makannya. Atau saat hanya ditinggal bersama nenek dan uwa, tentu saja mereka lebih memilih menyuapi Kaysan daripada anak titipan ini kelaparan hehe...

Tapi kemarin alhamdulillah Ummi berhasil membujuk Kaysan untuk makan sendiri seperti di rumah. Karena tidak ada meja yang sesuai ukurannya untuk Kaysan, akhirnya Ummi memanfaatkan apa saja yang ada. Dan inilah Kaysan saat makan sendiri di rumah nenek. 



Ya, Kaysan makan dengan duduk di lantai dan menggunakan meja darurat yaitu kursi plastik kecil. Alhamdulillah ini tetap memudahkan dia untuk makan sendiri. Ada kemauan, ada jalan. Memang kitalah ternyata yang harus tetap kreatif mencari cara dalam melatihkan kemampuan apapun terhadap anak. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

Love,
dienemon

#HariKeenam
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Minggu, 03 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (5)

Cimahi
Senin, 4 Desember 2017

Hari Minggu kemarin, saya mengikuti acara yang dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.00. Beberapa hari sebelumnya, saya memberitahu Kaysan mengenai acara ini. Acara ini sebenarnya memperbolehkan saya untuk membawa anak tapi saya merasa durasinya terlalu lama untuk Kaysan ikut. Apalagi bentuk acaranya sebenarnya pelatihan yang menuntut saya untuk lebih fokus. Maka, setelah mengadakan dialog khusus dengan Kaysan, hehe, dicapailah kesepakatan bahwa Kaysan akan dititip saja di rumah neneknya.

Sebagai hadiah karena dia sudah setuju untuk ditinggal, maka saya dan suami mengatur jadwal agar di pagi hari kami sempat mengunjungi pasar kaget Minggu. Itupun juga dengan perjanjian di awal. Bahwa Kaysan hanya boleh memilih satu permainan saja dan membeli satu jenis makanan saja. Kenapa? Karena saya harus memastikan waktunya cukup untuk saya menghadiri acara tepat waktu. 

Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana. Pagi hari kami sempat mengunjungi satu pasar kaget. Pulang ke rumah nenek, kami masih sempat beristirahat sebelum akhirnya saya bersiap untuk pergi diantar oleh suami. Suami sebenarnya juga harus masuk kerja lembur tapi masuknya siang hari yaitu pukul 12.00. Jadi setelah suami mengantar saya, ia masih bisa membersamai Kaysan.

Menurut suami, Kaysan menuruti apa yang saya anjurkan. Yaitu pergi ke tukang cukur untuk memotong rambutnya sekalian memotong rambut suami. Setelah itu mandi. Tapi, saat makan siang, suami menyuapi dia 🤣
Dalam kondisi seperti ini saya juga jadi agak sulit memaksa suami. Karena mungkin dia juga melihat situasi dan kondisi di rumah ibu saya. Kaysan mungkin akan lebih memilih menolak makan daripada harus susah-susah makan sendiri. Baiklah, ini mungkin harus jadi evaluasi ke depannya. Mengatur strategi agar dimanapun berada, Kaysan tetap mau berusaha menjadi mandiri.

Sore hari saat saya baru saja pulang, Kaysan meminta untuk dibelikan baso. Dia meminta uang dan pergi sendiri ke  tukang baso keliling yang berjarak sekitar 7 meter saja dari rumah nenek. Dia pun makan sendiri basonya, tapi saya tidak sempat mengabadikannya karena saya juga sibuk makan baso. Hehehe...



Pun ketika malam hari dia memakan keripik singkong, Kaysan mengambil sendiri piring kecil yang akan digunakannya. Alhamdulillah, meski di siang hari ada latihan yang terlewat, di sore dan malam hari Kaysan mau berlatih lagi. 

Love,
dienemon

#HariKelima
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tantangan Melatih Kemandirian (4)

Cimahi
Minggu, 3 Desember 2017

Sabtu kemarin saya tidak masak lauk pauk untuk makan siang. Saya harus pergi untuk acara di pagi hari bersama Kaysan dan saat kembali ke rumah, waktu sudah hampir siang. Saya tidak punya bahan masakan untuk diolah. Maka solusinya adalah meminta tolong suami yang bekerja setengah hari saja untuk mampir sepulang kerja membeli lauk. Kaysan mendapat lele goreng yang dia suka.



Alhamdulillah, seperti terlihat dalam foto, Kaysan masih mau tertib administrasi makan sendiri di meja. Karena lauknya ikan lele goreng, saya memintanya untuk hati-hati. Pada awalnya dia bisa memilih bagian mana yang tidak ada durinya. Tapi lama kelamaan, dia meminta bantuan saya untuk memilihkan daging ikan yang tak ada durinya.

Entah keputusan saya tepat atau tidak, meski teringat poin jangan memberi bantuan terlalu cepat, saya tetap membantunya. Saya pikir memang ini sudah layak untuk dibantu, demi keselamatannya hehe... Melatih anak mandiri menurut saya juga tetap harus memperhatikan faktor keselamatan. Seperti halnya anjuran untuk mengatur rumah agar ramah anak yang artinya memudahkan anak. Maka mengatur agar makanan yang akan dimakan oleh anak dalam kondisi yang memang mudah untuk disantap sendiri juga setara dengan itu. 

Setelah saya memisahkan daging ikan yang sudah aman dari duri, Kaysan melanjutkan makannya sampai habis. Alhamdulillah...
Lanjutkan berlatihnya ya, Kei!

Love,
dienemon

#HariKeempat
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 02 Desember 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (3)

Batujajar
Sabtu, 2 Desember 2017

Jumat kemarin bertepatan dengan hari libur dalam rangka peringatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Hujan sudah turun dari pagi hari. Sehingga keinginan jalan-jalan harus berbenturan dengan kondisi alam. Akhirnya pagi hari hanya kami habiskan di rumah saja.

Jelang siang cuaca mulai bersahabat, kami pun akhirnya memutuskan untuk pergi keluar. Tujupan pertama adalah rumah nenek karena waktunya sudah dekat dengan saat sholat Jumat. Setelah itu, barulah kami pergi jalan-jalan. Kali ini jatah Kaysan untuk jalan-jalan, tak lain dan tak bukan pastinya Kaysan meminta diajak ke tempat permainan anak.

Setelah bermain, Kaysan yang memang belum sempat makan siang di rumah (nenek), meminta untuk membeli makan siang. Sebelum memesan makan, saya mengingatkan dan memotivasinya untuk makan sendiri seperti biasa. Kaysan mengiyakan. Barulah kami memesan makanan.

Setelah pesanan makanan datang, Kaysan pun makan sendiri dengan lahap. Alhamdulillah, meski kondisinya berbeda (makan di luar rumah) Kaysan tetap mau melatih kemampuannya. 



Love,
dienemon

#HariKetiga
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian