Selasa, 25 September 2018

Fitrah Seksualitas (6)

Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 6: Diona, Iis, Karnesia, Ratna, Titi Esti

Kelompok 6 mengangkat tema: mempersiapkan anak menuju aqil baligh

Apa pengertian aqil baligh?
Aqil baligh berasal dari Bahasa Arab yaitu aqala (berakal) dan balagha (sampai). Aqil baligh yaitu usia dimana seseorang telah dibebani hukum syariat (taklif), mampu mengetahui atau mengerti hukum tersebut (Ensiklopedia Hukum Islam).
Bisa juga diartikan orang yang sehat dan sempurna pikirannya, dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban yang dibolehkan dan yang dilarang serta yang bermanfaat dan yang merusak (Alim, 2010).

Apa ciri pada anak laki-laki?
Keluar mani, tumbuh kumis, tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan, tumbuhnya jakun, suara lebih besar, dada melebar, kulit lebih kasar.

Apa ciri pada anak perempuan?
Keluar darah haid, payudara dan panggul membesar, rambut tumbuh di ketiak dan kemaluan, kulit relatif lebih halus.

Pada masa ini, ayah harus memberi suplai maskulinitas (SM) dan ibu memberi suplai feminitas (SF) dengan perbandingan sebagai berikut:
Anak laki-laki: 75% SM + 25% SF
Anak perempuan: 75% SF + 25% SM
Proses ini dilakukan di rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.

Mengapa kita perlu menyiapkan anak-anak menghadapi masa aqil baligh?
1. Kebutuhan remaja agar mengetahui organ reproduksinya
2. Kebutuhan remaja agar mengetahui tentang seksualitas dan memahami perilaku seksual
3. Mencegah dampak dari perilaku seksual
4. Agar remaja mampu mengendalikan dorongan seksual sesuai kaidah Islam
5. Sebagai bekal kelak ketika mereka menikah

Bagaimana cara mempersiapkannya?
1. Orangtua harus punya nilai yang jelas
2. Disampaikan secara bersahabat
3. Jaga komunikasi
4. Bicara fakta dan keyakinan
5. Dorong rasa bangga pada diri anak
6. Selingi dengan humor

Pada diskusi kali ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana mempersiapkan anak kita sedini mungkin menyoal fitrah seksualitasnya. Diingatkan juga betapa di lingkungan terdekat pun kita sudah menghadapi berbagai tantangan. Poin penting hasil diskusi yang saya ingat betul yaitu kita harus memperkuat akidah, prinsip, jati diri yang ada pada diri anak kita supaya anak tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh dari luar. Tentu saja dengan tak lupa senantiasa mendoakan anak-anak kita, menitipkannya kepada penciptanya. Semoga anak-anak kita bertumbuh berkembang sesuai fitrahnya. Aamiin. 

Love,
dienemon

#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar