Sabtu, 28 Juli 2018

Be Creative (2)

Hari kedua tantangan ini enaknya main apa ya? Masih sama seperti hari kemarin, saya harus memanfaatkan bahan-bahan yang memang tersedia di rumah orang tua saya untuk mengajak Kaysan beraktifitas bersama.

Oya, kemarin kami membeli suatu produk pakaian untuk Kaysan yang pada kardus kemasannya terdapat gambar kepala beberapa anak laki-laki. Kardusnya cukup tebal sehingga saya pikir kardus bekas itu tak mudah rusak. 



Saya mengajak Kaysan membuat sesuatu dari kardus bekas tersebut. Terus terang saja saya belum terpikir akan dibuat menjadi apa. Tapi saya yakin idenya akan datang kemudian dan langkah pertama yang akan saya lakukan adalah menggunting gambar kepala tersebut sehingga terpisah satu sama lain.



Benar saja, sambil menggunting gambar tersebut, akhirnya saya mendapat ide untuk menjadikannya semacam boneka kertas dengan cara menempelkan gambar kepala tersebut pada salah satu ujung stik es krim. Tapi kami tidak memiliki stik es krim disana. Aha! Kardus bekas bagian belakang masih bisa digunakan. Lalu kami gunting sisa kardus tersebut menyerupai stik.
Selanjutnya Kaysan yang bertugas menempelkan gambar kepala pada stik kardus. Dia tempelkan satu per satu sampai selesai.




Lalu saya tanya bagaimana jika bonekanya dibuat lebih menarik lagi. Kaysan menyampaikan ide untuk membuat baju untuk boneka tersebut. Ide yang bagus tapi sayang kami kekurangan bahan. Saya meminta Kaysan memberi ide lain. Dia lalu berkata:

"Yaudah lah mi, dimainin gini aja, jadi kaya main wayang"

"Oh yaudah oke Kei"

Tiba-tiba ide lain muncul. Saya berpikir boneka-boneka itu bisa juga jadi alat peraga matematika.


Lalu saya juga mendapat ide untuk memberi nama boneka-boneka tersebut dengan nama teman-temannya Kaysan. Kaysan setuju. Dan lagi-lagi ide datang. Saya meminta Kaysan yang menuliskan sendiri nama teman-temannya. Kaysan bersemangat.





Alhamdulilah dari satu jenis prakarya bisa dipakai untuk bermacam tujuan. Dan yang paling penting, hari ini kami bisa mengasah kreativitas kami kembali seperti hari kemarin.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#HariKe2
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative
#Level9

Kamis, 26 Juli 2018

Be Creative (1)

Sampai hari ini ketika dimulainya tantangan game level 9, kami masih belum pulang ke rumah. Kami masih ada di rumah orangtua saya. Saya pun tidak memaksakan diri untuk memulai tantangan di hari pertama ini mengingat jika sedang berada disini saya kekurangan alat dan bahan untuk mengajak Kaysan melakukan kegiatan bersama saya. Kaysan pun disini lebih senang bermain dengan yang lain dibanding bermain dengan saya.

Tapi lalu saya tersadar, bahwa tantangan kali ini justru untuk mengasah kreativitas saya sebagai ibu karena fitrah anak-anak itu sudah kreatif. Saya tidak boleh menyerah dengan keadaan. Saya hanya harus berpikir lebih kreatif lagi.

Pertolongan datang saat Kaysan jajan ke warung dekat rumah. Dia ternyata membeli stiker mobil-mobilan yang harganya seribu rupiah. Saya pun berpikir bagaimana caranya stiker ini bisa menjadi jalan untuk kami berkegiatan bersama. Saya ingat bahwa sekarang banyak sekali dijual buku stiker. Buku yang dijual dengan harga yang lumayan mahal. Buku dengan kertas yang cukup tebal dan stiker dengan kualitas yang baik memang pasti membutuhkan biaya yang tak murah dalam pembuatannya. Ide pun muncul di kepala, saya akan mengajak Kaysan membuat sendiri buku stiker.

Saya sampaikan rencana saya dan Kaysan setuju. Kami akan membuat lahan parkir mobil menggunakan kertas HVS.

Saya mengawali dengan membuat gambar jalan di tengah kertas. Selanjutnya Kaysan yang mengerjakan. Dia mulai menempel stiker satu per satu lalu membuat garis pemisah antar mobil.
Ada satu momen ketika dia membuat garis juga di sisi pinggiran kertas, yang menurut saya itu tak perlu. Saya pun spontan mengatakan:

"Itu ngga usah Kei, kan di pinggir. Jadi ngga usah dikasih garis klo yang sebelah situ mah"

"Ih ya biarin atuh mi, kan ini pembatasnya mi.."



Ups! Seketika saya sadar. Saya harus terbiasa membiarkannya berimajinasi dan meminimalisir sikap menyalahkan atau melarang seperti itu. Saya pun meralat ucapan saya dan membiarkannya melakukan hal itu.

Kaysan melanjutkan kegiatannya lalu ketika lahan parkir yang ada ternyata tidak cukup, Kaysan mengatakan akan membuat loteng saja supaya satu lahan yang biasanya untuk satu mobil jadi cukup untuk menampung dua mobil.






"Aku buat garisnya dulu ya mi..  Nih disini aja ya mi, jadi cukup parkirannya"

Oh ya, sebelumnya Kaysan juga yang memiliki ide untuk menggunakan halaman belakang saja sehingga kami tidak perlu menambah kertas HVS lagi.



Akhirnya semua stiker mobil itu dapat tertampung. Kaysan senang sekali. Dia menunjukkan hasil karyanya pada kakak saya dan pada neneknya.

Alhamdulilah, hari ini akhirnya ada kegiatan yang bisa kami lakukan dalam upaya mengasah kreativitas kami berdua.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#HariKe1
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Rabu, 25 Juli 2018

Be Creative (Resume)

Game level 9 di kelas BunSay IIP kali ini cukup menarik. Materi diberikan dalam bentuk diskusi yang harus dibuat resumenya. Mengapa seperti itu? Karena materi kali ini tentang berpikir kreatif. Jadi tim fasilitator pun tidak langsung memberikan materi utuh seperti biasa agar para mahasiswi bisa mencoba kreatif membuat sendiri resume materinya.

Yang terlintas pertama kali adalah membuat doodle yang berisi informasi materi berpikir kreatif. Tapi keterbatasan alat tulis membuat saya mengurungkan niat itu. Alat-alat tulis saya ada di rumah sementara saya sekarang masih tinggal di rumah orangtua.

Saya coba mencari ide lain. Lalu datanglah ide untuk tidak benar-benar merangkum atau menuliskan kembali sepotong materi yang diberikan tim fasilitator. Saya ingin mengubahnya ke dalam bentuk yang lain namun esensinya masih sama. Toh, materi kali ini tentang berpikir kreatif. Dan untuk berpikir kreatif kita harus mau mencoba berpikir sesuatu yang lain dari biasanya. 

Ini sebenarnya salah satu kegiatan yang memang saya senangi. Mencari kalimat bijak / kutipan untuk digabungkan dengan sebuah foto. Saya cukup sering melakukannya di akun Instagram saya. Dan inilah jadinya resume materi yang buat:

Oya, semua foto milik sendiri ya 😉




















Love,
dienemon





Sabtu, 14 Juli 2018

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (10)

Hari ini Kaysan sudah jajan di warung dekat rumah neneknya. Di sore hari, lewatlah penjual roti. Kaysan meminta izin untuk membeli roti tersebut. Seperti biasa ia ingin membeli roti sandwich rasa bluberi dengan harga Rp. 4.500.

Saya mengizinkannya dan memberi uang pas. Seperti biasa dia bertanya apakah uangnya pas atau tidak.

Lalu sepupunya yang satu tahun lebih tua usianya dari Kaysan juga ikut membeli roti tersebut. Ia memaksa orangtuanya untuk membeli dua buah roti.

Kaysan yang sudah duluan membeli satu bungkus roti jadi tergoda dan meminta saya untuk mengizinkannya membeli dua roti seperti kakak sepupunya.

Saya menolak. Saya mencoba memberinya pengertian bahwa itu berlebihan. Apalagi dia sudah menghabiskan beberapa rupiah sebelumnya ketika jajan di warung. Kaysan merengek. Sebenernya saya mengerti itu karena dia "kabita" melihat kakak sepupunya, hal yang wajar yang dialami seorang anak kecil.

Tapi saya ingin Kaysan juga mengerti, bahwa kita tak selalu harus sama dengan orang lain. Mengingatkannya juga dengan sikap tak boleh boros. Bahwa ia sudah membeli ini dan itu yang jika dijumlahkan sudah lumayan banyak uang yang dikeluarkan. Kaysan masih merengek.

Saya coba lagi mengobrol dengannya. Saya katakan besok dia boleh membeli lagi jika memang mau. Tapi tidak membeli sekaligus dua bungkus di hari ini. Kaysan melunak. Akhirnya dia tidak memaksa dan hanya membeli satu bungkus roti saja.

Alhamdulilah. Semoga Kaysan menjadi pribadi yang cerdas finansial di kemudian hari. Bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Bisa menentukan skala prioritas. Bisa mengolah uang dengan bijak dan tak boros. Serta tak lupa hanya meminta dan bersyukur atas keberkahan rezeki kepada Allah SWT.

Love,
dienemon

#HariKe10
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (9)

Cerita hari ini kembali ke soal pilihan jajajan Kaysan hahaha...
Dia meminta hari ini untuk membeli martabak mini. Lalu kebetulan saya dan kakak saya juga ingin membelinya.

Saya pun berkata padanya bahwa saya ingin membeli dua martabak mini dan kakak saya juga ingin membeli dua. Kaysan pun ingin membeli dua. Lalu dia menghitung sendiri.

"Jadinya pesen 6 ya mi?"

"Iya"

Lalu dia keluar dan melakukan kebiasaannya saat jajan di penjual yang lewat depan rumah, yaitu menanyakan jumlah uang yang harus dibayar.
Ini sudah saya biasakan sebelumnya. Di rumah Batujajar pun dia akan melakukan hal itu. Tadi pun ia menanyakan kepada penjual martabak berapa uang yang harus dia bayarkan. Lalu meminta uangnya kepada saya.

"Ummi, minta uangnya enam ribu"

Saya pun memberikan uang pas enam ribu rupiah. Lalu Kaysan melakukan kebiasaan lainnya yaitu bertanya "Ummi, ini kembalian ngga?" Saya pun menjawab itu tidak perlu kembalian karena uangnya sudah pas.

Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin nampak sederhana tapi saya berharap bisa berdampak baik. Dengan terbiasa menanyakan terlebih dulu harga barang/makanan yang ingin dibeli, jadi kita bisa mengukur kemampuan diri apakah bisa membeli barang/makanan tersebut dengan uang yang kita punya. Lalu juga terbiasa teliti dengan memperhatikan detil transaksi semacam jumlah uang kembalian dan mengecek barang/makanan yang dibeli.

Love,
dienemon


#Level8
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (8)

Hari ini Kaysan memaksa ingin ikut mengantar saya ke klinik. Saya sudah berencana untuk pergi sendiri saja dan menitipkan Kaysan di rumah neneknya. Saya khawatir akan repot jika saya membawanya ke klinik seorang diri karena kebetulan suami sedang bekerja.

Tapi ternyata Kaysan memaksa ikut. Akhirnya salah seorang kakak saya menawarkan diri untuk ikut serta agar bisa menemani saya menjaga Kaysan di klinik.

Di klinik Kaysan meminta izin membeli minuman yang disimpan di sebuah show case. Saya memberi uang sepuluh ribu dan memintanya untuk membelinya sendiri. Saya memberitahunya untuk membayar ke bagian apotek yang ada di dekat show case minuman dingin tersebut.

Dia dengan senang hati pergi menuju tempat minuman itu. Tapi lalu kakak saya menyusulnya.
Lalu kakak saya bercerita, tadi Kaysan bertanya pada ibu yang menjaga apotek.

"Ini harganya berapa?"

"Enam ribu"

"Hmm... Berarti ini uangnya pas (sambil memberikan uang sepuluh ribu yang ia bawa)"

"Engga donk de, kembalian uangnya"

Lalu ia menerima kembaliannya dan kembali duduk di ruang tunggu dokter.

Saya dan kakak membahas kejadian tadi dengan Kaysan. Memintanya untuk menghitung kembali. Memintanya menghitung 10 dikurangi 6. Ia pun menghitungnya dan menjawab bahwa hasilnya adalah 4. Lalu kami mencoba menjelaskan dan menyambungkannya dengan kejadian tadi saat ia membeli minuman. Kaysan pun tertawa sambil berkata "Oh iya bener mi... Ini juga uang kembaliannya dua ribu sama dua ribu"

"Iya, coba sekarang hitung dua ditambah dua berapa?"

"Empat. Berarti ini empat ribu. Bener ya mi kembaliannya. Yeay!!!"

Hehehe, alhamdulillah hari ini Kaysan belajar menghitung pembayaran transaksi. Ia juga belajar mandiri. Besok-besok kita coba lagi ya Kei...

Love,
dienemon

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (7)

Apakah hari ini Kaysan menepati janjinya lagi?

Ya, sebelum datang siang hari ia sudah memilih lagi. Katanya hari ini ia akan membeli cireng saja. Nah tapi kali ini saya tak bisa langsung mengiyakan. Berhubung Kaysan sedang batuk, saya mencoba bernegosiasi. Saya mengatakan jika ia memakan cireng maka itu tak bagus bagi kondisi kesehatannya yang sedang batuk.

Kaysan awalnya menolak, tapi pada akhirnya ia setuju. Ia mengubah keputusannya, katanya ia akan membeli martabak mini saja. Saya mengizinkan.

Ketika siang datang, penjual cireng sudah datang, penjual es krim sudah datang. Keduanya dibiarkan berlalu. Kami menunggu penjual martabak. Tapi ternyata ia tak kunjung datang. Duh, saya cukup khawatir. Kaysan bisa protes nih 😂

Sampai sore hari, benar saja penjual martabak tak juga datang. Kaysan akhirnya meminta izin untuk membeli baso saja sebagai pengganti. Ia berkata "Ummi, kan aku ngga jadi beli martabak, boleh ngga aku ganti aja jadi beli baso ditusuk ya mi?"

Alhamdulilah... Saya tadinya sudah bersiap kalau dia akan menangis karena kecewa. Tapi ternyata ia mau menggantinya dengan baso.

Alhamdulilah... Sudah tiga hari Kaysan mau menahan diri untuk tidak jajan berlebihan. Lagi-lagi ini hal yang harus saya syukuri. Meski terlihat sepele tapi semoga bisa menjadi dasar untuk membentuk kecerdasan finansial Kaysan di kemudian hari.

Love,
dienemon


#Tantangan10Hari
#HariKe7
#Level8
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#KuliahBunsayIIP

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (6)

Hari ini sejak pagi Kaysan sudah ingat akan kesepakatan kami kemarin soal penjual makanan. Ia mengatakan kepada saya kalau hari ini ia memilih untuk membeli martabak mini saja. Saya mengiyakan.

Saat siang hari, benar saja ketiga penjual makanan itu datang hampir berbarengan lagi. Dan hari ini penjual cireng yang data g lebih dulu. Saat penjual cireng lewat, ia menatap saya sambil tersenyum. Saya mengerti kodenya. Lalu saya mengingatkan kalau ia sudah memilih untuk membeli martabak mini. Iya pun membiarkan penjual cireng berlalu meski penjualnya sempat berhenti cukup lama di depan rumah (karena ia tahu kami suka membeli).

Lalu datanglah penjual es krim, kali ini Kaysan sendiri yang mengatakan "Aku kan udah milih martabak ya mi" lalu penjual es krim pun berlalu. 

Dan akhirnya yang ditunggu pun datang. Kaysan membeli martabak mini. 

Alhamdulilah, bagi saya ini sesuatu yang harus diapresiasi. Karena Kaysan sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga besok juga Kaysan masih kooperatif. 

Love, 
dienemon


#Tantangan10Hari
#HariKe6
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (5)

Kaysan sebetulnya memiliki sebuah celengan plastik berbentuk ayam di rumah. Ia cukup rajin mengisinya meski tak selalu diingatkan. Saat tantangan ini dimulai, saya seketika teringat akan celengan itu. Celengan itu ada di rumah sementara kami beberapa waktu terakhir masih tinggal di rumah orang tua saya.
Kondisi kesehatan saya memang sedang kurang baik. Sehingga kami lebih memilih untuk sementara tinggal di rumah orang tua saya.

Karena kondisi ini juga, jujur saya tak bisa menyiapkan pelaksanaan tantangan ini dengan baik. Saya hanya bisa mencoba menyisipkan nilai-nilai cerdas finansial ini dalam kegiatan sehari-hari yang terjadi. Tapi alhamdulilah, ternyata selalu ada jalan untuk mencoba menerapkan tantangan ini.

Saat kami tinggal di rumah orang tua saya, cukup sulit untuk mengontrol keinginan Kaysan untuk jajan. Disini banyak sekali penjual ini itu lewat di depan rumah. Warung pun banyak. Dan juga ada partner ini crime Kaysan yang semakin mendukung ia untuk bisa jajan setiap hari.

Dengan kondisi seperti ini, saya hanya berusaha melakukan apa yang saya bisa. Dan hari ini, kesempatan itu terjadi.

Ceritanya, Kaysan sudah punya langganan penjual eskrim cone disini. Bahkan ia sudah hafal jadwal kedatangan penjual es krim tersebut. Dan tadi, saat ia membeli es krim, datang juga penjual martabak mini dan penjual cireng. Kaysan ingin membeli ketiganya. Saya tentu tak mengizinkannya.

Saya mengingatkannya untuk tak berlebihan saat jajan. Jika besok terjadi lagi seperti itu (penjual makanan datang berbarengan), saya meminta ia untuk memilih. Alhamdulilah Kaysan bisa menahan diri dan setuju dengan apa yang saya katakan. Akhirnya hari ini ia hanya membeli es krim langganannya.

Oke, kita lihat besok ya, mudah-mudahan Kaysan menepati janjinya untuk tak jajan berlebihan.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#HariKe5
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (4)

Suatu hari Kaysan melihat tayangan video yang menampilkan mobil mewah Alp*ard. Sejak saat itu Kaysan mengatakan kepada saya bahwa ia ingin memiliki mobil itu suatu hari nanti. Dan sejak itu pula saya mengaminkan harapannya serta memotivasinya untuk rajin menabung.

Seperti terjadi hari ini, ketika kami kebetulan ada di tengah kemacetan saat keluar sebuah gerbang tol untuk suatu keperluan. Kaysan sangat antusias menunjuk setiap mobil impiannya terlihat melintas. 

Kesempatan ini saya manfaatkan untuk kembali memotivasinya. Saya coba mengingatkannya bahwa Allah lah yang memberi rezeki. Maka jika dia menginginkan sesuatu, yang harus dilakukannya adalah berdoa dan berusaha. Begitupun dengan keinginannya untuk memiliki mobil impiannya.

Obrolan kami semacam ini sudah kerap terjadi. Di beberapa kesempatan, Kaysan bisa diarahkan untuk tidak banyak jajan dengan alasan ini. Tapi juga tak jarang walaupun sudah diingatkan ia tetap ingin jajan. Meski begitu, saya insya Allah akan tetap mencoba mengingatkannya soal hakikat rezeki yang semua datang dari Allah dan bagaimana cara menjemputnya dengan cara yang berkah.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#HariKe4
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari