Senin, 08 Oktober 2018

Fitrah Seksualitas (Aliran Rasa)

Fitrah seksualitas adalah istilah yang mungkin tidak terlalu familiar di telinga kita sebelumnya. Itu sebelum akhirnya banyak penggiat parenting, pemuka agama, psikolog, dan beragam orang dari bermacam disiplin ilmu mulai mengenalkannya kepada kita.

Bahasan yang dulu dianggap tabu itu (sampai kini pun sebagian masih menganggapnya tabu) mulai dikupas tuntas di seminar-seminar, talk show, kulwap, kulgram, dan lain-lain. Pembahasan mengenai topik ini mencuat sebagai respon atas kondisi zaman yang sudah semakin memprihatinkan.

Tim dapur Ibu Profesional pun menjadikan topik ini menjadi salah satu tema tantangan yaitu di game level 11. Tantangan yang berbeda dengan tantangan-tantangan sebelumnya. Kami diminta untuk mencari sendiri materi terkait untuk kemudian mendiskusikannya dengan teman sekelompok yang sudah ditentukan dan kemudian mempresentasikannya di kelas.

Sebelum menceritakan apa yang saya rasakan tentang materi fitrah seksualitas itu sendiri, saya ingin menyampaikan bahwa baru di game kali ini saya merasa lebih dekat dengan semua mahasiswi di kelas Bunda Sayang Batch #3 Bandung 1. Saya akhirnya bisa menyimpan nomor kontak teman-teman, bisa melihat foto teman-teman, bisa menyaksikan semua orang "berbicara" saat presentasi di dalam kelas. Alhamdulillah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan? Hehe...

Lalu di tantangan ini pula, materi dibahas hingga 10 kali. Jika biasanya pembahasan atau diskusi materi itu hanya dilakukan satu kali saat fasilitator memberikan materi, kali ini materi dibahas hingga 10 kali (sejumlah kelompok yang dibentuk oleh fasilitator). Dengan cara ini, materi yang kami dapat jadi sungguh kaya. 

Mengenai fitrah seksualitas itu sendiri, dari beragam informasi yang saya dapat di setiap presentasi, saya semakin yakin bahwa pendidikan fitrah seksualitas itu sangat penting diberikan oleh orang tua kepada anaknya di rumah dan dimulai sejak dini.

Sebelum jauh memberikan pendidikan fitrah seksualitas kepada anak, tentu orangtuanya lah yang harus memberdayakan diri, memperkaya diri dengan ilmu seputar topik ini. Dengan begitu, orang tua tidak lagi gagap, bingung ketika dihadapkan pada situasi-situasi tak biasa yang sebenarnya memang bagian dari tahapan berkembangnya fitrah seksualitas anak.

Kasus-kasus seksualitas sudah sangat memprihatinkan. Beberapa contoh kasus nyata kemarin dipaparkan dalam diskusi-diskusi di kelas dan itu sangat mengerikan. Semoga hal ini membangun kesadaran kita semua.

Kita mulai di keluarga kecil kita. Orangtua yang berilmu insya Allah akan mendidik anak sesuai fitrahnya. Sehingga kelak lahirlah generasi-generasi peradaban dari rumah kita. Generasi yang saleh dan muslih. Bukan generasi yang mudah terombang-ambing arus zaman. Dengan menggunakan rumus 3M milik Aa Gym, mari kita mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai sekarang juga.
Insya Allah, generasi peradaban itu akan lahir dari rumah kita! Aamiin.

Love,
dienemon

#GameLevel11
#FitrahSeksualitas
#BundaSayang
#AliranRasa




Tidak ada komentar:

Posting Komentar