Sabtu, 22 September 2018

Fitrah Seksualitas (3)

Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 3: Alienda, Marlitha, Nurul Nurwianti, Siti Komariah, Vinny

Hari ini presentasi memasuki hari ketiga. Sayangnya, hari ini sedang tidak bisa menyimak langsung diskusi di grup karena saya harus mengurusi kepulangan ibu yang beberapa hari ini dirawat di rumah sakit. Tapi alhamdulillah bisa membaca hasil diskusi grup kemudian meski tak terlibat aktif dalam presentasinya. Dan ternyata, kelompok 3 ini mengambil salah satu sub bahasan dari topik fitrah seksualitas. Mereka mengupas fenomena tantangan fitrah seksualitas di era digital. Sub bahasan yang sangat relevan dengan apa yang terjadi sekarang ini. 

Diskusi dibuka dengan menampilkan contoh kasus yang sempat viral di Indonesia, yaitu mengenai sebuah video yang merekam seorang anak perempuan sedang menonton film porno menggunakan handphone sementara ia sedang berada di dekat orangtuanya, serta salah satu pelecehan yang dialamatkan pada seorang penyanyi via media sosial. 

Fenomena ini ternyata dipengaruhi salah satunya oleh faktor kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membuat anak-anak mudah mengakses internet. Permasalahannya, mereka sering mendapat informasi yang seharusnya belum mereka dapatkan, misal informasi mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Sehingga malah menjadi menyesakan karena tak ada bimbingan dalam menyerap informasi tersebut. 
Menurut sebuah survey, memang internet sekarang menjadi pilihan sumber ilmu yang terpercaya dan cukup memuaskan termasuk dalam menjawab permasalahan seks, reproduksi, dll. Sedikit saja orang yang langsung bertanya pada ahlinya misal dokter atau anak-anak yang berani membahas dengan orangtua di keluarganya. Lagi-lagi karena sebagian menganggap hal ini tabu. Padahal anak-anak inilah yang paling sering mengakses internet.


Berangkat dari fenomena tersebut kita menjadi tahu bahwa membangkitkan fitrah seksualitas pada anak sangatlah penting. Kenapa? Karena hal ini akan mempengaruhi masa depan anak-anak, lebih jauh lagi mempengaruhi peradaban. Maka orangtua harus mau memberikan pendidikan fitrah seksualitas ini di rumah agar anak mendapat informasi yang tepat dan sesuai tahapan usianya dan bukan mendapatkan informasinya secara sembarangan melalui akses internet.

Bagaimana langkah-langkah pendampingan yang bisa dilakukan oleh orangtua?
1. Perhatikan usia anak terlebih dahulu
2. Pendidikan seks untuk anak sekolah dasar idelanya fokus pada pengenalan anggota tubuh dan fungsinya serta bagaimana menghargai tubuh mereka sendiri
3. Jangan menunggu sampai anak bertanya
4. Pastikan anak tahu kepada siapa dia bisa menceritakan hal-hal personalnya
5. Berusahalah untuk jujur saat anak bertanya tentang seksualitas seperti "dari mana bayi berasal?"
6. Banyak membaca referensi seputar seksualitas bersama anak sesuai usianya

Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 3 semakin mengingatkan saya untuk terus belajar. Teknologi semakin maju, maka kita sebagai pengguna teknologi pun cara berpikirnya harus semakin maju. Teknologi hadir untuk memudahkan urusan manusia, maka jangan sampai teknologi malah menghancurkan manusia. Memelihara kedekatan dengan anak-anak insya Allah bisa menjadi salah satu cara untuk bisa meminimalisir dampak negatif dari kemajuan teknologi. 

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar