Rabu, 14 November 2018

Keluarga Multimedia (4)

Siapa tak kenal dengan aplikasi Instagram? Saya termasuk orang yang tak langsung menggunakan Instagram sesaat setelah kemunculannya meski saya sangat tertarik saat itu. Saya senang memotret meski tak punya keterampilan memotret yang baik. Sejak dulu sebelum menikah, saya menikmati saat bisa menangkap momen dan mengabadikannya lewat foto. Album foto di akun Facebook pun cukup banyak dan setiap album juga memiliki jumlah foto yang juga banyak. Lalu mengapa saya tak segera membuat akun Instagram? Karena ponsel saya saat itu belum mendukung, hehe... Setelah saya memiliki ponsel yang mendukung untuk memasang aplikasi ini, saya langsung memasangnya.

Menurut artikel yang saya baca, pengguna Instagram sudah mencapai 1 miliar. Saya pun merasakan bahwa kini saya lebih sering menggunakan Instagram dibanding dengan Facebook. Beberapa teman saya yang ingin membatasi diri dalam bermedia sosial, memilih untuk menonaktifkan Facebook tapi tetap mempertahankan Instagram. Instagram semakin hari memang semakin memanjakan penggunanya. Mungkin ini sebabnya sekarang orang lebih memilih untuk aktif di Instagram.

Kenapa sih, aplikasi Instagram harus turut diulas pada tantangan level 12 ini? Memangnya ada gunanya untuk mendukung produktivitas saya sebagai ibu? Atau memangnya ada gunanya untuk mendukung pendidikan anak?

Saya akan menjawab: Ya!

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya senang memotret. Dan tentu saja Instagram seperti wadah yang sangat tepat untuk itu, kan?
Saya banyak mengunggah foto disana. Dari mulai foto makanan, foto pemandangan, foto barang, dan tentu saja foto kegiatan saya dan keluarga.
Hingga detik ini jumlah postingan saya sudah mencapai 1500 postingan. Banyak sekali ya? Mungkin bagi beberapa orang itu berlebihan, tapi setiap orang punya sudut pandang dan alasannya sendiri kan?

Seperti halnya media sosial yang lain, Instagram memberi pilihan pada penggunanya untuk mengatur privasi akun. Ini yang membuat saya nyaman. Akun Instagram saya gembok yang artinya orang tidak bisa sembarangan melihat akun saya. Dari sekian ratus pengikut yang saya izinkan untuk mengikuti akun saya, saya bisa jelaskan dengan baik siapa saja mereka itu. Jangankan di Instagram yang hanya berjumlah ratusan, dalam akun Facebook pun yang jumlah temannya jauh lebih banyak dari itu, saya pastikan saya bisa menjelaskan satu per satu siapa saja mereka itu. Beberapa tidak saya kenal secara pribadi di akun Facebook, tapi saya tahu alasan saya berteman dengan akun tersebut. Misal ada akun-akun penjual produk yang saya butuhkan. Nah, di Instagram ini saya jauh lebih selektif. Saya betul-betul hanya mengizinkan orang yang saya kenal secara pribadi saja untuk mengikuti akun saya. 

Selain memotret, saya juga sebenarnya senang menulis. Jadi perpaduan mengunggah foto dan memberi caption menjadi suatu hal yang GUE BANGET!
Meski karakternya terbatas, tapi Instagram bisa memuat caption yang cukup panjang untuk bisa menceritakan kejadian yang terabadikan dalam foto yang diunggah. Disini saya bisa menuangkan ide yang ada di kepala saya. Saya memiliki blog ini tapi saya sampai saat ini masih nyaman untuk bisa menuangkan ide dalam akun Instagram saja. Terasa lebih praktis bagi saya dibandingkan jika saya harus membuat tulisan di blog. Dan kegiatan menulis caption ini saya nikmati. Mungkin bisa dikatakan, ini salah satu saya melakukan me time. Pepatah mengatakan: "to write is to heal". Ini yang saya lakukan. Sebagaimana dulu saya menggunakan fitur catatan di Facebook.

Karena lingkaran pertemanan yang lebih selektif pula, kini saya lebih memilih untuk bercerita, memberi info, menuangkan ide dan sebagainya lewat status Instagram atau dikenal sebagai Insta Story dibanding jika harus memasang status di WhatsApp, misalnya. Saya ingin berbagi, tapi saya pun memilih untuk tidak membaginya ke sembarang orang. Dan sebagaimana WhatsApp, Instagram pun memungkinkan kita untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat Insta Story kita. Bahkan kita bisa membuat kategori "teman dekat" sehingga bisa memudahkan kita jika hanya ingin membagi Insta Story itu untuk beberapa orang terdekat saja.

Fitur Insta Story juga sangat menarik. Kita bisa mengunggah foto, video, teks, bahkan siaran langsung. Selain itu setelah kita memilih foto/video/teks misalnya, kita bisa menambahkan emoji, lokasi, waktu pengambilan gambar, penanda suhu, GIF, stiker, dan lain-lain. Fitur boomerang dalam Insta Story juga biasanya menjadi fitur favorit yang dipilih orang.

Saat akan mengunggah sebuah atau beberapa foto sekaligus, Instagram pun memberikan pilihan untuk mengedit foto tersebut. Tanpa memerlukan aplikasi editor foto, fitur ini memungkinkan kita untuk mengedit foto secara instan. Caranya pun sungguh mudah. Kita tinggal memilih saja dari pilihan yang ada.

Selain membantu saya untuk berbagi cerita, menuangkan ide memotret, ide menulis, Instagram juga menjadi media yang membantu saya untuk membeli barang secara online. Kemudahan mencari barang yang dicari bisa dilakukan dengan melakukan pencarian memakai fitur hashtag (#) atau tanda pagar. Begitu kita menuliskan kata kunci dengan didahului tanda pagar, maka Instagram akan memunculkan semua postingan yang memuat kata kunci tersebut. Saya lebih nyaman berbelanja dengan cara ini dibanding berbelanja di market place. Tentu saja dengan berhati-hati dan waspada melihat akun penjualnya.

Terakhir, dengan Instagram ini pula saya bisa mendapat ilmu dari akun-akun yang saya ikuti. Beragam disiplin ilmu bisa didapat disini. Akun-akun yang membahas tentang pendidikan umum dan pendidikan Islami, kesehatan, resep masak, info traveling, info sekolah, pengetahuan umum, berita daerah, berita nasional, berita internasional, berita olahraga, life-hacks, DIY, dan masih banyak lagi. Semua bisa dilakukan dengan mengikuti akun yang kita inginkan atau hanya sekedar dengan mencarinya menggunakan hashtag.

Begitulah beberapa gambaran alasan mengapa saya memasukkan Instagram ini sebagai salah satu aplikasi yang saya ulas pada tantangan level 12 ini. Karena memang Instagram telah menjadi bagian keseharian saya saat ini. 

Semoga bermanfaat.

Love, 
dienemon

#Tantangan10HariKUliah
#Level12
#











Tidak ada komentar:

Posting Komentar