Rabu, 16 Desember 2020

Aliran Rasa Wisatawan Asyik

Menjadi wisatawan asyik di Transcity Harmoni IP adalah sebuah pengalaman baru. Pengalaman sebelumnya mengikuti jenjang perkuliahan mulai dari kelas matrikulasi berlanjut ke kelas bunda sayang tidak memakai konsep baru ini. Maka tentu saja ada proses adaptasi yang harus saya hadapi disini. 

Transcity  Harmoni IP memakai platform grup FB sebagai platform utama. Ini juga merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Sudah sempat saya ceritakan bahwa tentu saja ada kebingungan di awal namun seiring berjalannya waktu alhamdulillah saya bisa mengikuti alurnya.  Sedikit demi sedikit saya mempelajari fitur-fitur yang ada di sebuah grup FB. Sehingga lama kelamaan saya menjadi terbiasa. 

Selanjutnya saya pun beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Transcity Harmoni IP yang diatur sedemikian rupa menjadi berbagai wahana permainan. Konsep yang saya rasa dibuat agar para anggota menjadi lebih bahagia menjalankan segala kegiatan disini. Dimulai dengan pelabelan anggota dengan nama "wisatawan" lalu misi-misi yang diberi nama "wahana". Dan itu berhasil. 

Saya pribadi merasa belum bisa memberikan yang terbaik dalam menjalankan misi yang harus dilakukan. Tapi alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikannya juga sesuai tenggat waktu yang diberikan. 

Dan kini saya sudah sampai di akhir perjalanan  saya di Transcity Harmoni IP. Saatnya mempersiapkan diri untuk proses berikutnya. 

Semoga Allah memudahkan segala prosesnya, aamiin. 

Berikut saya tampilkan stamp asyik yang sudah saya peroleh:





Sabtu, 12 Desember 2020

Misi Wahana Banana Boat

 Adakah peran lain yang sedang atau ingin dimainkan selain peran utama menjadi mahasiswi? 


Saat ini peran yang saya ambil hanya menjadi mahasiswi yang menunggu perkuliahan Bunda Cekatan dimulai. Belum ada peran lain yang saya ambil atau saya ingin ambil. 


Bagaimana perasaan menjalankan peran tersebut? 


Dengan segala tantangan yang ada, saya berusaha tetap bahagia menjalankan peran sebagai mahasiswi di IIP. 


Aktivitas apa yang dilakukan untuk menjaga CoC dan adab berkomunitas? 


Selama ini saya berusaha patuh terhadap CoC dan adab berkomunitas. Menjadi bagian dari komunitas ini berarti saya harus mengikuti aturan dalam komunitas. 


Jika bertemu teman yang tak memegang CoC dan adab komunitas bagaimana? 


Mengingatkan terlebih dahulu dengan cara yang baik secara pribadi dan jika dirasa masih belum ada perbaikan maka mengikuti prosedur yang ada dengan menyampaikan kepada pihak yang berwenang dalam komunitas. 


Sabtu, 21 November 2020

Jurnal Petualangan Wahana Perahu Kano

 Apa tujuan mengikuti perkuliahan buncek? 

Melanjutkan apa yang sudah dimulai. Di awal berniat ingin menempa diri untuk menjadi diri yang lebih baik dengan cara yang bahagia sehingga bisa menambah kebermanfaatan diri untuk orang lain. 


Mengapa harus mengikuti program perkuliahan itu? 

Karena saya merasa sudah menjalani program yang tepat dan cocok untuk diri saya. Program perkuliahan IP yang sudah dijalani terbukti bisa memacu diri untuk mengasah konsistensi dan komitmen dan juga membuka cakrawala. Sehingga saya ingin melanjutkan ke program perkuliahan selanjutnya. 


Apakah yakin program ini baik, benar dan bermanfaat? 

Ya, saya yakin. Program ini disusun oleh tim yang sedari awal niatnya adalah untuk kebaikan. Program ini pun dijalankan dengan aturan-aturan yang jelas. Dan program yang berawal dari sebuah niat baik dan dijalankan dengan benar, insya Allah akan mendatangkan kemanfaatan yang luar biasa. 


Jika di tengah perjalanan ternyata menemukan hal yang sebaliknya?

Saya akan melakukan self talk lagi dan mencoba mengevaluasi apa yang terjadi.


#PetualanganWahanaPerahuKano

#WisatawanHotelAsyik

#TranscityHarmoni

#InstitutIbuProfesional




Senin, 03 Agustus 2020

Jurnal Belanja Pasar Ilmu

04.08.2020

Jurnal belanja? Hmm... Apa ya kira-kira jurnal belanja itu? Setelah mengecek arti jurnal di KBBI ternyata artinya itu buku harian atau catatan harian. Jadi jika digabungkan dengan kata "belanja" mungkin bisa bermakna "catatan harian belanja".

Dalam konteks Pasar Ilmu Ibu Profesional, saya mungkin akan mengartikannya sebagai catatan perjalanan saya dari awal hingga kini sudah tiba di Pasar Ilmu dimana sedang diadakan pekan bazar ilmu.

Baiklah, saya akan memulai dengan cerita bahwa saya adalah member lama Ibu Profesional yang belum mengikuti tahap herregistrasi di batch pertama. Saya menghadapi kendala teknis saat itu.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dibukalah kesempatan kembali untuk melakukan herregistrasi. Saya ikuti setiap tahapannya, melengkapi persyaratan yang diminta lalu menunggu proses verifikasi.

Tibalah hari dimana e-mail verifikasi telah saya terima! Alhamdulillah... Saya dinyatakan lolos verifikasi dan bisa mengikuti Foundation 9. Untuk bisa mengikutinya saya diarahkan untuk bergabung dalam super grup Facebook Ibu Profesional.

Disanalah proses Foundation ini dimulai. Memulai dengan sedikit kebingungan, saya berusaha untuk bisa mengikuti tahapannya satu per satu. Alhamdulillah dengan bantuan dari tim pramuwiyata yang menyajikan informasi begitu lengkap, saya akhirnya mulai menikmati alur Foundation 9 (F9) ini.

Di F9 inilah dikenalkan istilah Pasar Ilmu. Dimana saya menjadi pelanggan setianya. Pramuwiyata menghadiahi kami sebuah Tote bag F9 yang bisa kami gunakan nanti saat berbelanja, supaya ilmunya tidak tercecer! Hehe...

Pekan pertama merupakan pekan orientasi yang berlangsung dari tanggal 20-24 Juli 2020. Disana kami dikenalkan pada pedoman perilaku Ibu Profesional, dikenalkan pada sekretariat nasional, serta manajerial diri dalam belanja ilmu. Pada tahap ini, saya akhirnya tak lagi bingung dengan istilah IP, IIP, komponen, sekjen, integrator, dan lain sebagainya. Di akhir periode ini, pramuwiyata menghadiahi kami dengan voucher promo! Hehe...

Pekan kedua merupakan pekan parade promo ilmu. Setelah mengetahui bahwa ada 5 komponen dalam IP New Chapter, di pekan ini kelima komponen tersebut dikupas tuntas. Foundie Talk hadir untuk memberi kesempatan kepada kami menyimak penjelasan secara langsung tentang masing-masing komponen. Meski saya tak selalu bisa mengikuti Foundie Talk secara langsung, saya bisa menyimak kembali siaran tundanya. Tujuan dari pekan parade promo ilmu ini adalah memberi gambaran kepada para pelanggan tentang ilmu-ilmu yang ada di IP untuk kemudian nanti dipilih sesuai kebutuhan masing-masing. Karena bahagiaku dan bahagiamu itu bisa sama tapi bisa juga berbeda. IP memberi kesempatan kepada para ibu untuk menemukan bahagianya dengan memilih ilmu yang tepat.   Setelah pekan ini selesai, pramuwiyata lagi-lagi memberi hadiah berupa discount bazaar. Tapi katanya, ini hanya untuk para pelanggan yang setia konsisten mengikuti tahapan di F9 ini.

Nah membuat jurnal belanja ini, sebetulnya adalah tantangan yang diberikan oleh pramuwiyata sebelum kami masuk ke pekan berikutnya yang merupakan pekan yang ditunggu-tunggu yaitu pekan bazaar ilmu.

Tanggal 3 Agustus kemarin, pekan bazaar ilmu ini dimulai. Dibuka dengan Foundie Talk yang spesial karena menghadirkan langsung founder IP yaitu Pak Dodik dan Ibu Septi. Pak Dodik dan Ibu Septi menceritakan kembali awal mula IP ini lahir, kemudian bertransformasi menjadi IP new chapter dan mengingatkan kami untuk nanti memilih ilmu yang sesuai yang bisa membuat kami bahagia di pekan bazaar ilmu ini.

Lalu saya pun bertanya pada diri, kira-kira saya akan berbelanja di counter ilmu yang mana. Setelah berpikir untuk beberapa waktu, sampai detik ini insya Allah saya akan memilih Institut Ibu Profesional. Saya juga sebenarnya tertarik dengan counter Komunitas IP, namun saya harus mengukur diri dan harus bisa menempatkan prioritas.

Mengapa saya memilih IIP?

Alhamdulillah saya sudah melewati tahapan kelas matrikulasi dan kelas Bunda Sayang sebelum IP new chapter ini hadir. Dengan segala dinamikanya, saya bisa menikmati proses belajar di kelas-kelas ini. Ada rasa haru dan bahagia saat bisa mengikuti proses wisuda sebagai penanda kelulusan. Saya ingin menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

Terlebih lagi, kini IIP disajikan dengan lebih menarik. Pulau Harmoni, Pulau Cahaya, Kepulauan Rahayu adalah bagian dari IIP. Sebuah peta playground yang terlihat sangat harmonis, aman, damai, tenteram.

Nanti setelah memutuskan saya akan berbelanja di counter IIP lalu berhasil melakukan check out, semoga saya bisa menjadi pelanggan yang bertanggung jawab dan tentunya menjadi pelanggan yang bahagia. Sebagai pelanggan yang bahagia, kelak kebahagiaan itu juga bisa saya bagi pada orang di sekitar saya terutama pada pelanggan utama saya yaitu suami dan anak-anak. Aamiin.

Seperti kata Ibu Septi: for things to change, I muat change first!

Berarti untuk bisa menebarkan aura bahagia pun, diri kita sendiri harus bahagia terlebih dahulu. Begitu kan?!

Selamat berbahagia dalam memilih ya rekan-rekan seperjuangan di F9 ini...




Senin, 27 Juli 2020

Aliran Rasa Foundation IP #9


Hey, biasanya video Kaysan yang muncul dalam feed akun ini ya? Kali ini Ummi pun membuat video, lebih tepatnya video kolaborasi.
.
Kolaborasi bersama siapakah gerangan? Bersama teman-teman baru sesama pelanggan setia Pasar Ilmu Ibu Profesional dari berbagai penjuru negeri.
.
Setelah dihadiahi tas F9 oleh para pramuwiyata dan mengikuti pekan orientasi, kami mulai bisa membayangkan kira-kira nanti akan berbelanja apa di Pasar Ilmu. Gambarannya divisualisasikan lewat video #passthebagchallenge ini...
.

Dan ternyata, setelah berhasil menyelesaikan 4 unit yang dipersiapkan tim pramuwiyata, kami juga dihadiahi kejutan berupa voucher promo yang ada di slide ke-2 dalam postingan ini. Ibu-ibu mana yang tak suka voucher promo ya kan... 😍


.
Oya, untuk berbelanja di "pasar" yang satu ini memang beda ya... Persiapannya banyak sekali 😅 Bahkan mungkin terlihat rumit bagi sebagian orang. Bagi saya sendiri pun ini terlihat sangat rumit pada awalnya.
.
Tapi ternyata ketika berusaha konsisten mengikuti langkahnya setahap demi setahap, pada akhirnya semua bisa dilewati juga. Alhamdulillah... Bahagia sekali ketika berhasil menekan tombol "selesai" di setiap sub-unit yang ada. Tahapan yang panjang ini justru nanti pada akhirnya akan memudahkan kami.
.
Mulai hari ini, 27 Juli 2020, kami memasuki pekan promo/parade ilmu. Disini nanti kami akan lebih mengenal ilmu-ilmu yang ditawarkan di Pasar Ilmu.
.
Untuk apa?
.
Agar nanti kami bisa memilih ilmu yang sesuai dengan kebutuhan dan keunikan diri kami masing-masing dan tak kalap dalam berbelanja.
.
.
Oke deh, saya mau lihat-lihat dulu promonya yaa...
Kira-kira mana yang pas di hati dan akan membuat bahagia 😍
.
.
#Aliran_Rasa #FoundationIP_9 #Ibu_Profesional #Pasar_Ilmu_Ibu_Profesional #Bahagia_Bersama_Ibu_Profesional

Rabu, 19 Juni 2019


Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga PNS

Disampaikan pada Keputrian Muslimah LIPI, 13 Juni 2014

Oleh @Kaukabus Syarqiyah, SE, MSE, CFP (Perencana Keuangan
Independen #Kikautalk)

Resume oleh:
Lintang Dwi Febridiani


Gaji PNS mungkin memang terlihat kecil, namun selain gaji pokok, PNS juga menerima pemasukan-pemasukan lain seperti tunjangan, SPD, remunerasi, uang makan dll, sehingga, take-home-pay nya bila dihitung ternyata cukup besar juga. Inilah yang menjadi “kekurangan” system penggajian PNS, ketika gaji tidak berasal dari 1 pintu, tidak brek sekalian, kecil-kecil tapi sering, hal ini menimbulkan “stimulus buying” di mana ada keingingan untuk belanja saat menerima uang. Perilaku seperti inilah yang seringkali menjadi “kebocoran” di keuangan rumah tangga. Merasa tidak punya uang hingga selalu menanti uang ini cair, uang itu turun, rapel ini keluar, dll Begitu ada yang cair, langsung beli ini-itu tidak terkendali.

Karena itu, penting bagi kita untuk melakukan pengelolaan yang baik terhadap keuangan rumah tangga khususnya bagi kita keluarga PNS. Kebetulan pembicara adalah istri dari PNS dan keluarga besarnya adalah PNS, sehingga tahu betul bagaimana pola keuangan keluarga PNS.

Yang harus dilakukan adalah melihat kesehatan keuangan kita, yaitu dengan mendata ASET BERSIH dan mencatat CASHFLOW. Kedua hal ini sangat penting untuk kita lakukan, terutama sebagai seorang Muslim, karena 4 alasan berikut :
Untuk mengetahui aset kita yang sebenarnya. Apakah ada peningkatan aset tahun ke tahun? Ataukan stagnan saja, atau malah semakin berkurang karena hutang semakin banyak?

Numbers won’t lie. Dengan mencatat dan melihat angka-angka yang ada, kita tidak akan “merasa kaya” sehingga cenderung menjadi boros dan sombong, dan tidak juga menjadi “merasa tidak punya apa-apa”, yang akan membuat kita kufur nikmat. 
Keduanya adalah perilaku yang tidak baik.

Mengetahui kewajiban akan zakat (maal). 
Untuk asset lancar yang telah mencapai nisab setara dengan 85 gr emas selama 1 tahun, maka wajib dikeluarkan zakat maalnya. Yang dihitung adalah harta-harta yang tidak digunakan/simpanan. Untuk rumah, kendaraan, perhiasan yang digunakan, tidak dikenakan zakat. Karena dalam islam, harta yang tidak dimanfaatkan ibarat air hujan yang tergenang, akan menimbulkan penyakit, karena itu wajib dizakatkan. Sehingga selain zakat profesi yang dikeluarkan setiap bulan/tiap menerima pemasukan, ada zakat fitrah dan zakat maal 1 tahun sekali. Jangan sampai kewajiban zakat maal ini terabaikan karena kita tidak memiliki pencatatan yang baik.

Menyangkut sesuatu yang akan dibawa sampai ke akhirat. 

Yaitu hutang. Karena amalan seseorang akan tertahan hingga hutangnya pada manusia dilunasi. Bila kita memiliki hutang, hendaknya mencatatnya, baik sedikit apalagi banyak. Agar bila terjadi apa-apa pada diri kita, ahli waris dapat menyelesaikan masalah hutang-hutang kita

Menyangkut waris

Menentukan asset A milik suami, asset B milik istri, aset C milik berdua (50:50) adalah hal yang penting saat pencatatan aset. Untuk memperjelas, harta mana yang akan diwariskan saat salah satu dari kita/pasangan meninggal dunia, aset almarhum saja yang dibagi-bagi kepada ahli waris, dan tidak perlu membagikan aset pasangan.

Pencatatan

Pencatatan dilakukan setidaknya untuk melihat ASET BERSIH dan CASHFLOW

Aset Bersih = aset - hutang

Aset adalah segala yang dimiliki yang dapat menjadi uang, meliputi tabungan, deposito, emas, rumah, kendaraan, saham, reksadana, unitlink asuransi, dll.

Hutang adalah segala hutang yang dimiliki, dari mulai KPR ke bank, cicilan panci, TV, sampai pinjaman lunak dari ortu yang seringkali tidak ditentukan kapan pembayarannya.

Idealnya, Aset bersih ini bertambah setiap tahunnya. Bila tidak, atau malah berkurang, maka ada yang salah dari pengelolaan (dan pembelanjaan) keuangannya.

CASH FLOW

Ada cashflow bulanan dan tahunan. Kita perlu mengetahui mencatat cashflow bulanan kita agar tahu dimana “kebocoran” dompet kita berasal. Setiap orang bisa berbeda-beda “kebocorannya”, ada yang di jajan, belanja jilbab, hobi, online shop. 

Lakukan pencatatan cashflow ini setiap hari, selama minimal 40 hari, terhadap setiap pemasukan dan pengeluaran kita. Dari yang besar, sampai yang tilperintil 1000-2000 rupiah kita catat. Bagaimanapun yang sedikit-sedikit, bila sering dilakukan akan menjadi besar juga. Selain itu juga untuk mengetahui dimana pengeluaran terbesar kita, di pos mana bisa dilakukan penghematan, dll.

Setelah sudah dapat catatan cashflow, maka yang harus dilakukan berikutnya adalah budgeting. Alokasikan setiap penerimaan kita pada pos-posnya. Pengeluaran, seharusnya bisa dipenuhi dengan pemasukan yang ada.

Untuk PNS, dimana pemasukan tidak sekaligus, maka kita juga harus sudah memiliki alokasi untuk masing-masing potensi pemasukan tersebut. Sehingga ketika uangnya turun, kita tahu uang tersebut akan digunakan untuk apa, dan tidak kalap belanja, makan diluar, dll karena merasa pegang banyak uang. Misal Gaji pokok untuk belanja bulanan dan belanja harian, uang makan untuk bayar listrik, telp. Remunerasi untuk uang sekolah anak, dll.

Dalam melakukan budgeting, upayakan tidak terlalu ketat, tapi juga tidak terlalu longgar. Ibarat mengekang kuda liar. Bila terlalu ketat, terlalu irit, padahal kenyataannya memang tidak mencukupi, maka ketika ada kesempatan, ada uang yang belum dialokasikan, jadi liar belanja ini-itu. Sewajarnya saja.

Dalam budgeting, kita perlu ketahui beberapa macam pengeluaran, berdasarkan alokasinya ada :
*pengeluaran pokok : belanja bulanan, harian, uang sekolah anak, tagihan
*pengeluaran sekunder : pulsa, jalan2 dg anak, dll

Berdasarkan waktunya :

*pengeluaran mingguan : transport ke kantor, belanja harian, makan siang, dll

*pengeluaran bulanan : belanja bulanan, bayar tagihan, cicilan, dll

*pengeluaran tahunan : zakat, qurban, STNK, PBB, uang tahunan sekolah, ulang tahun anak, mudik, THR ART, dll.

Pengeluaran mingguan dan bulanan dipenuhi dari pemasukan bulanan/gaji tiap bulan. Dan pengeluaran tahunan dipenuhi dari pemasukan tahunan seperti gaji ke 13, remunerasi ke 13, THR, dll. Bila tidak ada pemasukan tahunan, atau tidak mencukupi, maka perlu disisihkan tiap bulannya, dengan menabung untuk memenuhi pengeluaran tahunan yang ternyata jumlahnya cukup besar. 

Pengeluaran tahunan ini dapat mengganggu cashflow bulanan bila tidak dianggarkan khusus dan dicari sumber pendanaannya.

Agar dapat selalu mencukupi kebutuhan, dalam mengatur keuangan, sederhana saja yang harus dilakukan salah satu dari 2 ini : Menambah penghasilan ATAU mengurangi pengeluaran. Simple bukan?

Tips-tips :

Bila kita memiliki hobi tertentu yang cukup menyita keuangan, maka miliki akun rekening khusus sebagai kontrolnya. Buka rekening baru di bank, alokasikan sejumlah uang khusus untuk pengeluaran hobi tiap bulannya. Kita dapat belanja untuk hobi tersebut sepuas-puasnya, hingga uang dalam rekening tersebut habis. Bila sudah habis, ya sudah, tunggu bulan depan. Dan jangan pernah mengambil pos lain untuk ini. Karena sekali kita melanggar komitmen yang kita buat sendiri, maka akan mudah untuk melanggar yang berikut-berikutnya.

Untuk dana tak terduga seperti anak sakit, genteng rumah bocor, pencari nafkah meninggal dunia dll, sebaiknya menggunakan dana darurat. Dana darurat adalah dana yang dapat digunakan untuk hal-hal yang tidak diprediksi sebelumnya. Untuk PNS, setidaknya memiliki aset lancar atau uang simpanan yang nilainya minimal 3x dari pengeluaran bulanan. Kita dapat mencicil atau menabung tiap bulannya yang diperuntukkan untuk menyediakan dana darurat.

Kesimpulan :

Sebanyak apapun uang yang ada, akan habis! Bila tidak dikelola dengan baik. Dan bisa jadi Allah belum memberikan rezeki yang lebih banyak kepada kita karena untuk yang saat ini kita belum bisa mengelola dengan baik rezeki dari NYA, bagaimana bila ditambah?
Maka mari kita kelola keuangan rumah tangga kita dengan baik, agar kita tidak mengeluh dan menjadi kufur atas nikmat-nikmat yang sangat banyak dari NYA.

#kikautalk
#LIPI
#ASNistimewa
#literasikeuanganuntuksemua