Minggu, 23 September 2018

Fitrah Seksualitas (4)

Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 4: Eka, Dian, Dessy, Citra, Mirra

Tema yang diangkat dalam diskusi kelompok 4 adalah "Studi Kasus dan Pentingnya Pembelajaran Fitrah Seksualitas Pada Anak". Kasus yang diangkat adalah kasus yang pernah ditangani langsung oleh salah satu anggota kelompok, yaitu Teh Dian Ramadhani. Berikut gambaran kasus tersebut:




Contoh  kasus ini semakin membuka mata kita bahwa isu-isu seperti ini memang terjadi di sekitar kita. Beberapa teman juga berbagi kisah yang mereka ketahui secara langsung yang mirip dengan kasus yang diangkat oleh kelompok 4. Dan semua yang diceritakan memang mengerikan. Kasus-kasus seperti ini bukan lagi hitungan jari.

Teh Dian yang berkesempatan menangani kasus tersebut, akhirnya dapat mengambil beberapa kesimpulan setelah melakukan konseling dan menganalisanya. Ternyata ada beberapa penyebab yang membuat kasus di atas terjadi, yaitu:

1. Pola pengasuhan yang kurang tepat
2. Tidak hadirnya sosok ayah di dalam proses pengasuhan
3. Terpapar pornografi
4. Subkontrak pendidikan agama
5. Keinginan meniru dan rasa ingin tahu

Poin-poin di atas menyadarkan kita semua bahwa memang pendidikan dari rumah adalah yang pertama dan utama. Orangtua lah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Seperti yang pernah dipaparkan oleh Ibu Elly Risman, kita (orangtua) adalah sumber pertama dan utama anak dalam memahami seksualitas. Pengetahuan seksualitas yang mumpuni dan keluar dari tabu adalah modal awal yang dibutuhkan anak dari kedua orangtuanya untuk menjelaskan tentang seksualitas.

Beberapa solusi yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan seperti kasus-kasus di atas diantaranya sebagai berikut:

1. Memperkuat konsep peran laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur'an (QS An-Nisaa: 34)
2. Menghadirkan peran ayah dalam pendidikan keluarga
3. Membantu anak dalam mengenali identitas seksualnya
4. Membantu anak memahami peran seksualnya
5. Keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak
6. Anak perlu diajari tentang orientasi seksual. Bahwa laki-laki itu tertarik dan hanya boleh menikah dengan perempuan dan begitupun sebaliknya.

Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 4 semakin menyadarkan diri ini bahwa banyak sekali tugas orangtua apalagi di zaman yang sudah semakin banyak tantangannya. Semoga kita sebagai orangtua tak letih membekali diri dengan ilmu-ilmu yang relevan dengan pengasuhan anak. Sehingga dari rumah kita akan lahir generasi peradaban yang tangguh, yang memiliki konsep diri yang utuh sehingga tidak mudah terbawa arus zaman yang sudah semakin memprihatinkan ini. Semangat belajar ya, ayah dan ibu!

Love,
dienemon

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11






Tidak ada komentar:

Posting Komentar