Jumat, 30 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (2)

Cimahi
Jumat, 30 Maret 2018

Memasuki tantangan hari kedua di game level 6 ini saya belum merencanakan suatu kegiatan khusus untuk menstimulasi kecerdasan matematika logis pada diri Kaysan. Terus terang saja, jika sedang berada di Cimahi, Kaysan lebih banyak bermain kesana kemari dan cukup sulit jika harus mengikuti agenda yang saya rencanakan. Jadi saya hanya berharap AHA! momennya muncul begitu saja. Hehehe...

Alhamdulillah, harapan saya terkabul. Tadi kebetulan kakak saya membeli kue tart yang dilengkapi beberapa buah lilin. Karena memang tidak akan dipakai, lilin itu diberikan pada Kaysan. Tapi ternyata Kaysan penasaran ingin menyalakan lilinnya (untuk kemudian ditiup). Sambil menyalakannya dan tetap sambil mengawasi Kaysan, saya bertanya pada Kaysan ada berapa jumlah lilin yang ia miliki.

"Kei, ada berapa itu lilinnya?"

"Ada tiga. Asalnya ada empat, tapi yang satu tadi aku rusakin. Jadi sekarang tinggal tiga deh"

"Gimana jarinya kalau tiga?"

"Gini! Tiga!" (Menunjukkan jarinya)

"Oh iya betul"




AHA! momen yang kedua adalah ketika ada penjual minuman susu fermentasi langganan datang ke rumah. Saya juga suka ikut membeli disini untuk dibawa ke rumah Batujajar. Saya meminta Kaysan untuk memberi tahu penjualnya bahwa saya akan membeli sebanyak dua pak. Kaysan pun semangat keluar untuk memberi tahu penjualnya. Tapi ternyata, dia mengganti redaksi kalimat dari saya.

"Bu, aku beli 10 ya" itu yang terdengar.

Lalu saya pun meralatnya dari dalam.

"Bilangnya beli 2, Kei..."

"Ih engga, bener ummi, aku belinya 10. Kan satu bungkus isinya ada 5. Aku belinya dua jadi dapetnya 10"

"Ohh....iya, isinya dapet 10 nanti. Lima ditambah lima jadi 10 ya?"

"Iya bener, jadi aku ngomongnya beli 10"

Menjelang sore, ternyata ada lagi AHA! momen. Yaitu ketika ia jajan cireng. Hehehe... Kaysan memesan dua buah cireng pada penjualnya. Lalu saya katakan bahwa saya juga ingin membeli dua buah.

"Kei, ummi mau dua ya!"

"Iya siap mi, mau rasa apa aja?"

"Rasa keju aja dua-duanya. Jadi berapa coba kita beli cirengnya?"

"Aku dua, ummi dua, jadi empat"

Lalu kakak saya meminta Kaysan untuk membelikannya juga dua buah cireng. Saya pun bertanya lagi pada Kaysan.

"Kei, jadi sekarang berapa beli cirengnya?"

"Punya ummi dua, aku dua, uwa dua. Jadi enam deh!"

"Bener... Ini uangnya ya, cirengnya dua ribuan, jadi beli enam bayarnya Rp. 12.000. Uangnya pas ya, ngga kembalian"

Kaysan terkadang masih belum mengerti, bahwa tidak semua uang yang kita bayarkan itu harus ada kembaliannya. Dia pun membawa keluar uang yang saya beri sambil berkata pada penjual cireng

"Mang, ini uangnya Rp. 12.000 ngga kembalian ya..."

Begitulah tiga momen matematis (hehe) yang terjadi hari ini. Momen yang tidak direncanakan tapi terjadi begitu saja. Ternyata memang matematika itu akrab dalam keseharian kita. Semoga saja Kaysan bisa menangkap konsep dasar dari matematika ini sehingga mengganggapnya seperti hal yang biasa saja, bahkan menarik, bukannya hal yang membuat pusing.


Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs




Kamis, 29 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Matematika Pada Anak (1)

Batujajar
Kamis, 29 Maret 2018

Kuliah Bunda Sayang telah memasuki game level 6. Apa topik yang dibahas? Menstimulasi matematika pada anak. Mengutip beberapa kalimat dari materi tantangan:

🎈Matematika bukan hanya soal angka dan hitungan namun ada juga hubungannya dengan kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

🎈Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak-anak mencari sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

🎈 Atau kakak mulai kebingungan karena uang saku kian menipis, dan mencari jalan keluar untuk lebih hemat

🎈 Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak-kakaknya.

🎈 Atau saat cerianya bersama anak-anak menghitung jumlah langkah kaki ke mesjid terdekat.

🎈 Saat bunda mengklasifikasi wadah bumbu di dapur, dan seterusnya

Ya, ternyata matematika ada di sekitar kita ya...

Kemudian menurut materi yang didapat di level 6 ini, ada beberapa ciri anak dengan kecerdasan matematika logis. Yaitu sebagai berikut:

a.  Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut
b. Mengamati benda-benda yang unik baginya
c.  Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba
d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.
e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Dari ciri-ciri tersebut, saya menilai hampir semua ada pada diri Kaysan terutama di poin a dan d. Dan belakangan ini, salah satu yang disebutkan dalam poin e pun mulai terlihat, dia gemar berhitung.

Momennya diawali ketika saya lihat dia mulai konsisten mampu berhitung dengan jarinya. Setelah itu, saya tertantang mencoba mengenalkannya pada konsep penambahan dan pengurangan menggunakan alat bantu jari-jari tangannya. Materinya adalah hal-hal yang ditemui setiap hari. Misal saya menanyakan sisa kue yang sudah dia makan, menanyakan jumlah mainan, dll. Respon Kaysan ternyata sangat antusias. Alhamdulillah. Sejak itu setiap ada kesempatan saya selalu mencobanya. Sering juga Kaysan terlebih dulu yang mengajak berhitung.

Dan AHA! Hari ini saya mendapat kesempatan untuk kembali melatih kecerdasan matematika Kaysan. Cerita berawal ketika Kaysan meminta izin untuk dibolehkan memakan cokelat yang dibelikan abinya. Dan seperti biasa, memang kami selalu berbagi. Kaysan tahu bahwa ia tidak boleh menghabiskan cokelat itu sendirian. Dia mengambil satu kotak cokelat, saya juga mengambil satu kotak. Lalu saya tersadar ini momen yang tak boleh dilewatkan

"Kaysan sebentar, cokelatnya ada berapa ya tadi awalnya?

"Satu..dua.. (menunjuk posisi awal cokelat yang sudah dimakan, haha...) tiga..empat..lima..enam.. (menunjuk cokelat yang tersisa). Ada 6 mi cokelatnya!"

"Okey. Tadi sudah dimakan berapa ya?"

"Ummi satu, aku satu. Udah dimakan dua!"

"Jadi sekarang sisa berapa cokelatnya?"

"Empat!"

"Iya bener, jadi 6 dikurangi 2 sisanya ..."

"Empat"

"Aku mau lagi mi, boleh ngga?"

"Eh sebentar, cukup ngga ya? Abi belum kebagian tuh. Kita bisa kebagian berapa ewang  ya?"

"Sebentar aku itung dulu mi... Ini kan ummi udah makan 1, aku 1 (lagi-lagi menunjuk posisi awal cokelat pada bungkusnya), ini aku 2, ummi 2, ini yang untuk Abi 1 awal, ini yang Abi 1 akhir (menunjuk berurutan setiap kotak cokelat yang tersisa). Cukup mi, jadi dua ewang!"

"Wah iya bener, yaudah boleh satu lagi berarti. Yang untuk Abi kasih ke Abi ya.."




Begitulah percakapan yang terjadi tadi yang diinisiasi oleh saya. Lalu saat makan siang, terjadi percakapan serupa yang kali ini Kaysan yang memulainya sendiri.

Kaysan makan siang dengan sate telur puyuh dan sate ati yang dibelinya tadi pagi di rumah nenek sebelum kami pulang ke rumah. Kami membeli 3 tusuk sate telur puyuh. Saat di rumah nenek, saya meminta satu tusuk sate dan Kaysan mengiyakan. Tapi sepertinya tadi dia sedikit terlupa. Lalu bertanya

"Ummi, koq sate aku tinggal dua? Kan aku belinya tiga?"

"Kan tadi ummi udah izin minta satu tusuk waktu di rumah nenek, jadi sekarang sisa dua kan?"

"Oh iya"

Kaysan lalu melanjutkan makannya, begitu juga dengan saya. Tak lama kemudian dia tiba-tiba berkata:

"Ummi, tadi telur puyuhnya asalnya ada 10, terus aku udah makan jadi sekarang tinggal 5.  Oh iya... Kaysan udah makan satu tusuk. Satu tusuk ada berapa telurnya, Kei?"

"Ada lima"

"Iya bener. Jadi 10 dikurangi 5 sisa berapa ya?" (Sambil memperagakannya dengan jari-jari saya)

"Lima!"

Alhamdulillah, hari ini Kaysan belajar mengasah kemampuan matematikanya dengan menghitung jumlah cokelat dan telur puyuh.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs








Jumat, 23 Maret 2018

Aliran Rasa Game Level 5

Batujajar
Sabtu, 24 Maret 2018

Menstimulasi anak suka membaca bukanlah pekerjaan yang instan. Ikhtiar saya dan suami untuk menstimulasi munculnya minat baca pada Kaysan dimulai dengan membelikannya buku. Saat Kaysan usia bayi, kami hanya membeli satu dua buku saja. Baru saat Kaysan berusia dua tahun, kami menyediakan beberapa buku sekaligus. Kami membeli paket Halo Balita.

Buku ini alhamdulillah bisa memunculkan minat baca Kaysan. Dia senang dibacakan buku ini oleh saya maupun suami. Karena sering dibaca berulang, Kaysan sampai hafal akan kandungan cerita dari tiap buku. Selain pada isi cerita, dia juga hafal pada detil-detil gambar ilustrasi. Seringkali bahkan ia bertanya lebih jauh mengenai gambar ilustrasinya.

Cukup lama sejak itu, kami belum menambah koleksi buku Kaysan. Beberapa waktu lalu saya membelikannya sebuah buku yang isi ceritanya cukup panjang. Tapi ternyata, Kaysan bisa juga hafal dengan isi buku tersebut. Tentu saja ini akibat seringnya Kaysan minta dibacakan buku tersebut, bukan karena Kaysan sudah bisa membaca.

Saat tantangan game level 5 ini dimulai, waktunya sangat bertepatan dengan datangnya satu paket buku baru, yaitu Ensiklopedi Bocah Muslim yang kami berikan untuk dia. Saat membuka bukunya, saya pikir mungkin buku ini masih terlalu berat untuk dia dari segi konten. Tapi nyatanya, Kaysan sangat antusias. Setiap habis dibacakan satu kisah, ia bisa menceritakan kembali dengan runut dan tepat pada orang lain. Ia juga bisa mengaitkan hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari dengan apa yang sudah ia baca dari buku.

Sampai disini, saya dan suami menyadari bahwa langkah kami berinvestasi membelikan buku untuk Kaysan adalah langkah yang tepat. Alhamdulillah. Kami berharap dengan menyediakan banyak buku di rumah, minat baca Kaysan akan semakin tinggi. Saat bosan bermain, Kaysan biasanya akan mengambil salah satu buku untuk dibaca. Kondisi ini juga didukung oleh tidak dioperasikannya televisi di rumah kami sejak hampir satu tahun yang lalu.

Ide pohon literasi pun semakin menambah semangat baca Kaysan. Saya yang mulai tidak konsisten membuatkan origami bentuk hati sebagai penanda ia sudah membaca buku pun akhirnya ia tegur. Hehe... Ia tetap ingin dibuatkan penanda setelah ia membaca sebuah buku.

Sementara sebagai teladan, saya dan suami ternyata masih belum bisa konsisten membaca buku setiap hari. Kami menyadari masih banyak yang harus kami perbaiki agar bisa menjadi teladan Kaysan dalam hal membaca. Meski belum bisa membaca buku bacaan milik kami sendiri, tapi bisa ada waktu untuk membacakan buku untuk Kaysan sudah kami syukuri. Kami juga belum bisa membuat waktu khusus sebagai family reading time. Sementara yang bisa kami jalankan adalah kapan saja ada kesempatan untuk membacakan buku untuk Kaysan, maka itu kami lakukan.

Tantangan game level 5 ini seperti tantangan-tantangan sebelumnya berhasil "memaksa" kami untuk berbuat lebih baik, membiasakan diri dengan yang baik-baik sebagai ikhtiar kami menjadi individu yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkin terlihat tak mudah, tapi kami mau mencoba.

Love,
dienemon

Kamis, 15 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (10)

Batujajar
Kamis, 15 Maret 2018

Hari ini adalah jadwal Posyandu di komplek perumahan kami. Ada yang berbeda kali ini. Apakah itu? Jadi ceritanya bulan lalu ada tawaran untuk menjadi kader Posyandu dan saya memutuskan untuk ikut bergabung. Bismillah, diniatkan sebagai pemberat amal saleh, sebagai salah satu jalan untuk bisa menebar manfaat bagi sesama.

Mengingat Kaysan akan ikut saya dari awal sampai akhir kegiatan Posyandu, maka tadi sebelum berangkat saya memintanya menyiapkan mainan dan buku agar ia tidak bosan disana. Ia memilih mainan beberapa binatang plastik dan dua buah buku. Lalu ia masukkan sendiri ke dalam tas miliknya.



Alhamdulillah Kaysan bersikap kooperatif. Tadi sempat ia meminta ponsel saya untuk dipinjam karena ia melihat beberapa anak dari kader Posyandu sedang memainkan gadget milik ibunya. Saya berusaha mengalihkannya dengan mengingatkan kalau ia membawa buku dan saya menawarkan diri untuk membacakannya saat tidak sedang bertugas. Kaysan menyetujuinya. Kisah yang dibaca tadi adalah kisah tentang Ibnu Yunus - Ahli Astronomi dan Al Jazari - Perancang Mesin Pengangkat Air.





Alhamdulillah, sampai acara selesai Kaysan tidak rewel meminta pulang. Terima kasih Kaysan sudah menemani ummi hari ini...

Love,
dienemon

#HariKe10
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi


Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (9)

Batujajar
Rabu, 14 Maret 2018

Hari ini saya menjadwalkan Kaysan untuk suntik imunisasi dalam rangka ORI Difteri. Ya, kami tinggal di wilayah yang diharuskan untuk mengikuti program ORI. Seharusnya Kaysan ikut penyuntikan saat Posyandu tapi kebetulan saat itu Kaysan sedang demam sehingga saya memutuskan untuk menunda imunisasinya. Maka hari ini kami harus datang ke Puskesmas untuk ikut imunisasi susulan. Imunisasi ini memang cukup membuat tangan yang disuntik terasa pegal. Kaysan tidak menangis saat disuntik namun cukup rewel setelahnya dengan alasan tangannya sakit dan pegal.

Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba Kaysan ingin membaca Halo Balita menggunakan aplikasi Augmented Reality yang ada di ponsel saya. Beberapa waktu belakangan aplikasi ini tidak pernah dipakai karena sempat terjadi error. Namun kali ini ternyata sudah bisa digunakan secara normal. Dengan tangan yang menurut Kaysan sangat sakit dan pegal itu, ternyata dia bisa membaca banyak buku dengan memegang sendiri ponselnya sekaligus membuka-buka halaman bukunya sendiri. Aktifitas ini cukup mengalihkan rasa sakit pasca imunisasi. Alhamdulillah yaa..  Walau saya harus merelakan ponsel saya untuk terus digunakan.

Meski tidak terus menerus membaca dalam satu waktu,  tapi total buku yang Kaysan baca hari ini cukup banyak. Ketika malam hari saya sedang membuatkan origami bentuk hati untuk digantung di pohon literasi, saya bertanya padanya buku apa saja yang ia baca hari ini. Bukan hanya menjawab, dia juga mengeluarkan kembali buku-buku yang sudah ia baca dari rak. Setelah diambil semua, dia berkata:

"Ini, mi... Ini semua yang tadi aku udah baca. Sok ummi tulis dulu bisi lupa judulnya..."

Karena terlalu banyak dan saya masih belum selesai membuat origami nya, saya pun akhirnya memfotonya terlebih dahulu. Kaysan menghitung jumlah buku yang sudah ia baca.



"Aku hitung dulu ya.... Ada sembilan mi, ummi berarti bikin love nya sembilan ya mi... Yeayyy, hari ini aku dapet banyak banget love nya"

Alhamdulillah, hari ini aktifitas membaca buku jadi sangat menolong. Kaysan tidak mengeluh saat membaca, tapi jika sedang ingat akan tangannya yang sakit, maka keluarlah lagi keluhan-keluhannya hehehe....

Oya, di malam hari setelah saya selesai membuat origami, Kaysan masih sempat membaca buku lagi. Kebetulan dia ingin menunggu abinya pulang kerja. Dia membaca (lagi) sendiri tentang ulat yang berubah menjadi kupu-kupu.



Love,
dienemon

#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (8)

Batujajar
Senin, 12 Maret 2018

Hari Sabtu dan Minggu kemarin kami berturut-turut menghadiri beberapa acara dari pagi sampai sore. Terus kenapa? Terus jadinya Kaysan tidak sempat membaca buku. Hehehe...
Jadi baru di hari Senin inilah Kaysan mulai membaca buku lagi. Maaf ya kalau bosan, tapi memang tantangan ini tepat sekali waktunya beriringan dengan kedatangan paket buku Ensiklopedi Bocah Muslim milik Kaysan. Maka buku-buku inilah yang Kaysan baca hampir setiap hari.

Hari ini, Kaysan memilih satu buku yang belum pernah dibaca sebelumnya, yaitu buku yang berjudul Tubuhku, Indonesiaku, Masyarakat, dan Bangsa. Setiap melihat satu buku, Kaysan akan memilih berdasarkan gambar yang membuat ia tertarik. Kali ini jatuhlah pilihan kepada bahasan: Dari Mana Aku Berasal?
Belum selesai saya bacakan hingga selesai, dia meminta saya untuk berhenti di tengah cerita lalu mengambil bukunya yang lain, Ibu dan Ayah Surgaku, yang kebetulan juga memang menerangkan asal muasal diri kita. Kaysan bilang bahwa bukunya menceritakan hal yang sama. Alhamdulillah, semoga ini adalah salah satu tanda bahwa tingkat literasi Kaysan mulai ada peningkatan.


Selain bahasan tadi, Kaysan juga meminta dibacakan tentang Zat-zat Sisa serta Ketika Kita Sakit. Ah, rasanya saya menyesal baru mengetahui ada dua topik ini di dalam buku. Kenapa? Karena Kaysan sempat sakit cukup lama dan ternyata dua topik ini sangat berkaitan dengan kondisinya saat itu. Ada infeksi pada hasil cek urine Kaysan saat itu dan topik ini menjelaskan tentang zat-zat sisa yang harus dibuang dari dalam tubuh. Kaysan memang seringkali menahan buang air kecil yang bisa menjadi penyebab terjadinya infeksi. Lalu Ketika Kita Sakit juga membahas bagaimana sikap kita saat kita sedang diuji sakit. Disana diajarkan bahwa kita harus bersabar. Ini pun menjadi sangat pas karena saat itu Kaysan cukup sering marah-marah.





Tapi, tidak ada kata terlambat untuk kebaikan, bukan? Maka saya memanfaatkan momen membaca ini untuk memberi pengertian kepada Kaysan khususnya tentang menjaga kesehatan dan bersabar jika sedang sakit.

Alhamdulillah, membacakan buku pada anak memang banyak sekali manfaatnya. Mudah-mudahan Kaysan jadi lebih mengenal Allah, mengenal diri sendiri, serta lebih peduli untuk menjaga kesehatan dan mau bersabar ketika sakit. 

Love,
dienemon

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi

Kamis, 08 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (7)

Batujajar
Kamis, 8 Maret 2018

Hari ketujuh ini, banyak sekali kisah di dalam buku yang Kaysan baca. Lebih tepatnya, saya diminta membacakan banyak kisah untuknya hehe...  Masih dari buku favoritnya Dunia Binatang dari seri EBM. Kali ini dia minta dibacakan kisah tentang empat sekawan binatang di laut, kisah tentang hewan primata,  tentang ulat, juga tentang ikan.

Kisahnya mungkin hanya tiga judul, tapi seperti biasa, membacakan kisah satu halaman saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini karena Kaysan akan bertanya ini dan itu. Hal-hal detil yang terkadang (bahkan sering) saya sendiri pun belum tahu jawabannya.
Dan saya harus hati-hati menjawabnya, karena Kaysan akan mengingat jawaban saya dengan baik. Jadi sering saya mencari tahu dulu menggunakan mesin pencari di internet. Nanti ketika ia menceritakan kembali kisah yang saya bacakan, misal pada Abinya, dia akan menceritakan lengkap dengan semua tanya jawab yang terjadi saat dia membaca kisah itu bersama saya.

Dia juga sudah bisa mengaitkan kisah yang satu dengan kisah lainnya. Misal saja ketika membicarakan seberapa besar singa laut itu. Dia menanyakan apakah singa laut itu sebesar paus biru (yang sudah pernah dibaca sebelumnya). Dia juga berkomentar saat saya membacakan kisah ikan mujair yang suka menyimpan anak-anaknya di dalam mulut. Dia bilang, berarti sama dengan buaya (pernah kami baca sebelumnya).






Di malam hari, Kaysan juga tanpa diminta mengambil sebuah buku dan membacanya sendiri. Buku yang sudah bisa ia "baca" sendiri, yaitu buku yang berjudul "Ibu dan Ayah Surgaku". 


Alhamdulillah, meski terkadang terasa lelah membacakan dan menjawab semua pertanyaan Kaysan, tapi saya bersyukur bahwa Kaysan sangat antusias dengan kisah-kisah di dalam buku yang ia punya. Semoga ini jadi awal yang baik. Semoga ke depannya ia tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca dan dengannya ia jadi berwawasan luas. Aamiin.

Love,
dienemon


#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi
#MenstimulasiAnakSukaMembaca

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (6)

Batujajar
Rabu, 7 Maret 2018

Hari keenam tantangan ini, Kaysan meminta dibacakan buku Halo Balita yang berjudul Aku Sayang Keluargaku. Saya pun membacakannya. Seperti biasa, Kaysan akan bertanya tentang apa saja, terutama yang menyangkut gambar ilustrasi di buku yang sedang ia baca.



Dulu biasanya saya akan berusaha mengarahkan ia untuk kembali fokus pada isi bacaan. Pertanyaannya saya jawab, tapi saya tetap berusaha mengembalikan fokusnya pada inti cerita. Sampai suatu saat saya membaca sebuah status dari seorang pemerhati anak, aktifis pendampingan anak yang memang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pendidikan anak usia dini bahwa jika terjadi seperti itu sebaiknya kita membiarkannya. Karena anak sedang mengembangkan imajinasinya. Ibaratnya, terserah anak mau dibawa kemana arah pembicaraannya. Meski itu mengakibatkan ceritanya tak selesai dibaca sekalipun. Menurutnya, itu justru tahapan yang baik bagi perkembangan seorang anak. Maka sejak itu, saya pun lebih bersabar menjawab pertanyaan Kaysan yang mungkin sudah jauh melenceng dari inti cerita.

Begitupun saat membaca hari ini. Kaysan fokus pada sesosok anak laki-laki di dalam gambar. Ia bertanya siapakah itu. Saya menjawab, itu sepupu Sali. Kaysan pun akhirnya bertanya apa yang dimaksud dengan sepupu. Saya pun jadi berkesempatan menjelaskan tentang kedudukan sepupu dalam keluarga. Kebetulan ia memiliki banyak sepupu. Maka saya menyebutkan siapa saja sepupu yang ia miliki.



Selain membaca buku Halo Balita, ia juga seperti biasa membaca buku Ensiklopedi Bocah Muslim. Tapi dia ternyata belum bisa move on dari kisah Ashabul Kahfi. Dia meminta saya membacakan kembali. Ia juga meminta saya untuk kembali memutar lagu milik grup nasyid Raihan. Kali ini dia sudah bisa ikut bersenandung meski ia tidak familiar dengan beberapa kata yang ada dalam lagu karena memang itu bahasa Melayu. Hehe...

Alhamdulillah, hari ini semangat membaca Kaysan tetap ada.

Love,
dienemon


#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi
#MenstimulasiAnakSukaBaca

Selasa, 06 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (5)

Batujajar
Selasa, 6 Maret 2018


Hari ini memasuki hari ke 6 tantangan di game level 5 dan hanya Kaysan yang mendapat tambahan "love" di pohon literasi. Ah, ternyata butuh perjuangan ya sekedar untuk membiasakan diri membaca buku setiap hari. Harus bisa mengatur strategi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Mensiasati agar bisa mendapat waktu untuk membaca meski itu hanya beberapa halaman saja. 

Hari ini Kaysan mengulang apa yang sudah ia baca sebelumnya. Saya meminta dia untuk memilih bacaan yang lain. Dengan kalimat perintah, dia menolak. Kaysan tetap ingin membaca yang sudah pernah dibaca. Lalu saya teringat materi komprod, saya mencoba membuatnya tertarik dengan bacaan lain menggunakan kalimat yang lebih menarik. 

"Kaysan lihat nih, ini kenapa ya orang-orangnya pada tidur di gua?



Berhasil! Kaysan tertarik pada bacaan yang saya tunjukkan.

Saya menunjukkan bacaan tentang gua Ashabul Kahfi yang terdapat dalam buku Tokoh, Sejarah dan Seni masih dari seri Ensiklopedi Bocah Muslim. Seperti biasa Kaysan banyak bertanya. Untuk beberapa pertanyaan, daripada saya salah menjawab, saya meminta izin pada Kaysan untuk mencari tahu dengan bertanya pada mesin pencari di internet. Hehe... Saya juga memutar lagu milik Raihan tentang Ashabul Kahfi ini dan Kaysan menyukainya.

Kebetulan malam ini adalah jadwal abinya mengaji. Kaysan ingin menunggu abinya pulang. Pukul 23.00 abinya baru sampai di rumah. Seperti hari-hari sebelumnya, saat bertemu abinya dia akan dengan semangat menceritakan kembali apa yang sudah ia baca bersama saya. Maka tadi pun dia menceritakan kembali kisah gua Ashabul Kahfi itu pada abinya. Alhamdulillah, ceritanya sudah runut. Dia juga menceritakan kalau saya tadi memutar lagu Ashabul Kahfi di note book saya. Setelah selesai bercerita, barulah ia mau untuk bersiap tidur.



Semoga kamu juga menjadi pemuda saleh yang teguh menjaga iman seperti kisah pemuda Kahfi tadi ya Kei... Aamiin.


Love,
dienemon

#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi
#MenstimulasiAnakSukaMembaca

Senin, 05 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (4)

Batujajar
Senin, 5 Maret 2018

Hari Senin ini kami baru menginjak hari ke 4 tantangan karena kemarin sempat libur di hari Minggu. Hehe... Kebetulan ada saudara dekat rumah yang mengadakan syukuran khitanan anaknya sehingga kami pun ikut bersiap-siap menyambut saudara lain yang ingin mampir ke rumah.

Senin kemarin, Kaysan tidak tidur siang. Sehingga waktu tidurnya kami gunakan untuk membaca. Dia meminta dibacakan buku lama, salah satu seri dari paket Halo Balita yang berjudul Aku Senang Berkeliling Kota.



Setelah itu dia kembali mengambil buku barunya, Ensiklopedi Bocah Muslim. Lagi-lagi buku dengan topik favoritnya, Dunia Binatang. Dia membuka-buka halamannya, lalu tertarik pada halaman yang menceritakan tentang anjing. Alhamdulillah Kaysan jadi tahu sekarang kalau anjing ada bermacam-macam jenisnya. Dia juga jadi tahu anjing suka membantu manusia. Ada juga cara menyucikan diri jika terkena jilatan anjing.



Setelah membaca tentang anjing, Kaysan juga membaca lagi halaman yang menceritakan tentang hewan primata, yaitu gorila dan babun. Disana dia malah fokus pada satu gambar ilustrasi yang menceritakan bahwa babun hidup dalam kelompok berkasta. Digambarkan ada seekor babun yang sedih sementara beberapa babun lain malah tertawa. Penjelasan panjang lebar belum menuntaskan kepenasaranannya. Mungkin saya yang harus mencari cara lain dalam menjawab. Haha...



Abinya pekan ini sedang shift kerja pagi. Sehingga sore hari, ia sudah ada di rumah. Begitu abinya sampai rumah, Kaysan semangat menceritakan kembali kisah tentang anjing yang saya bacakan sebelumnya. Ia ternyata sudah bisa menceritakan kembali dengan runut. Dengan bahasa yang juga sudah cukup baik. Dia menceritakan apa-apa saja yang sudah saya ceritakan.



Alhamdulillah, mudah-mudahan semakin sering dibacakan cerita, Kaysan juga bisa semakin mahir menceritakan kembali isi ceritanya. Karena menurut saya, itu juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan literasi seorang anak.

Love,
dienemon

#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi
#MenstimulasiAnakSukaMembaca

Sabtu, 03 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (3)

Batujajar
Sabtu, 3 Maret 2018

Ini adalah hari ketiga tantangan di game level 5. Niat untuk tidak merapel laporan selalu ada. Tapi ternyata, takdir juga yang menentukan. Sinyal internet yang dimiliki tak sanggup membuka blogger. Sudah dicoba berulang kali pun masih tetap tidak bisa. Jadi akhirnya tadi malam saya memilih tidur saja. Syukuri saja bahwa pagi hari ini akhirnya bisa membuka blogger karena ada kuota mid night, haha...

Hari Sabtu berarti abinya Kaysan bekerja setengah hari. Jika masuk kerja siang, berarti sore sudah bisa ada di rumah. Tapi, kemarin kebetulan harus lembur sehingga baru sampai di rumah pukul 20.00 saat hujan besar. Beberapa saat setelah pulang, saya meminta Kaysan untuk dibacakan buku oleh abinya. Dia memilih buku ensiklopedi bocah muslim: tokoh, sejarah dan seni. Abinya membacakan kisah tentang manusia pertama, Adam dan Hawa. Setelah itu Kaysan juga meminta dibacakan kisah Ibnu Khaldun, ahli sejarah.
Ketika mereka membaca, saya juga bisa melanjutkan membaca buku yang kemarin saya baca. Meski tak selesai satu bab, tapi itu juga sudah saya syukuri.



Lalu bagaimana dengan abinya Kaysan? Karena waktunya dipakai untuk membacakan cerita pada Kaysan, di hari ketiga ini abinya Kaysan masih belum mendapat "love". Tak apalah bi... Sudah meluangkan waktu sepulang kerja lembur saja itu sudah sesuatu yang istimewa. Sementara itu Kaysan hari ini mendapat lagi dua "love". Ummi mendapat satu "love". Pohon literasi kami pun semakin bertabur cinta hehe...



Semoga nanti semakin rimbun cintanya.
Aamiin.

Love,
dienemon

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi
#MenstimulasiAnakSukaMembaca

Jumat, 02 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (2)

Batujajar
Jumat, 2 Maret 2018

Tiba di hari kedua tantangan menstimulasi anak agar suka membaca. Karena apa-apa yang diperlukan untuk tantangan kali ini kebetulan sudah ada, maka tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan. Oh ya, ada satu persiapan khusus sebetulnya, yaitu niat dan tekad agar saya hari ini juga bisa membaca buku. Hehe....

Tidak ada target muluk seperti harus bisa menyelesaikan satu buku dalam satu hari. Saya mencoba realistis saja. Saat ini, jika saya memegang buku, maka serta merta Kaysan juga akan meminta untuk dibacakan buku. Kalau sudah begitu, tentu saja saya yang harus mengalah.

Tadi sore, Kaysan cukup kooperatif dengan memberikan saya waktu untuk membaca. Ini semua karena faktor pohon literasi. Saya katakan, saya sedih karena belum berhasil mendapat "love" untuk digantung di pohon literasi. Kaysan pun membolehkan saya untuk membaca. Tak banyak yang saya baca, hanya satu bab saja dari buku yang saya pilih. Alhamdulillah. Itu adalah nikmat yang harus disyukuri. Selama ini saya berdalih pasti susah untuk bisa baca buku dengan tenang. Ternyata ketika ada niatan, Allah mudahkan jalannya.

Sementara Kaysan, meminta waktu membaca bukunya sesudah isya saja. Kali ini dia memilih buku Islam Agamaku, masih dari seri paket Ensiklopedi Bocah Muslim. Dia memilih halaman yang menceritakan tentang malaikat. Beberapa hari lalu dia meminta dibacakan ini dan dia mendapat ilmu baru, yaitu bahwa ada malaikat-malaikat yang Allah beri tugas khusus. Tadi dia minta dibacakan kembali. Tiba pada suatu kalimat, saya menyebut kata "kiamat". Dia bertanya apa itu hari kiamat. Akhirnya, saya menceritakan cukup panjang lebar tentang apa itu hari kiamat, yang akhirnya menyinggung juga soal surga dan neraka. Soal balasan amal perbuatan. Kaysan nampak menyimak dengan serius. Saya kaitkan lagi juga dengan tugas malaikat yang mencatat segala amal kita. Sepertinya bahasan tadi cukup menarik perhatiannya. Setelah itu ada satu dua hal kebaikan yang dia lakukan, yang menurut insting saya dipengaruhi oleh pembicaraan kami tadi. Alhamdulillah...



Selain itu, Kaysan juga membuka halaman yang memuat Asmaul Husna. Kebetulan note book saya sedang menyala, Kaysan pun meminta saya memutarkan video Asmaul Husna. Katanya dia mau menonton video sambil juga mengecek tulisan Asmaul Husna yang ada pada bukunya. Hehe..  Beberapa kali videonya diputar.



Karena sudah cukup malam, saya pun mengajak Kaysan untuk menggantungkan "love" di pohon literasi. Kemarin saya sudah membuat beberapa persediaan origami bentuk hati. Jadi tadi saya tinggal meminta Kaysan untuk memilih kemudian saya tuliskan judul buku yang telah saya dan dia baca. Saat sedang menulis, Kaysan bercerita bahwa tadi siang ketika saya sedang pergi ke sebuah kajian dan ia hanya berdua saja dengan abinya di rumah, dia membaca sendiri sebuah buku. Buku cerita yang memang dia sudah hafal jalan ceritanya. Jadi ketika dia berkata "aku baca sendiri" itu memang dia sudah "bisa" membacanya. Saya pun mengapresiasinya. Hari ini Kaysan mendapat dua "love" untuk digantung. Selain love, Kaysan juga (lagi-lagi) menyiapkan origami burung yang sudah dia buat. Hehe... Katanya selain mendapat "love", yang sudah membaca juga berhak mendapat origami burung. Baiklah....



Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan lancar. Oya, satu saja yang kurang, Abi masih belum sempat untuk membaca sebuah buku. Mudah-mudahan besok bisa deh ya Abi...

Love,
dienemon



#HariKe2
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#MenstimulasiAnakSukaMembaca
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
#PohonLiterasi


Kamis, 01 Maret 2018

Tantangan Menstimulasi Anak Suka Membaca (1)

Batujajar
Kamis, 1 Maret 2018

Wow! Setelah perjuangan merekap laporan di game level 4 kemarin, hari ini game level 5 dimulai. Materi yang didapat adalah  "menstimulasi anak suka membaca". Materi ini menuntut saya sebagai ibu untuk menjadi teladan dalam hal membaca. Seperti slogan yang diusung "for things to change I must change first". Selain menjadi teladan, sebagai orangtua saya juga harus bisa menstimulasi minat baca Kaysan agar bisa muncul.

Keberuntungan sedang berpihak pada saya. Baru saja beberapa hari sebelumnya, paket buku yang saya pesan untuk Kaysan akhirnya datang ke rumah. Waktunya menjadi sangat tepat. Kaysan memang sedang tertarik pada paket buku barunya. Setiap hari ia meminta untuk dibacakan buku. Meski ternyata isi dari buku ini masih terlalu berat untuknya, tapi saya lihat minat baca tetap ada. Tentu dia memilih topik yang paling menarik baginya.

Dia memilih buku Dunia Binatang. Isinya ensiklopedia mengenai berbagai macam binatang. Sudah beberapa halaman saya bacakan sebelum tantangan materi kuliah bunsay ini dimulai. Dan hari ini dia sedang meminta dibacakan mengenai sapi, jerapah, dan unta. Setelah itu dia pun masih meminta dibacakan yang lainnya.



Hari ini, belum ada family reading time yang komplit. Karena tadi pagi kami masih harus membawa Kaysan ke dokter untuk berobat. Jadi Kaysan hanya membaca berdua dengan saya. Tapi barusan saja, Kaysan menunggu abinya pulang bekerja. Setelah mengobrol sebentar dan dia memaksa membuatkan burung dari kertas lipat untuk kami, dia meminta abinya agar membacakan buku untuknya.



Oya, kenapa hari ini Kaysan membuat burung dari kertas lipat? Karena dia melihat saya membuat sesuatu juga dari kertas lipat. Saya membuatnya untuk membuat pohon literasi kami, sebagaimana ditugaskan dalam tantangan game kali ini. Pohon literasi kami terbuat dari ranting kering yang sudah saya miliki sejak tujuh tahun lalu. Dulu sempat saya hiasi dengan daun-daun imitasi namun berguguran seiring waktu. Kali ini, saya memiliki ide untuk membuat pohonnya nanti dipenuhi oleh cinta. Jadi saya membuat origami berbentuk hati sebagai media untuk menuliskan judul buku yang sudah kami baca. Hari ini, hanya Kaysan yang berhak mendapat "love". Sementara saya dan suami belum mendapatkannya karena tak sempat membaca buku hari ini.





Di tengah kondisi kesehatan kami bertiga yang belum sepenuhnya fit, saya bersyukur masih bisa mengerjakan tantangan hari ini. Semoga esok hari segalanya akan lebih baik lagi.

Love,
dienemon

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#GameLevel5
#KuliahBunsayIIP
#MenstimulasiAnakSukaBaca
#PohonLiterasi