Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 9: Liza, Vela, Hana, Octivani, Nurul Dwi
Tema: bersahabat dengan seksualitas
Pendidikan dimulai dari rumah, begitupun dengan pendidikan seksualitas. Orang tua harus membekali anak dengan pengetahuan kesehatan reproduksi dan fungsi organ reproduksi. Ini dilakukan agar anak tak mencari tahu sendiri terkait informasi ini. Karena informasi yang keliru membuat anak melakukan tindakan seksual tanpa sadar akan konsekuensinya.
Terutama lindungi anak ketika berada di masa kritis yaitu fase pre akil baligh.
Orang tua harus tahu tanda-tanda ketika anak memasuki masa pubertas.
Pada anak perempuan:
1. Ovarium mulai membesar, payudara membesar
2. Mengalami menstruasi
3. Tumbuh rambut kemaluan
4. Tumbuh bulu ketiak
5. Pinggul membesar
6. Kelenjar membesar sehingga timbul jerawat
7. Suara jadi lebih merdu
8. Bau badan
Pada anak laki-laki:
1. Pembesaran testis
2. Tubuh meninggi, membesar
3. Tumbuh rambut kemaluan
4. Bau badan menyengat
5. Jerawat muncul di wajah
6. Jika suara telah pecah dan berubah serta diiringi mimpi basah, artinya ananda sudah mulai memasuki fase akhir pubertas
Orang tua harus jujur dan terbuka pada anak karena komunikasi yang lancar adalah faktor kunci yang membentengi anak mencari informasi dari sumber lain selain orang tua.
Bagaimana cara memberi edukasi seksual kepada anak:
1. Rencanakan dan buat program pendidikan seksualitas
2. Bagi tugas dan peran antara ayah dan ibu
3. Bagi single parent, libatkan anggota keluarga lain untuk mengisi peran yang tak ada
4. Beri penjelasan yang jelas kepada anak sesuai dengan tahapan usianya.
Alhamdulillah, lagi-lagi diingatkan pentingnya pendidikan seksualitas yang dilakukan di rumah agar informasi yang diterima anak adalah informasi yang benar. Dengan begitu, insya Allah anak tidak akan mencari sumber informasi dari luar yang belum tentu benar.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Sabtu, 29 September 2018
Fitrah Seksualitas (8)
Bunda Sayang Batch #4
Kelas Bandung 1
Kelompok 8: Annisa, Andari, Terra, Yuanita, Lily
Tema: Fase Kematangan Seksual
Fase Oral (0-1 tahun)
* Mulut sebagai pusat kepuasan
* Anak senang menggigit dan mengemut
* Anak belajar untuk menstimulus dirinya makan dan berbicara
* Jika fase ini tidak berkembang dengan normal maka anak pada usia remaja biasanya anak akan menggigit kukunya atau tetap mengedot
* Saat dewasa seseorang akan mengalami gangguan oral sadistik yang dimanifestasikan pada kelainan seksual sadisme
* Penting bagi seorang ibu untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman dengan memberi ASI
Fase Anal (2-3 tahun)
* Pusat kepuasan ada pada anus
* Anak senang buang air sembarangan
* Cocok untuk toilet training
* Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka beberapa orang lebih menyukai anal seks baik pada wanita maupun homoseksual
* Kegagalan fase anal bisa membentuk karakter anak menjadi abivalensi (ragu), berlebihan, kasar, tidak rapi, dan cenderung sadomasokis
* Fase yang tepat mengajarkan disiplin
* Orangtua memberi pengarahan bahwa alat kelamin dan kotoran yang dia keluarkan adalah sesuatu yang wajar
Fase Phallic (4-6 tahun)
* Anak mulai menaruh perhatian pada alat kelaminnya
* Mulai menangkap perbedaan alat kelamin wanita dan laki-laki
* Mulai senang memainkan alat kelaminnya
* Anak laki-laki senang dengan ibunya, anak perempuan senang dengan bapaknya
* Jika fase ini tidak dilalui dengan baik maka akan timbul masalah emosi saat dewasa, seseorang juga akan merasakan trauma terhadap hal-hal yang berbau seksual
* Traumatis pada fase ini bisa menjadi penyebab impoten premier atau gangguan seksual berupa homoseksual
* Orangtua harus bijak dengan pertanyaan yang diajukan tentang perbedaan jenis kelamin dan jangan langsung menegur apalagi membentak anak yang terlihat sedang memainkan alat kelaminnya
Fase Latent (7-10 tahun)
* Fase tenang, anak tidak terlalu fokus pada tubuhnya
* Perkembangan kognitif anak berkembang pesat
* Anak cenderung menyukai bermain dengan sesama jenis
* Kegagalan pada fase ini bisa menyebabkan kurang kontrol diri akan pengalihan energi secara efisien pada minat belajar dan keterampilan
* Orangtua diharapkan bijak dan terbuka dengan informasi yang diterima anak, menjawab pertanyaan anak dengan bijaksana
Fase Genital (11-18 tahun)
* Anak sudah masuk tahap pubertas
* Alat seksual primer dan sekunder sudah matang
* Mulai tertarik pada lawan jenis
* Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan kekacauan identitas
* Dampingi anak selalu agar dia tak bingung dengan banyak perubahan
Perilaku seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh masing-masing fase. Apabila perkembangan fase berkembang dengan normal, maka perilaku seksual sesorang akan normal.
Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.
Setiap tangga harus dilalui untuk menaiki tangga berikutnya. Bila satu tahapan tidak dilalui dengan sukses, dapat menyebabkan masalah menetap.
Alhamdulillah, tema yang diangkat oleh kelompok 8 sangat bermanfaat. Mudah-mudahan dengan mengenal dengan baik setiap tahapan ini, kita jadi lebih siap menjalani setiap tahapan perkembangan. Sehingga anak pun bisa melewati setiap tahapan perkembangan dengan sebagaimana mestinya dan tidak ada yang terlewat.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Kelas Bandung 1
Kelompok 8: Annisa, Andari, Terra, Yuanita, Lily
Tema: Fase Kematangan Seksual
Fase Oral (0-1 tahun)
* Mulut sebagai pusat kepuasan
* Anak senang menggigit dan mengemut
* Anak belajar untuk menstimulus dirinya makan dan berbicara
* Jika fase ini tidak berkembang dengan normal maka anak pada usia remaja biasanya anak akan menggigit kukunya atau tetap mengedot
* Saat dewasa seseorang akan mengalami gangguan oral sadistik yang dimanifestasikan pada kelainan seksual sadisme
* Penting bagi seorang ibu untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman dengan memberi ASI
Fase Anal (2-3 tahun)
* Pusat kepuasan ada pada anus
* Anak senang buang air sembarangan
* Cocok untuk toilet training
* Apabila fase ini tidak berkembang dengan normal maka beberapa orang lebih menyukai anal seks baik pada wanita maupun homoseksual
* Kegagalan fase anal bisa membentuk karakter anak menjadi abivalensi (ragu), berlebihan, kasar, tidak rapi, dan cenderung sadomasokis
* Fase yang tepat mengajarkan disiplin
* Orangtua memberi pengarahan bahwa alat kelamin dan kotoran yang dia keluarkan adalah sesuatu yang wajar
Fase Phallic (4-6 tahun)
* Anak mulai menaruh perhatian pada alat kelaminnya
* Mulai menangkap perbedaan alat kelamin wanita dan laki-laki
* Mulai senang memainkan alat kelaminnya
* Anak laki-laki senang dengan ibunya, anak perempuan senang dengan bapaknya
* Jika fase ini tidak dilalui dengan baik maka akan timbul masalah emosi saat dewasa, seseorang juga akan merasakan trauma terhadap hal-hal yang berbau seksual
* Traumatis pada fase ini bisa menjadi penyebab impoten premier atau gangguan seksual berupa homoseksual
* Orangtua harus bijak dengan pertanyaan yang diajukan tentang perbedaan jenis kelamin dan jangan langsung menegur apalagi membentak anak yang terlihat sedang memainkan alat kelaminnya
Fase Latent (7-10 tahun)
* Fase tenang, anak tidak terlalu fokus pada tubuhnya
* Perkembangan kognitif anak berkembang pesat
* Anak cenderung menyukai bermain dengan sesama jenis
* Kegagalan pada fase ini bisa menyebabkan kurang kontrol diri akan pengalihan energi secara efisien pada minat belajar dan keterampilan
* Orangtua diharapkan bijak dan terbuka dengan informasi yang diterima anak, menjawab pertanyaan anak dengan bijaksana
Fase Genital (11-18 tahun)
* Anak sudah masuk tahap pubertas
* Alat seksual primer dan sekunder sudah matang
* Mulai tertarik pada lawan jenis
* Kegagalan pada fase ini akan menyebabkan kekacauan identitas
* Dampingi anak selalu agar dia tak bingung dengan banyak perubahan
Perilaku seksual seseorang sangat dipengaruhi oleh masing-masing fase. Apabila perkembangan fase berkembang dengan normal, maka perilaku seksual sesorang akan normal.
Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.
Setiap tangga harus dilalui untuk menaiki tangga berikutnya. Bila satu tahapan tidak dilalui dengan sukses, dapat menyebabkan masalah menetap.
Alhamdulillah, tema yang diangkat oleh kelompok 8 sangat bermanfaat. Mudah-mudahan dengan mengenal dengan baik setiap tahapan ini, kita jadi lebih siap menjalani setiap tahapan perkembangan. Sehingga anak pun bisa melewati setiap tahapan perkembangan dengan sebagaimana mestinya dan tidak ada yang terlewat.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Rabu, 26 September 2018
Fitrah Seksualitas (7)
Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 7: Desi, Dewi, Nisa, Nurhasanah, Syifa
Kelompok 7 mengangkat tema: peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas
Apa yang melatarbelakangi kelompok 7 mengambil tema ini?
Salah satunya fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara yatim (fatherless country) yang menduduki peringkat ke 3.
Apa itu fatherless country?
Sebuah negeri yang ditandai dengan keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah.
Ketidakhadiran peran ayah ini memunculkan penyimpangan orientasi seksual pada anak yang dinilai dari kebingungan identitas dan peran gender yang sepatutnya ditiru oleh anak.
Dampak dari fatherless country yaitu hadirnya virus BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired)
Dalam pendidikan fitrah seksualitas pun peran ayah sangat penting. Dalam Islam, laki-laki adalah imam bagi keluarganya. Seorang kepala keluarga juga diperintahkan Allah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Apa peran ayah dalam pendidikan seksualitas?
1. Ayah sebagai man of vision dan mission
2. Pensuplai ego dan individualitas
3. Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
4. Pensuplai maskulinitas
5. Ayah sang raja tega
6. Penanggung jawab pendidikan
7. Ayah konsultan pendidikan
Peran ayah dalam pendidikan seksualitas sesuai tahapan usia:
0-2 tahun: mendukung istri untuk menyusui, membangun kelekatan dengan anak
2-7 tahun: sosok ayah harus hadir, menempatkan diri sesuai seksualitasnya, memberi penjelasan pada anak tentang organ tubuh dan cara menjaganya terutama kepada anak laki-laki.
7-10 tahun: menguatkan konsep kelelakian pada anak laki-laki, membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya, menjelaskan cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki
10-14 tahun: ayah jadi sosok lelaki terdekat dan sosok ideal pertama untuk anak perempuannya, ayah jadi tempat curhat bagi anak-anak terutama perempuan, ayah memberi suplai maskulinitas bagi anak lelaki
14 tahun ke atas: ayah mengajarkan anak perempuan bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami, diperlakukan dari kacamata lelaki, ayah memperkuat peran keayahan sejati kepada anak lelaki dengan mengajarkan adab terhadap keluarga, pasangan, keturunan
Tentu saja ada tantangan yang dihadapi, seperti ayah tak paham mengenai perannya, paradigma bahwa pengasuhan diserahkan pada ibu, kuantitas dan kualitas waktu interaksi yang sedikit, terjadi perceraian, dan lain-lain.
Lalu apa solusinya?
1. Ayah harus menumbuhkan pondasi kepercayaan dan cinta pada anak
2. Ayah menjalankan peran keayahannya sebagai lelaki sejati
3. Calon suami/calon ayah harus mengedukasi diri
4. Menyelaraskan visi misi keluarga
5. Menumbuhkan rasa percaya diri ayah dengan melibatkannya di setiap kegiatan ibu ketika mengurus anak
6. Jika ingin menyekolahkan anak ke PAUD, pilih yang memiliki guru laki-laki dan perempuan
Alhamdulillah, diskusi kali ini menjelaskan secara rinci tentang peran ayah dalam keluarga, termasuk perannya dalam pendidikan fitrah seksualitas. Kembalikan ayah ke rumah! Mudah-mudahan kita bisa memulai dari keluarga sendiri untuk tidak menjadikan keluarga kita sebagai fatherless family. Melainkan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang penuh kasih sayang, keluarga yang utuh, yang semua anggota keluarganya bersinergi untuk membentuk keluarga Islami yang kelak berkumpul kembali di surga Allah. Aamiin.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Kelas Bandung 1
Kelompok 7: Desi, Dewi, Nisa, Nurhasanah, Syifa
Kelompok 7 mengangkat tema: peran ayah dalam pendidikan fitrah seksualitas
Apa yang melatarbelakangi kelompok 7 mengambil tema ini?
Salah satunya fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara yatim (fatherless country) yang menduduki peringkat ke 3.
Apa itu fatherless country?
Sebuah negeri yang ditandai dengan keadaan atau gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah.
Ketidakhadiran peran ayah ini memunculkan penyimpangan orientasi seksual pada anak yang dinilai dari kebingungan identitas dan peran gender yang sepatutnya ditiru oleh anak.
Dampak dari fatherless country yaitu hadirnya virus BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired)
Dalam pendidikan fitrah seksualitas pun peran ayah sangat penting. Dalam Islam, laki-laki adalah imam bagi keluarganya. Seorang kepala keluarga juga diperintahkan Allah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Apa peran ayah dalam pendidikan seksualitas?
1. Ayah sebagai man of vision dan mission
2. Pensuplai ego dan individualitas
3. Pembangun struktur berpikir dan rasionalitas
4. Pensuplai maskulinitas
5. Ayah sang raja tega
6. Penanggung jawab pendidikan
7. Ayah konsultan pendidikan
Peran ayah dalam pendidikan seksualitas sesuai tahapan usia:
0-2 tahun: mendukung istri untuk menyusui, membangun kelekatan dengan anak
2-7 tahun: sosok ayah harus hadir, menempatkan diri sesuai seksualitasnya, memberi penjelasan pada anak tentang organ tubuh dan cara menjaganya terutama kepada anak laki-laki.
7-10 tahun: menguatkan konsep kelelakian pada anak laki-laki, membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya, menjelaskan cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki
10-14 tahun: ayah jadi sosok lelaki terdekat dan sosok ideal pertama untuk anak perempuannya, ayah jadi tempat curhat bagi anak-anak terutama perempuan, ayah memberi suplai maskulinitas bagi anak lelaki
14 tahun ke atas: ayah mengajarkan anak perempuan bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami, diperlakukan dari kacamata lelaki, ayah memperkuat peran keayahan sejati kepada anak lelaki dengan mengajarkan adab terhadap keluarga, pasangan, keturunan
Tentu saja ada tantangan yang dihadapi, seperti ayah tak paham mengenai perannya, paradigma bahwa pengasuhan diserahkan pada ibu, kuantitas dan kualitas waktu interaksi yang sedikit, terjadi perceraian, dan lain-lain.
Lalu apa solusinya?
1. Ayah harus menumbuhkan pondasi kepercayaan dan cinta pada anak
2. Ayah menjalankan peran keayahannya sebagai lelaki sejati
3. Calon suami/calon ayah harus mengedukasi diri
4. Menyelaraskan visi misi keluarga
5. Menumbuhkan rasa percaya diri ayah dengan melibatkannya di setiap kegiatan ibu ketika mengurus anak
6. Jika ingin menyekolahkan anak ke PAUD, pilih yang memiliki guru laki-laki dan perempuan
Alhamdulillah, diskusi kali ini menjelaskan secara rinci tentang peran ayah dalam keluarga, termasuk perannya dalam pendidikan fitrah seksualitas. Kembalikan ayah ke rumah! Mudah-mudahan kita bisa memulai dari keluarga sendiri untuk tidak menjadikan keluarga kita sebagai fatherless family. Melainkan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang penuh kasih sayang, keluarga yang utuh, yang semua anggota keluarganya bersinergi untuk membentuk keluarga Islami yang kelak berkumpul kembali di surga Allah. Aamiin.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Selasa, 25 September 2018
Fitrah Seksualitas (6)
Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 6: Diona, Iis, Karnesia, Ratna, Titi Esti
Kelompok 6 mengangkat tema: mempersiapkan anak menuju aqil baligh
Apa pengertian aqil baligh?
Aqil baligh berasal dari Bahasa Arab yaitu aqala (berakal) dan balagha (sampai). Aqil baligh yaitu usia dimana seseorang telah dibebani hukum syariat (taklif), mampu mengetahui atau mengerti hukum tersebut (Ensiklopedia Hukum Islam).
Bisa juga diartikan orang yang sehat dan sempurna pikirannya, dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban yang dibolehkan dan yang dilarang serta yang bermanfaat dan yang merusak (Alim, 2010).
Apa ciri pada anak laki-laki?
Keluar mani, tumbuh kumis, tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan, tumbuhnya jakun, suara lebih besar, dada melebar, kulit lebih kasar.
Apa ciri pada anak perempuan?
Keluar darah haid, payudara dan panggul membesar, rambut tumbuh di ketiak dan kemaluan, kulit relatif lebih halus.
Pada masa ini, ayah harus memberi suplai maskulinitas (SM) dan ibu memberi suplai feminitas (SF) dengan perbandingan sebagai berikut:
Anak laki-laki: 75% SM + 25% SF
Anak perempuan: 75% SF + 25% SM
Proses ini dilakukan di rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Mengapa kita perlu menyiapkan anak-anak menghadapi masa aqil baligh?
1. Kebutuhan remaja agar mengetahui organ reproduksinya
2. Kebutuhan remaja agar mengetahui tentang seksualitas dan memahami perilaku seksual
3. Mencegah dampak dari perilaku seksual
4. Agar remaja mampu mengendalikan dorongan seksual sesuai kaidah Islam
5. Sebagai bekal kelak ketika mereka menikah
Bagaimana cara mempersiapkannya?
1. Orangtua harus punya nilai yang jelas
2. Disampaikan secara bersahabat
3. Jaga komunikasi
4. Bicara fakta dan keyakinan
5. Dorong rasa bangga pada diri anak
6. Selingi dengan humor
Pada diskusi kali ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana mempersiapkan anak kita sedini mungkin menyoal fitrah seksualitasnya. Diingatkan juga betapa di lingkungan terdekat pun kita sudah menghadapi berbagai tantangan. Poin penting hasil diskusi yang saya ingat betul yaitu kita harus memperkuat akidah, prinsip, jati diri yang ada pada diri anak kita supaya anak tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh dari luar. Tentu saja dengan tak lupa senantiasa mendoakan anak-anak kita, menitipkannya kepada penciptanya. Semoga anak-anak kita bertumbuh berkembang sesuai fitrahnya. Aamiin.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Kelas Bandung 1
Kelompok 6: Diona, Iis, Karnesia, Ratna, Titi Esti
Kelompok 6 mengangkat tema: mempersiapkan anak menuju aqil baligh
Apa pengertian aqil baligh?
Aqil baligh berasal dari Bahasa Arab yaitu aqala (berakal) dan balagha (sampai). Aqil baligh yaitu usia dimana seseorang telah dibebani hukum syariat (taklif), mampu mengetahui atau mengerti hukum tersebut (Ensiklopedia Hukum Islam).
Bisa juga diartikan orang yang sehat dan sempurna pikirannya, dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban yang dibolehkan dan yang dilarang serta yang bermanfaat dan yang merusak (Alim, 2010).
Apa ciri pada anak laki-laki?
Keluar mani, tumbuh kumis, tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan, tumbuhnya jakun, suara lebih besar, dada melebar, kulit lebih kasar.
Apa ciri pada anak perempuan?
Keluar darah haid, payudara dan panggul membesar, rambut tumbuh di ketiak dan kemaluan, kulit relatif lebih halus.
Pada masa ini, ayah harus memberi suplai maskulinitas (SM) dan ibu memberi suplai feminitas (SF) dengan perbandingan sebagai berikut:
Anak laki-laki: 75% SM + 25% SF
Anak perempuan: 75% SF + 25% SM
Proses ini dilakukan di rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Mengapa kita perlu menyiapkan anak-anak menghadapi masa aqil baligh?
1. Kebutuhan remaja agar mengetahui organ reproduksinya
2. Kebutuhan remaja agar mengetahui tentang seksualitas dan memahami perilaku seksual
3. Mencegah dampak dari perilaku seksual
4. Agar remaja mampu mengendalikan dorongan seksual sesuai kaidah Islam
5. Sebagai bekal kelak ketika mereka menikah
Bagaimana cara mempersiapkannya?
1. Orangtua harus punya nilai yang jelas
2. Disampaikan secara bersahabat
3. Jaga komunikasi
4. Bicara fakta dan keyakinan
5. Dorong rasa bangga pada diri anak
6. Selingi dengan humor
Pada diskusi kali ini, lagi-lagi saya belajar tentang bagaimana mempersiapkan anak kita sedini mungkin menyoal fitrah seksualitasnya. Diingatkan juga betapa di lingkungan terdekat pun kita sudah menghadapi berbagai tantangan. Poin penting hasil diskusi yang saya ingat betul yaitu kita harus memperkuat akidah, prinsip, jati diri yang ada pada diri anak kita supaya anak tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh dari luar. Tentu saja dengan tak lupa senantiasa mendoakan anak-anak kita, menitipkannya kepada penciptanya. Semoga anak-anak kita bertumbuh berkembang sesuai fitrahnya. Aamiin.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Fitrah Seksualitas (5)
Bunda Sayang Batch #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 5: Primaria, Octy, Mahya, Sri Indah, Mori, Rasmi
Kelompok 5 mengambil tema: ayah dan bunda sebagai pendidik utama fitrah seksualitas anak.
Mengapa ayah dan bunda? Karena ini tercantum dalam Al-Qur'an pada QS An-Nisaa ayat 9 dan juga beberapa hadits. Bahwa kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah, bahwa setiap anak terlahir fitrah, bahwa setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam menghadapi tantangan mendidik fitrah seksualitas, kelompok 5 berbagi beberapa poin prinsip dan kiat dasar.
Prinsip dasarnya yaitu:
1. Ayah dan bunda harus konsekuen dan respek
2. Berlandaskan agama
3. Putuskan masa lalu: keluar dari tabu dan saru
4. Tingkatkan terus pengetahuan dan keterampilan sebagai orang tua
Sementara kiat dasarnya yaitu:
1. Jangan borongan, lakukan sedini mungkin
2. Proaktif, terlibat penuh
3. Jangan subkontrak tanggung jawab pada orang lain
Yang seru dan menarik dalam diskusi ini adalah saat membahas kiat menghadapi pertanyaan anak. Seperti kita ketahui anak-anak sekarang sangat kritis, rasa ingin tahu nya sangat besar, ingin mendapat informasi yang sejelas-jelasnya. Masalahnya seringkali orang tua cukup kewalahan karena pertanyaan yang diajukan oleh anak adalah pertanyaan yang cukup vulgar menurut kita. Ninda, anggota kelompok yang sudah berpengalaman pun berbagi ilmu. Bagaimana kita bisa menjadikan momen itu sebagai golden opportunity. Saat anak bertanya, gunakanlah saat itu untuk menjelaskan dengan sebaik-baiknya.
Beberapa kiat yang bisa dicoba adalah sebagai berikut:
1. Tenang, kontrol diri
2. Cek pemahaman anak
3. Apa yang orangtua rasakan? Katakan!
4. Jawab atau tidak
5. Jika menjawab, beri jawaban terbaik saat itu dengan mengacu pada norma agama
6. Kaitkan jawaban dengan seseorang yang dekat atau dikenal oleh anak
7. Ingat kaidah KISS (Keep Information Short and Simple)
8. Gunakan the golden opportunity
9. Kalau tidak menjadwb atau belum tahu, tunda jawaban dengan jujur
Alhamdulillah, ilmu baru lagi bagi saya yang baru menjadi ibu hampir genap 5 tahun. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Kaysan terkadang memang membuat saya terkejut. Saya kelabakan mencari jawaban. Diskusi dengan kelompok 5 ini semakin mengingatkan diri ini untuk terus belajar membekali diri agar bisa menjadi orangtua yang menjadi sumber utama pendidikan anak-anaknya, termasuk diantara pendidikan fitrah seksualitas.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Kelas Bandung 1
Kelompok 5: Primaria, Octy, Mahya, Sri Indah, Mori, Rasmi
Kelompok 5 mengambil tema: ayah dan bunda sebagai pendidik utama fitrah seksualitas anak.
Mengapa ayah dan bunda? Karena ini tercantum dalam Al-Qur'an pada QS An-Nisaa ayat 9 dan juga beberapa hadits. Bahwa kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah, bahwa setiap anak terlahir fitrah, bahwa setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam menghadapi tantangan mendidik fitrah seksualitas, kelompok 5 berbagi beberapa poin prinsip dan kiat dasar.
Prinsip dasarnya yaitu:
1. Ayah dan bunda harus konsekuen dan respek
2. Berlandaskan agama
3. Putuskan masa lalu: keluar dari tabu dan saru
4. Tingkatkan terus pengetahuan dan keterampilan sebagai orang tua
Sementara kiat dasarnya yaitu:
1. Jangan borongan, lakukan sedini mungkin
2. Proaktif, terlibat penuh
3. Jangan subkontrak tanggung jawab pada orang lain
Yang seru dan menarik dalam diskusi ini adalah saat membahas kiat menghadapi pertanyaan anak. Seperti kita ketahui anak-anak sekarang sangat kritis, rasa ingin tahu nya sangat besar, ingin mendapat informasi yang sejelas-jelasnya. Masalahnya seringkali orang tua cukup kewalahan karena pertanyaan yang diajukan oleh anak adalah pertanyaan yang cukup vulgar menurut kita. Ninda, anggota kelompok yang sudah berpengalaman pun berbagi ilmu. Bagaimana kita bisa menjadikan momen itu sebagai golden opportunity. Saat anak bertanya, gunakanlah saat itu untuk menjelaskan dengan sebaik-baiknya.
Beberapa kiat yang bisa dicoba adalah sebagai berikut:
1. Tenang, kontrol diri
2. Cek pemahaman anak
3. Apa yang orangtua rasakan? Katakan!
4. Jawab atau tidak
5. Jika menjawab, beri jawaban terbaik saat itu dengan mengacu pada norma agama
6. Kaitkan jawaban dengan seseorang yang dekat atau dikenal oleh anak
7. Ingat kaidah KISS (Keep Information Short and Simple)
8. Gunakan the golden opportunity
9. Kalau tidak menjadwb atau belum tahu, tunda jawaban dengan jujur
Alhamdulillah, ilmu baru lagi bagi saya yang baru menjadi ibu hampir genap 5 tahun. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Kaysan terkadang memang membuat saya terkejut. Saya kelabakan mencari jawaban. Diskusi dengan kelompok 5 ini semakin mengingatkan diri ini untuk terus belajar membekali diri agar bisa menjadi orangtua yang menjadi sumber utama pendidikan anak-anaknya, termasuk diantara pendidikan fitrah seksualitas.
Love,
dienemon
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
#BundaSayang
Minggu, 23 September 2018
Fitrah Seksualitas (4)
Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 4: Eka, Dian, Dessy, Citra, Mirra
Tema yang diangkat dalam diskusi kelompok 4 adalah "Studi Kasus dan Pentingnya Pembelajaran Fitrah Seksualitas Pada Anak". Kasus yang diangkat adalah kasus yang pernah ditangani langsung oleh salah satu anggota kelompok, yaitu Teh Dian Ramadhani. Berikut gambaran kasus tersebut:
Contoh kasus ini semakin membuka mata kita bahwa isu-isu seperti ini memang terjadi di sekitar kita. Beberapa teman juga berbagi kisah yang mereka ketahui secara langsung yang mirip dengan kasus yang diangkat oleh kelompok 4. Dan semua yang diceritakan memang mengerikan. Kasus-kasus seperti ini bukan lagi hitungan jari.
Teh Dian yang berkesempatan menangani kasus tersebut, akhirnya dapat mengambil beberapa kesimpulan setelah melakukan konseling dan menganalisanya. Ternyata ada beberapa penyebab yang membuat kasus di atas terjadi, yaitu:
1. Pola pengasuhan yang kurang tepat
2. Tidak hadirnya sosok ayah di dalam proses pengasuhan
3. Terpapar pornografi
4. Subkontrak pendidikan agama
5. Keinginan meniru dan rasa ingin tahu
Poin-poin di atas menyadarkan kita semua bahwa memang pendidikan dari rumah adalah yang pertama dan utama. Orangtua lah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Seperti yang pernah dipaparkan oleh Ibu Elly Risman, kita (orangtua) adalah sumber pertama dan utama anak dalam memahami seksualitas. Pengetahuan seksualitas yang mumpuni dan keluar dari tabu adalah modal awal yang dibutuhkan anak dari kedua orangtuanya untuk menjelaskan tentang seksualitas.
Beberapa solusi yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan seperti kasus-kasus di atas diantaranya sebagai berikut:
1. Memperkuat konsep peran laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur'an (QS An-Nisaa: 34)
2. Menghadirkan peran ayah dalam pendidikan keluarga
3. Membantu anak dalam mengenali identitas seksualnya
4. Membantu anak memahami peran seksualnya
5. Keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak
6. Anak perlu diajari tentang orientasi seksual. Bahwa laki-laki itu tertarik dan hanya boleh menikah dengan perempuan dan begitupun sebaliknya.
Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 4 semakin menyadarkan diri ini bahwa banyak sekali tugas orangtua apalagi di zaman yang sudah semakin banyak tantangannya. Semoga kita sebagai orangtua tak letih membekali diri dengan ilmu-ilmu yang relevan dengan pengasuhan anak. Sehingga dari rumah kita akan lahir generasi peradaban yang tangguh, yang memiliki konsep diri yang utuh sehingga tidak mudah terbawa arus zaman yang sudah semakin memprihatinkan ini. Semangat belajar ya, ayah dan ibu!
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Kelas Bandung 1
Kelompok 4: Eka, Dian, Dessy, Citra, Mirra
Tema yang diangkat dalam diskusi kelompok 4 adalah "Studi Kasus dan Pentingnya Pembelajaran Fitrah Seksualitas Pada Anak". Kasus yang diangkat adalah kasus yang pernah ditangani langsung oleh salah satu anggota kelompok, yaitu Teh Dian Ramadhani. Berikut gambaran kasus tersebut:
Contoh kasus ini semakin membuka mata kita bahwa isu-isu seperti ini memang terjadi di sekitar kita. Beberapa teman juga berbagi kisah yang mereka ketahui secara langsung yang mirip dengan kasus yang diangkat oleh kelompok 4. Dan semua yang diceritakan memang mengerikan. Kasus-kasus seperti ini bukan lagi hitungan jari.
Teh Dian yang berkesempatan menangani kasus tersebut, akhirnya dapat mengambil beberapa kesimpulan setelah melakukan konseling dan menganalisanya. Ternyata ada beberapa penyebab yang membuat kasus di atas terjadi, yaitu:
1. Pola pengasuhan yang kurang tepat
2. Tidak hadirnya sosok ayah di dalam proses pengasuhan
3. Terpapar pornografi
4. Subkontrak pendidikan agama
5. Keinginan meniru dan rasa ingin tahu
Poin-poin di atas menyadarkan kita semua bahwa memang pendidikan dari rumah adalah yang pertama dan utama. Orangtua lah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Seperti yang pernah dipaparkan oleh Ibu Elly Risman, kita (orangtua) adalah sumber pertama dan utama anak dalam memahami seksualitas. Pengetahuan seksualitas yang mumpuni dan keluar dari tabu adalah modal awal yang dibutuhkan anak dari kedua orangtuanya untuk menjelaskan tentang seksualitas.
Beberapa solusi yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan seperti kasus-kasus di atas diantaranya sebagai berikut:
1. Memperkuat konsep peran laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur'an (QS An-Nisaa: 34)
2. Menghadirkan peran ayah dalam pendidikan keluarga
3. Membantu anak dalam mengenali identitas seksualnya
4. Membantu anak memahami peran seksualnya
5. Keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak
6. Anak perlu diajari tentang orientasi seksual. Bahwa laki-laki itu tertarik dan hanya boleh menikah dengan perempuan dan begitupun sebaliknya.
Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 4 semakin menyadarkan diri ini bahwa banyak sekali tugas orangtua apalagi di zaman yang sudah semakin banyak tantangannya. Semoga kita sebagai orangtua tak letih membekali diri dengan ilmu-ilmu yang relevan dengan pengasuhan anak. Sehingga dari rumah kita akan lahir generasi peradaban yang tangguh, yang memiliki konsep diri yang utuh sehingga tidak mudah terbawa arus zaman yang sudah semakin memprihatinkan ini. Semangat belajar ya, ayah dan ibu!
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Sabtu, 22 September 2018
Fitrah Seksualitas (3)
Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 3: Alienda, Marlitha, Nurul Nurwianti, Siti Komariah, Vinny
Hari ini presentasi memasuki hari ketiga. Sayangnya, hari ini sedang tidak bisa menyimak langsung diskusi di grup karena saya harus mengurusi kepulangan ibu yang beberapa hari ini dirawat di rumah sakit. Tapi alhamdulillah bisa membaca hasil diskusi grup kemudian meski tak terlibat aktif dalam presentasinya. Dan ternyata, kelompok 3 ini mengambil salah satu sub bahasan dari topik fitrah seksualitas. Mereka mengupas fenomena tantangan fitrah seksualitas di era digital. Sub bahasan yang sangat relevan dengan apa yang terjadi sekarang ini.
Diskusi dibuka dengan menampilkan contoh kasus yang sempat viral di Indonesia, yaitu mengenai sebuah video yang merekam seorang anak perempuan sedang menonton film porno menggunakan handphone sementara ia sedang berada di dekat orangtuanya, serta salah satu pelecehan yang dialamatkan pada seorang penyanyi via media sosial.
Fenomena ini ternyata dipengaruhi salah satunya oleh faktor kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membuat anak-anak mudah mengakses internet. Permasalahannya, mereka sering mendapat informasi yang seharusnya belum mereka dapatkan, misal informasi mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Sehingga malah menjadi menyesakan karena tak ada bimbingan dalam menyerap informasi tersebut.
Menurut sebuah survey, memang internet sekarang menjadi pilihan sumber ilmu yang terpercaya dan cukup memuaskan termasuk dalam menjawab permasalahan seks, reproduksi, dll. Sedikit saja orang yang langsung bertanya pada ahlinya misal dokter atau anak-anak yang berani membahas dengan orangtua di keluarganya. Lagi-lagi karena sebagian menganggap hal ini tabu. Padahal anak-anak inilah yang paling sering mengakses internet.
Berangkat dari fenomena tersebut kita menjadi tahu bahwa membangkitkan fitrah seksualitas pada anak sangatlah penting. Kenapa? Karena hal ini akan mempengaruhi masa depan anak-anak, lebih jauh lagi mempengaruhi peradaban. Maka orangtua harus mau memberikan pendidikan fitrah seksualitas ini di rumah agar anak mendapat informasi yang tepat dan sesuai tahapan usianya dan bukan mendapatkan informasinya secara sembarangan melalui akses internet.
Bagaimana langkah-langkah pendampingan yang bisa dilakukan oleh orangtua?
1. Perhatikan usia anak terlebih dahulu
2. Pendidikan seks untuk anak sekolah dasar idelanya fokus pada pengenalan anggota tubuh dan fungsinya serta bagaimana menghargai tubuh mereka sendiri
3. Jangan menunggu sampai anak bertanya
4. Pastikan anak tahu kepada siapa dia bisa menceritakan hal-hal personalnya
5. Berusahalah untuk jujur saat anak bertanya tentang seksualitas seperti "dari mana bayi berasal?"
6. Banyak membaca referensi seputar seksualitas bersama anak sesuai usianya
Alhamdulillah, pembahasan dari kelompok 3 semakin mengingatkan saya untuk terus belajar. Teknologi semakin maju, maka kita sebagai pengguna teknologi pun cara berpikirnya harus semakin maju. Teknologi hadir untuk memudahkan urusan manusia, maka jangan sampai teknologi malah menghancurkan manusia. Memelihara kedekatan dengan anak-anak insya Allah bisa menjadi salah satu cara untuk bisa meminimalisir dampak negatif dari kemajuan teknologi.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Fitrah Seksualitas (2)
Bunda Sayang #3
Kelas Bandung 1
Kelompok 2: Thiara, Fitriyah, Imas, Nurul
Kelompok 2 memulai diskusi dengan menampilkan penjelasan tentang fitrah seksualitas menurut Al-Qur'an yang terkandung dalam QS Ar-Ruum; 21 dan QS An-Nisaa: 34.
Lalu dilanjutkan dengan merinci beberapa contoh pendidikan seksualitas dalam Islam, diantaranya sebagai berikut:
1. Menanamkan rasa malu pada anak
2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan
3. Memisahkan tempat tidur mereka
4. Mengenalkan waktu berkunjung yang tiga waktu: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya
5. Mendidik untuk menjaga kebersihan alat kelamin
6. Mengenalkan mahram nya
7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, tidak berikhtilat, tidak berkhalwat (pacaran)
8. Mengenalkan mimpi basah dan haid
Kelompok 2 juga membahas mengenai perbandingan pendidikan seks di beberapa negara. Di Indonesia, pendidikan seks masih dipandang sebagai pengetahuan luar atau tambahan, belum menjadi pengetahuan yang wajib diajarkan. Kebanyakan orangtua juga belum memilik ilmu yang cukup untuk mengajarkan tentang pendidikan seks.
Sementara di Belanda, anak-anak TK diberi pemahaman dasar tentang apa itu cinta dan cara menunjukkan kasih sayang. Di Norwegia, anak usia 8-12 tahun menonton serial video edukasi tentang seks. Di Swedia, anak SD menonton video tentang alat reproduksi mereka. Tetapi di Inggris, meski materi seks diwajibkan untuk anak berusia 11 tahun ke atas tapi banyak yang menganggap bahwa pelajaran itu tidak penting. Para orangtua juga tidak menyarankan anaknya untuk mengikuti kelas tersebut jika keberatan dengan kontennya.
Kelompok 2 juga menampilkan gambaran mengenai pendidikan seks di Jepang. Di Jepang, anak usia TK sudah diajarkan pendidikan seks dengan kartu bergambar dan untuk tingkat SMP-SMA dengan kartu remi yang isinya larangan seks dan bahaya seks. Kartu untuk anak TK ini mungkin cukup vulgar jika diajarkan di Indonesia yang lekat akan adat ketimuran. Karena di kartu ini diperlihatkan ada hewan jantan, ada hewan betina, ada gambar ketika mereka bergaul, serta ada gambar bayi hewan yang dihasilkan dari proses tersebut. Kemungkinan besar memang ada buku panduan untuk para guru agar tak salah menyampaikan. Jadi kita tidak bisa begitu saja mencontoh cara tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak kita di Indonesia.
Berikut contoh kartu-kartu yang digunakan di Jepang:
Dapat disimpulkan dari pemaparan materi dari kelompok 2 bahwa pendidikan seks itu diajarkan dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara. Tapi tentu semuanya bertujuan agar bisa mengurangi angka penyimpangan seksual yang banyak terjadi. Sebagai umat Islam, kita diharapkan bisa mengarahkan fitrah seksualitas anak ini sesuai tuntunan syari'at Islam seperti contoh yang sudah dibahas di awal materi.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Kelas Bandung 1
Kelompok 2: Thiara, Fitriyah, Imas, Nurul
Kelompok 2 memulai diskusi dengan menampilkan penjelasan tentang fitrah seksualitas menurut Al-Qur'an yang terkandung dalam QS Ar-Ruum; 21 dan QS An-Nisaa: 34.
Lalu dilanjutkan dengan merinci beberapa contoh pendidikan seksualitas dalam Islam, diantaranya sebagai berikut:
1. Menanamkan rasa malu pada anak
2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan
3. Memisahkan tempat tidur mereka
4. Mengenalkan waktu berkunjung yang tiga waktu: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya
5. Mendidik untuk menjaga kebersihan alat kelamin
6. Mengenalkan mahram nya
7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, tidak berikhtilat, tidak berkhalwat (pacaran)
8. Mengenalkan mimpi basah dan haid
Kelompok 2 juga membahas mengenai perbandingan pendidikan seks di beberapa negara. Di Indonesia, pendidikan seks masih dipandang sebagai pengetahuan luar atau tambahan, belum menjadi pengetahuan yang wajib diajarkan. Kebanyakan orangtua juga belum memilik ilmu yang cukup untuk mengajarkan tentang pendidikan seks.
Sementara di Belanda, anak-anak TK diberi pemahaman dasar tentang apa itu cinta dan cara menunjukkan kasih sayang. Di Norwegia, anak usia 8-12 tahun menonton serial video edukasi tentang seks. Di Swedia, anak SD menonton video tentang alat reproduksi mereka. Tetapi di Inggris, meski materi seks diwajibkan untuk anak berusia 11 tahun ke atas tapi banyak yang menganggap bahwa pelajaran itu tidak penting. Para orangtua juga tidak menyarankan anaknya untuk mengikuti kelas tersebut jika keberatan dengan kontennya.
Kelompok 2 juga menampilkan gambaran mengenai pendidikan seks di Jepang. Di Jepang, anak usia TK sudah diajarkan pendidikan seks dengan kartu bergambar dan untuk tingkat SMP-SMA dengan kartu remi yang isinya larangan seks dan bahaya seks. Kartu untuk anak TK ini mungkin cukup vulgar jika diajarkan di Indonesia yang lekat akan adat ketimuran. Karena di kartu ini diperlihatkan ada hewan jantan, ada hewan betina, ada gambar ketika mereka bergaul, serta ada gambar bayi hewan yang dihasilkan dari proses tersebut. Kemungkinan besar memang ada buku panduan untuk para guru agar tak salah menyampaikan. Jadi kita tidak bisa begitu saja mencontoh cara tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak kita di Indonesia.
Berikut contoh kartu-kartu yang digunakan di Jepang:
Dapat disimpulkan dari pemaparan materi dari kelompok 2 bahwa pendidikan seks itu diajarkan dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara. Tapi tentu semuanya bertujuan agar bisa mengurangi angka penyimpangan seksual yang banyak terjadi. Sebagai umat Islam, kita diharapkan bisa mengarahkan fitrah seksualitas anak ini sesuai tuntunan syari'at Islam seperti contoh yang sudah dibahas di awal materi.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Kamis, 20 September 2018
Fitrah Seksualitas (1)
Setelah mengakrabi dunia dongeng di game level 10, sekarang waktunya memasuki game level 11. Game level 11 memiliki tema: fitrah seksualitas. Dan kali ini ada yang berbeda dari tantangan game sebelumnya.
Ternyata fasilitator membagi kami menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok kemudian harus berdiskusi mengenai tema fitrah seksualitas untuk kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di dalam kelas.
Dan takdir Allah, saya dan empat orang lain masuk ke dalam kelompok 1. Kemarin lusa baru saja dilakukan pembagian kelompok, lalu hari ini kami harus presentasi.
Wow! Mepet sekali ya waktunya?
Tapi alhamdulillah saya memiliki teman-teman sekelompok yang luar biasa, yaitu Teh Nita, Teh Rani, Teh Sofa, Teh Tuminah.
Meski persiapan masih dilakukan sampai beberapa saat sebelum waktu presentasi, alhamdulillah presentasi tadi menurut kami berjalan cukup lancar dan interaktif. Tentu tak lepas dari partisipasi aktif teman-teman di kelas Bandung 1.
Lalu apa yang kami bahas tadi saat presentasi?
Sebagai kelompok pertama, kami tidak bisa mencontoh kelompok lain. Jadi tadi kami bersepakat untuk membagikan materi yang kami dapatkan tentang fitrah seksualitas yang sudah dibuat dalam format pdf, infografis, infodoodle serta video kepada teman-teman di kelas ditambah dengan membuka beberapa sesi interaktif.
Materi yang kami dapatkan cukup banyak, sehingga tidak semua bisa dibahas mendalam.
Pembahasan yang tadi sempat menjadi bahan sesi interaktif adalah sebagai berikut:
1. Apa itu fitrah seksualitas? Apa perbedaan gender dan seks?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap, sesuai dengan identitas seksualnya, yaitu laki-laki atau perempuan.
Gender adalah berbagai dimensi terkait jenis kelamin yang biasanya berhubungan dengan status sosial dan budaya. Sedangkan seks adalah dimensi terkait jenis kelamin secara biologi yang sudah merupakan kodrat dari Tuhan.
2. Pendidikan fitrah seksualitas yang sudah coba dipraktekkan oleh teman-teman di kelas
* Menjelaskan batasan aurat laki-laki dan perempuan.
* Menjelaskan alasan kenapa perempuan harus berkerudung
* Mengajarkan bagian tubuh mana yang tak boleh disentuh orang lain (salah satunya memakai media video lagu anak)
* Mengajarkan anak untuk bisa membersihkan diri sendiri setelah buang air kecil
* Mengenalkan rasa malu
* Mengajarkan nama anggota tubuh serta fungsinya lewat nyanyian
* Membiasakan anak untuk tidak mandi di waktu yang bersamaan meski berjenis kelamin sama
* Memberi selimut yang berbeda untuk anak berjenis kelamin sama meski tidur di satu ranjang yang sama. Apalagi untuk anak dengan jenis kelamin berbeda.
3. Ada tahapan pendidikan fitrah seksualitas yang harus kita laksanakan tapi bagaimana jika ada fase yang terlewat?
Fase yang terlewat harus tetap dilaksanakan sambil menjalankan fase yang memang sedang dijalani di usia anak yang sekarang.
Tiga pembahasan tersebut yang tadi muncul di sesi interaktif presentasi kelompok kami.
Keseluruhan materi yang kami berikan bisa di akses pada tautan berikut http://bit.ly/Diskusilevel11kelompok1bunsay3bandung1
Alhamdulillah, tugas kami presentasi hari ini telah selesai. Tak sabar menanti pembahasan dari kelompok-kelompok selanjutnya yang pasti akan memberi lebih banyak lagi pencerahan.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
* Menjelaskan batasan aurat laki-laki dan perempuan.
* Menjelaskan alasan kenapa perempuan harus berkerudung
* Mengajarkan bagian tubuh mana yang tak boleh disentuh orang lain (salah satunya memakai media video lagu anak)
* Mengajarkan anak untuk bisa membersihkan diri sendiri setelah buang air kecil
* Mengenalkan rasa malu
* Mengajarkan nama anggota tubuh serta fungsinya lewat nyanyian
* Membiasakan anak untuk tidak mandi di waktu yang bersamaan meski berjenis kelamin sama
* Memberi selimut yang berbeda untuk anak berjenis kelamin sama meski tidur di satu ranjang yang sama. Apalagi untuk anak dengan jenis kelamin berbeda.
3. Ada tahapan pendidikan fitrah seksualitas yang harus kita laksanakan tapi bagaimana jika ada fase yang terlewat?
Fase yang terlewat harus tetap dilaksanakan sambil menjalankan fase yang memang sedang dijalani di usia anak yang sekarang.
Tiga pembahasan tersebut yang tadi muncul di sesi interaktif presentasi kelompok kami.
Keseluruhan materi yang kami berikan bisa di akses pada tautan berikut http://bit.ly/Diskusilevel11kelompok1bunsay3bandung1
Alhamdulillah, tugas kami presentasi hari ini telah selesai. Tak sabar menanti pembahasan dari kelompok-kelompok selanjutnya yang pasti akan memberi lebih banyak lagi pencerahan.
Love,
dienemon
#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11
Sabtu, 15 September 2018
Grab Your Imagination (Aliran Rasa)
Mendongeng itu ternyata asyik! Selama ini lebih sering membacakan buku untuk Kaysan. Itu juga sudah "asyik" sih. Saya membaca satu kalimat, Kaysan akan merespon dengan cerita panjang. Haha...
Untungnya saya ingat pesan seseorang soal membacakan buku untuk anak. Ia menuliskan justru respon seperti itulah yang diharapkan muncul dari kegiatan membaca buku. Bagaimana anak jadi berkembang imajinasinya, bagaimana anak menyambungkan satu hal dengan hal lainnya, menyambungkan informasi yang sudah didapat dengan informasi yang baru saja didengarnya. Jadi tujuan utamanya bukan menyelesaikan bacaan itu, justru hal-hal tadi yang diharapkan muncul saat membaca buku.
Saat mendongeng, Kaysan ternyata juga bisa fokus menyimak. Sebenarnya saya sudah beberapa kali melihat Kaysan mengikuti kegiatan mendongeng dan ia sangat antusias. Menyimak dengan baik, larut dalam cerita. Tapi saya belum pernah mencobanya sendiri. Malah saat tantangan game sebelumnya, Kaysan lah yang mendongeng untuk saya. Dan ia bisa!
Dengan adanya tantangan ini, saya jadi belajar mendongeng. Dan ternyata saya juga menikmatinya. Apalagi kemarin lebih sering saya melakukannya saat sebelum tidur. Bonding saya dengan Kaysan jadi terus terpupuk. Dengan posisi Kaysan di dekapan atau dia duduk di sebelah saya, dia akan menyimak dengan baik dongeng yang saya sampaikan.
Kaysan pun jadi tertarik sekali dan menanti waktu mendongeng ini. Dia yang berimajinasi, meminta saya menceritakan sebuah tema. Dia mengerti, bahwa setiap saya mendongeng, saya sedang bermaksud menyampaikan satu pesan moral yang baik untuknya. Sehingga dia akan meminta tema-tema yang seperti itu.
Tak jarang, Kaysan juga ingin ikut mendongeng. Biasanya dia akan mendongeng tentang kisah yang pernah ia lihat di YouTube.
Oya, bahkan Kaysan masih mengingat dengan baik nama-nama tokoh dongeng dan ceritanya ketika saya tanya beberapa hari berikutnya. Sementara saya sendiri malah sudah lupa. Karena nama dan cerita yang saya sampaikan biasanya mengikuti apa yang terjadi di hari itu.
Alhamdulillah. Banyak sekali yang kami dapat dari tantangan kali ini.
Love,
dienemon
#GrabYourImagination
#KuliauBunsayIIP
Untungnya saya ingat pesan seseorang soal membacakan buku untuk anak. Ia menuliskan justru respon seperti itulah yang diharapkan muncul dari kegiatan membaca buku. Bagaimana anak jadi berkembang imajinasinya, bagaimana anak menyambungkan satu hal dengan hal lainnya, menyambungkan informasi yang sudah didapat dengan informasi yang baru saja didengarnya. Jadi tujuan utamanya bukan menyelesaikan bacaan itu, justru hal-hal tadi yang diharapkan muncul saat membaca buku.
Saat mendongeng, Kaysan ternyata juga bisa fokus menyimak. Sebenarnya saya sudah beberapa kali melihat Kaysan mengikuti kegiatan mendongeng dan ia sangat antusias. Menyimak dengan baik, larut dalam cerita. Tapi saya belum pernah mencobanya sendiri. Malah saat tantangan game sebelumnya, Kaysan lah yang mendongeng untuk saya. Dan ia bisa!
Dengan adanya tantangan ini, saya jadi belajar mendongeng. Dan ternyata saya juga menikmatinya. Apalagi kemarin lebih sering saya melakukannya saat sebelum tidur. Bonding saya dengan Kaysan jadi terus terpupuk. Dengan posisi Kaysan di dekapan atau dia duduk di sebelah saya, dia akan menyimak dengan baik dongeng yang saya sampaikan.
Kaysan pun jadi tertarik sekali dan menanti waktu mendongeng ini. Dia yang berimajinasi, meminta saya menceritakan sebuah tema. Dia mengerti, bahwa setiap saya mendongeng, saya sedang bermaksud menyampaikan satu pesan moral yang baik untuknya. Sehingga dia akan meminta tema-tema yang seperti itu.
Tak jarang, Kaysan juga ingin ikut mendongeng. Biasanya dia akan mendongeng tentang kisah yang pernah ia lihat di YouTube.
Oya, bahkan Kaysan masih mengingat dengan baik nama-nama tokoh dongeng dan ceritanya ketika saya tanya beberapa hari berikutnya. Sementara saya sendiri malah sudah lupa. Karena nama dan cerita yang saya sampaikan biasanya mengikuti apa yang terjadi di hari itu.
Alhamdulillah. Banyak sekali yang kami dapat dari tantangan kali ini.
Love,
dienemon
#GrabYourImagination
#KuliauBunsayIIP
Minggu, 09 September 2018
Grab Your Imagination (10)
Hari ini, lagi-lagi Kaysan yang mendongeng. Katanya dia punya cerita tentang keluarga babi.
Di sebuah keluarga babi, sang ayah baru saja mati. Tinggallah ibu babi dan ketiga anaknya. Ibu babi menyuruh anak-anaknya untuk mencoba hidup sendiri dengan membuat rumah masing-masing. Babi nomor tiga berencana membuat rumah dari jerami. Babi nomor dua berencana membuat rumah dari kayu. Babi nomor satu, anak babi yang paling tua memberitahu adik-adiknya bahwa jerami dan kayu itu kurang kuat tapi mereka tidak percaya. Babi nomor satu sendiri akan membuat rumah yang terbuat dari batu bata. Karena itu paling kuat.
Setelah rumahnya selesai, ternyata ada serigala datang. Dan serigala bisa menyerang dan menghancurkan rumah babi yang terbuat dari jerami dan kayu sementara rumah babi yang terbuat dari batu bata masih kuat dan bisa melindungi babi dari serangan serigala. Akhirnya babi nomor dua dan tiga percaya pada omongan babi nomor satu. Mereka pun akhirnya membangun rumah dari batu bata. Selain itu mereka bertiga membuat sumur sebagai sumber air. Cerita berakhir. Hehe...
Game level 10 ini sejatinya membiasakan orangtua untuk menantang diri memulai kebiasaan mendongeng. Banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan mendongeng. Kelekatan anak dan orangtua, penyampaian pesan moral, menstimulus imajinasi, mengasah kreativitas, serta banyak hal lainnya. Tapi ternyata kegiatan mendongeng juga bisa menstimulus anak untuk bisa dan tertarik juga untuk mendongeng. Alhamdulillah.
Love,
dienemon
#HariKe10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#GameLevel10
#GrabYourImagination
Di sebuah keluarga babi, sang ayah baru saja mati. Tinggallah ibu babi dan ketiga anaknya. Ibu babi menyuruh anak-anaknya untuk mencoba hidup sendiri dengan membuat rumah masing-masing. Babi nomor tiga berencana membuat rumah dari jerami. Babi nomor dua berencana membuat rumah dari kayu. Babi nomor satu, anak babi yang paling tua memberitahu adik-adiknya bahwa jerami dan kayu itu kurang kuat tapi mereka tidak percaya. Babi nomor satu sendiri akan membuat rumah yang terbuat dari batu bata. Karena itu paling kuat.
Setelah rumahnya selesai, ternyata ada serigala datang. Dan serigala bisa menyerang dan menghancurkan rumah babi yang terbuat dari jerami dan kayu sementara rumah babi yang terbuat dari batu bata masih kuat dan bisa melindungi babi dari serangan serigala. Akhirnya babi nomor dua dan tiga percaya pada omongan babi nomor satu. Mereka pun akhirnya membangun rumah dari batu bata. Selain itu mereka bertiga membuat sumur sebagai sumber air. Cerita berakhir. Hehe...
Game level 10 ini sejatinya membiasakan orangtua untuk menantang diri memulai kebiasaan mendongeng. Banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan mendongeng. Kelekatan anak dan orangtua, penyampaian pesan moral, menstimulus imajinasi, mengasah kreativitas, serta banyak hal lainnya. Tapi ternyata kegiatan mendongeng juga bisa menstimulus anak untuk bisa dan tertarik juga untuk mendongeng. Alhamdulillah.
Love,
dienemon
#HariKe10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#GameLevel10
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (9)
Sesi dongeng kali ini malah diambil alih oleh Kaysan. Saat saya sedang memulai dongeng yang ingin saya sampaikan, Kaysan malah mengusulkan tema lain. Ketika saya katakan saya belum tahu cerita yang ia maksud, ia malah mengatakan ia saja yang akan mendongeng. Hehe...
Ia bercerita tentang ikan mujair. Ada seekor ikan mujair yang secara fisik berbeda dengan ikan mujair lainnya. Bibirnya tebal sehingga ia sering diperlakukan tak pantas oleh teman-temannya yang lain hanya karena fisiknya berbeda dengan ikan mujair pada umumnya. Ikan mujair itu sedih tapi ia berusaha menahan diri supaya tidak menangis.
Keesokan harinya, ikan-ikan sedang bermain. Lalu ternyata ikan mujair yang berbeda itu adalah ikan yang sangat pintar. Ia hafal huruf-huruf sementara teman-temannya belum bisa. Ikan mujair itu dengan senang hati mengajarkan teman-temannya. Ia tetap berbuat baik pada teman-teman yang kemarin mengejeknya. Pesannya adalah kita tidak boleh menghina fisik teman kita hanya kareana berbeda dengan kita. Karena teman kita itu ternyata anak yang baik dan sangat pintar yang mengajarkan hal-hal baru kepada kita.
Hehe, alhamdulillah, hari ini saya libur mendongeng dan malah didongengi oleh Kaysan. Oya, Kaysan memang anak yang sedang bercerita. Jadi ketika ada sesi dongeng yang hampir jadi rutinitas setiap hari, ia sangat senang sekali.
Love,
dienemon
#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Ia bercerita tentang ikan mujair. Ada seekor ikan mujair yang secara fisik berbeda dengan ikan mujair lainnya. Bibirnya tebal sehingga ia sering diperlakukan tak pantas oleh teman-temannya yang lain hanya karena fisiknya berbeda dengan ikan mujair pada umumnya. Ikan mujair itu sedih tapi ia berusaha menahan diri supaya tidak menangis.
Keesokan harinya, ikan-ikan sedang bermain. Lalu ternyata ikan mujair yang berbeda itu adalah ikan yang sangat pintar. Ia hafal huruf-huruf sementara teman-temannya belum bisa. Ikan mujair itu dengan senang hati mengajarkan teman-temannya. Ia tetap berbuat baik pada teman-teman yang kemarin mengejeknya. Pesannya adalah kita tidak boleh menghina fisik teman kita hanya kareana berbeda dengan kita. Karena teman kita itu ternyata anak yang baik dan sangat pintar yang mengajarkan hal-hal baru kepada kita.
Hehe, alhamdulillah, hari ini saya libur mendongeng dan malah didongengi oleh Kaysan. Oya, Kaysan memang anak yang sedang bercerita. Jadi ketika ada sesi dongeng yang hampir jadi rutinitas setiap hari, ia sangat senang sekali.
Love,
dienemon
#HariKe9
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (8)
Permintaan Kaysan malam ini ingin diceritakan kisah tentang semut. Padahal malam ini saya sudah sangat mengantuk. Tapi Kaysan sudah terlanjur memiliki rutinitas baru. Akhirnya mau tak mau saya pun mulai bercerita. Justru ini adalah hal yang harus disyukuri saat kami bisa memiliki waktu berkualitas seperti saat mendongeng. Sekaligus bisa menanamkan nilai-nilai positif bagi Kaysan.
Saya pun bercerita tentang sifat-sifat baik yang dimiliki kawanan semut. Bagaimana mereka tertib dalam mengantri, saling tolong menolong, bisa melakukan kerjasama yang baik sehingga pekerjaan yang berat terasa lebih ringan. Mereka juga saling menyayangi dan berteman baik dengan sesamanya.
Cerita kali ini pendek saja karena saya yang sudah terlalu mengantuk. Hehe...
Semoga meski ceritanya pendek tapi tetap ada nilai-nilai positif yang bisa Kaysan ambil dan terapkan.
Love,
dienemon
#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Saya pun bercerita tentang sifat-sifat baik yang dimiliki kawanan semut. Bagaimana mereka tertib dalam mengantri, saling tolong menolong, bisa melakukan kerjasama yang baik sehingga pekerjaan yang berat terasa lebih ringan. Mereka juga saling menyayangi dan berteman baik dengan sesamanya.
Cerita kali ini pendek saja karena saya yang sudah terlalu mengantuk. Hehe...
Semoga meski ceritanya pendek tapi tetap ada nilai-nilai positif yang bisa Kaysan ambil dan terapkan.
Love,
dienemon
#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (7)
Hari ini Kaysan meminta untuk didongengkan kisah mengenai badak. Katanya tentang badak yang mau menjaga adik. Hmmm... Saya mendengar permintaannya itu sambil tersenyum. Tersenyum lirih. Hehe... Sepertinya Kaysan memang sudah merindukan hadirnya seorang adik. Oke, saya pun membuat cerita tentang badak yang mau menjaga adik.
Suatu hari ibu dan bapak badak harus pergi meninggalkan rumah tapi mereka kebingungan karena tak ada yang bisa dititipi anak mereka yang masih kecil. Saat mereka kebingungan, kakak badak menyanggupi bahwa dirinya sudah bisa menjaga sang adik. Awalnya ibu dan bapak badak ragu, tapi kakak badak tetap meyakinkan orangtuanya kalau kini dia sudah bisa menjaga adiknya. Ibu dan bapak badak akhirnya percaya.
Dan benar saja, ternyata kakak badak bisa menjaga adiknya dengan baik. Mengajaknya mandi, menyiapkan makan, mengajaknya bermain, dan mengajaknya tidur siang. Saat mereka tidur siang itulah orangtua mereka datang. Dan mereka sangat senang dan bangga karena kakak badak ternyata sudah bisa menjaga adiknya dengan baik.
Kaysan selalu antusias dengan setiap dongeng yang saya ceritakan. Dia bahkan selalu mengingat nama tokoh-tokoh dalam dongeng yang saya ceritakan yang bahkan saya sendiri sudah lupa.
Love,
dienemon
#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Suatu hari ibu dan bapak badak harus pergi meninggalkan rumah tapi mereka kebingungan karena tak ada yang bisa dititipi anak mereka yang masih kecil. Saat mereka kebingungan, kakak badak menyanggupi bahwa dirinya sudah bisa menjaga sang adik. Awalnya ibu dan bapak badak ragu, tapi kakak badak tetap meyakinkan orangtuanya kalau kini dia sudah bisa menjaga adiknya. Ibu dan bapak badak akhirnya percaya.
Dan benar saja, ternyata kakak badak bisa menjaga adiknya dengan baik. Mengajaknya mandi, menyiapkan makan, mengajaknya bermain, dan mengajaknya tidur siang. Saat mereka tidur siang itulah orangtua mereka datang. Dan mereka sangat senang dan bangga karena kakak badak ternyata sudah bisa menjaga adiknya dengan baik.
Kaysan selalu antusias dengan setiap dongeng yang saya ceritakan. Dia bahkan selalu mengingat nama tokoh-tokoh dalam dongeng yang saya ceritakan yang bahkan saya sendiri sudah lupa.
Love,
dienemon
#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (6)
Dongeng sebelum tidur kali ini diilhami peristiwa yang cukup membuat hati ini tak enak di sore hari. Saat itu saya dan suami sedang beraktifitas di dapur dan lengah tak mengawasi anak-anak yang bermain di luar, Kaysan dan teman-temannya. Menjelang magrib, suami keluar untuk memanggil Kaysan masuk ke rumah. Saat itu suami melihat Kaysan sedang bersepeda dan anak-anak lain sedang mengerubuti dua buah markisa yang suami tahu itu berasal dari pohon markisa tetangga di sebelah rumah. Saat ditanyakan kepada anak-anak, mereka saling menyalahkan dan akhirnya buah markisanya ditinggal begitu saja. Menurut Kaysan tadi dia sempat ikut memegang-megang saat buah markisanya masih ada di pohonnya tapi tak ikut mencabutnya.
Berawal dari sana, saya akhirnya bercerita tentang sekelompok kelinci yang sedang bermain bersama. Mereka bermain petak umpet. Salah satu kelinci bersembunyi terlalu jauh dan ternyata ia bersembunyi di sebuah kebun wortel milik Pak Tani. Karena tak kunjung ditemukan, ia jadi tertarik melihat pohon-pohon wortel yang begitu segar. Ia pun akhirnya tergoda untuk mencabut salah satu pohon wortel. Saaat hendak memakan wortel tersebut, ia berhasil ditemukan oleh teman-temannya.
Belum sempat ia menggigit wortel yang telah dicabutnya, teman-temannya bertanya dari mana ia mendapat wortel tersebut. Akhirnya ia menjawab bahwa ia mencabutnya dari kebun milik Pak Tani. Teman-temannya kaget dan langsung menasehati teman mereka itu. Kelinci itu pun segera sadar bahwa perbuatannya itu salah. Teman-teman kelinci itu pun menyarankan agar dia menemui Pak Tani dan meminta maaf. Mereka bersedia untuk mengantar. Mereka pun menemui Pak Tani yang kebetulan sedang beristirahat di sekitar kebun. Kelinci yang telah mencabut wortel itu pun menceritakan semua yang terjadi kepada Pak Tani. Ia meminta maaf. Pak Tani yang baik hati memaafkan apa yang diperbuat oleh kelinci itu. Ia meminta sang kelinci untuk tak mengulangi perbuatannya. Dan karena ia dan teman-temannya sudah berani jujur dan mau meminta maaf, Pak Tani malah memberi hadiah kepada kelinci-kelinci itu. Mereka dibolehkan untuk mengambil wortel yang ada di kebun. Masing-masing mendapatkan satu buah wortel.
Setelah kisahnya berakhir, saya mengulang-ngulang pesan yang ingin saya sampaikan. Bahwa mengambil barang milik orang lain adalah mencuri dan itu tidak dibenarkan oleh aturan manapun, terlebih aturan syariat Islam. Dan saya katakan Kaysan harus juga bisa saling mengingatkan dengan teman-temannya.
Love,
dienemon
#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Berawal dari sana, saya akhirnya bercerita tentang sekelompok kelinci yang sedang bermain bersama. Mereka bermain petak umpet. Salah satu kelinci bersembunyi terlalu jauh dan ternyata ia bersembunyi di sebuah kebun wortel milik Pak Tani. Karena tak kunjung ditemukan, ia jadi tertarik melihat pohon-pohon wortel yang begitu segar. Ia pun akhirnya tergoda untuk mencabut salah satu pohon wortel. Saaat hendak memakan wortel tersebut, ia berhasil ditemukan oleh teman-temannya.
Belum sempat ia menggigit wortel yang telah dicabutnya, teman-temannya bertanya dari mana ia mendapat wortel tersebut. Akhirnya ia menjawab bahwa ia mencabutnya dari kebun milik Pak Tani. Teman-temannya kaget dan langsung menasehati teman mereka itu. Kelinci itu pun segera sadar bahwa perbuatannya itu salah. Teman-teman kelinci itu pun menyarankan agar dia menemui Pak Tani dan meminta maaf. Mereka bersedia untuk mengantar. Mereka pun menemui Pak Tani yang kebetulan sedang beristirahat di sekitar kebun. Kelinci yang telah mencabut wortel itu pun menceritakan semua yang terjadi kepada Pak Tani. Ia meminta maaf. Pak Tani yang baik hati memaafkan apa yang diperbuat oleh kelinci itu. Ia meminta sang kelinci untuk tak mengulangi perbuatannya. Dan karena ia dan teman-temannya sudah berani jujur dan mau meminta maaf, Pak Tani malah memberi hadiah kepada kelinci-kelinci itu. Mereka dibolehkan untuk mengambil wortel yang ada di kebun. Masing-masing mendapatkan satu buah wortel.
Setelah kisahnya berakhir, saya mengulang-ngulang pesan yang ingin saya sampaikan. Bahwa mengambil barang milik orang lain adalah mencuri dan itu tidak dibenarkan oleh aturan manapun, terlebih aturan syariat Islam. Dan saya katakan Kaysan harus juga bisa saling mengingatkan dengan teman-temannya.
Love,
dienemon
#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (5)
Kaysan mulai ketagihan dengan dongeng yang saya ceritakan setiap hari. Kali ini karena waktunya yang tidak dijadwalkan, jadi saya biasa mendongeng ketika kami sudah bersiap untuk tidur. Dongeng sebelum tidur jadinya hehe...
Dan biasanya alur cerita dongengnya malah harus ide yang datang dari Kaysan. Jadi saya yang harus siap dengan ide yang datang dari Kaysan. Tapi satu hal yang saya syukuri, Kaysan ternyata sadar bahwa setiap dongeng yang saya ceritakan itu adalah sebuah cerita yang memiliki pesan moral yang baik.
Jadi dia akan menawarkan tema-tema cerita dengan pesan moral yang baik seperti mengusulkan cerita tentang monyet yang mau berbagi, kelinci yang baik hati, dan lain-lain. Alhamdulillah, setidaknya dia mengerti bahwa ada yang ingin saya sampaikan melalui dongeng-dongeng itu.
Akhirnya saya menyetujui usulan tema cerita tentang monyet yang (tidak) mau berbagi. Kisahnya tentang monyet dan kura-kura. Saya ceritakan sang monyet menemukan banyak sekali pohon pisang yang sedang berbuah. Saat sedang menikmati pisangnya, ada kura-kura yang sedang kelaparan melewati daerah itu. Tapi monyet itu tak mau berbagi. Malah menyuruh sang kura-kura untuk pergi. Karena makan terlalu banyak, sang monyet akhirnya merasakan perutnya sakit. Dia juga membutuhkan minum. Dia berteriak minta tolong dan kura-kura lah yang mendengar teriakan itu. Akhirnya kura-kura itulah yang menolong sang monyet. Dia mengambilkan minum dan mengantar sang monyet pulang ke rumahnya. Monyet pun jadi malu. Dia merasa bersalah karena tadi dia sudah serakah. Akibatnya perutnya menjadi sakit dan ternyata malah sang kura-kura baik hati yang menolongnya. Dia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan buruknya itu.
Kaysan senang sekali dengan kisah tadi. Dia aktif memberi komentar ini itu saat saya sedang bercerita. Alhamdulillah. Besok kita buat dongeng yang lain ya Kei...
Love,
dienemon
#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Dan biasanya alur cerita dongengnya malah harus ide yang datang dari Kaysan. Jadi saya yang harus siap dengan ide yang datang dari Kaysan. Tapi satu hal yang saya syukuri, Kaysan ternyata sadar bahwa setiap dongeng yang saya ceritakan itu adalah sebuah cerita yang memiliki pesan moral yang baik.
Jadi dia akan menawarkan tema-tema cerita dengan pesan moral yang baik seperti mengusulkan cerita tentang monyet yang mau berbagi, kelinci yang baik hati, dan lain-lain. Alhamdulillah, setidaknya dia mengerti bahwa ada yang ingin saya sampaikan melalui dongeng-dongeng itu.
Akhirnya saya menyetujui usulan tema cerita tentang monyet yang (tidak) mau berbagi. Kisahnya tentang monyet dan kura-kura. Saya ceritakan sang monyet menemukan banyak sekali pohon pisang yang sedang berbuah. Saat sedang menikmati pisangnya, ada kura-kura yang sedang kelaparan melewati daerah itu. Tapi monyet itu tak mau berbagi. Malah menyuruh sang kura-kura untuk pergi. Karena makan terlalu banyak, sang monyet akhirnya merasakan perutnya sakit. Dia juga membutuhkan minum. Dia berteriak minta tolong dan kura-kura lah yang mendengar teriakan itu. Akhirnya kura-kura itulah yang menolong sang monyet. Dia mengambilkan minum dan mengantar sang monyet pulang ke rumahnya. Monyet pun jadi malu. Dia merasa bersalah karena tadi dia sudah serakah. Akibatnya perutnya menjadi sakit dan ternyata malah sang kura-kura baik hati yang menolongnya. Dia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan buruknya itu.
Kaysan senang sekali dengan kisah tadi. Dia aktif memberi komentar ini itu saat saya sedang bercerita. Alhamdulillah. Besok kita buat dongeng yang lain ya Kei...
Love,
dienemon
#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (4)
Hari ini Kaysan membaca buku yang menceritakan tentang kapal pesiar. Sejak pertama kali mengetahui soal kapal pesiar, dia memang sangat tertarik. Dia selalu membicarakan apa-apa saja yang ada di dalam sebuah kapal pesiar. Dan tentunya mengungkapkan juga keinginan untuk bisa menaiki kapal pesiar suatu hari nanti.
Akhirnya saya mengambil kesempatan itu untuk memotivasinya agar suatu hari ia bisa berkeliling dunia. Saya memakai media boneka Sali dan Saliha. Saya kisahkan Saliha itu anak yang tekun. Dia mau mempelajari banyak hal, berani mencoba banyak hal baru. Suatu hari dia membaca buku bersama Sali dan buku itu menceritakan tentang kehidupan di luar negeri. Lalu disanalah Saliha mengatakan kepada Sali bahwa jika ia juga ingin bepergian ke luar negeri seperti yang diinginkan Saliha, mereka harus menjadi anak yang tekun, patuh pada orangtua, tak lelah berusaha. Serta tak lupa juga untuk berusaha menjadi anak yang saleh dan salehah yang senantiasa berdoa kepada Allah.
Sali pun akhirnya ikut termotivasi dan berjanji untuk selalu berusaha dan berdoa agar suatu hari nanti mimpi mereka bisa terwujud.
Semoga Kaysan juga dapat mewujudkan mimpi-mimpinya. Aamiin.
Love,
dienemon
#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Akhirnya saya mengambil kesempatan itu untuk memotivasinya agar suatu hari ia bisa berkeliling dunia. Saya memakai media boneka Sali dan Saliha. Saya kisahkan Saliha itu anak yang tekun. Dia mau mempelajari banyak hal, berani mencoba banyak hal baru. Suatu hari dia membaca buku bersama Sali dan buku itu menceritakan tentang kehidupan di luar negeri. Lalu disanalah Saliha mengatakan kepada Sali bahwa jika ia juga ingin bepergian ke luar negeri seperti yang diinginkan Saliha, mereka harus menjadi anak yang tekun, patuh pada orangtua, tak lelah berusaha. Serta tak lupa juga untuk berusaha menjadi anak yang saleh dan salehah yang senantiasa berdoa kepada Allah.
Sali pun akhirnya ikut termotivasi dan berjanji untuk selalu berusaha dan berdoa agar suatu hari nanti mimpi mereka bisa terwujud.
Semoga Kaysan juga dapat mewujudkan mimpi-mimpinya. Aamiin.
Love,
dienemon
#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (3)
Hari ketiga!
Kaysan akan dengar dongeng apa ya hari ini?
Lagi-lagi saya memilih untuk mengambil ide dari apa yang terjadi di sekitar Kaysan. Sepulang bermain tadi, Kaysan cerita ternyata dia bermain ke blok F ring dalam. Rumah kami ada di ring luar. Saya agak kaget karena dia berani bermain agak jauh tanpa meminta izin terlebih dahulu. Padahal biasanya ke tempat yang masih terlihat dari depan rumah saja dia selalu izin terlebih dahulu.
Ada jalan pintas yang masih bisa dilewati pejalan kaki jika ingin ke blok F dalam agar tak jauh berkeliling. Tapi kita harus meloncati sebuah selokan yang bagi Kaysan cukup besar. Terlebih lagi sekarang akses itu sudah tertutup pagar yang dibangun oleh pihak developer.
Saya pun bertanya bagaimana Kaysan bisa masuk kesana tanpa harus berkeliling. Ternyata dia dan teman-temannya melewati jalan pintas yang tadi saya ceritakan. Katanya ada celah di pinggir pagar yang cukup untuk dilewati anak-anak. Duh, saya cukup kaget.
Akhirnya kali ini saya bercerita tentang kisah kancil yang bermain terlalu jauh dari rumahnya sehingga ia harus bertemu dengan seekor buaya yang ingin memangsanya. Tapi beruntung karena si kancil ini cerdas ia akhirnya bisa meloloskan diri. Setelah sampai di rumah, ia menceritakan apa yang terjadi pada orangtuanya. Orangtuanya pun menasehati si kancil agar tak mengulang kesalahannya yaitu bermain terlalu jauh dan tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Semoga Kaysan juga terinspirasi dari kisah si kancil ini. Aamiin.
Love,
dienemon
#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Kaysan akan dengar dongeng apa ya hari ini?
Lagi-lagi saya memilih untuk mengambil ide dari apa yang terjadi di sekitar Kaysan. Sepulang bermain tadi, Kaysan cerita ternyata dia bermain ke blok F ring dalam. Rumah kami ada di ring luar. Saya agak kaget karena dia berani bermain agak jauh tanpa meminta izin terlebih dahulu. Padahal biasanya ke tempat yang masih terlihat dari depan rumah saja dia selalu izin terlebih dahulu.
Ada jalan pintas yang masih bisa dilewati pejalan kaki jika ingin ke blok F dalam agar tak jauh berkeliling. Tapi kita harus meloncati sebuah selokan yang bagi Kaysan cukup besar. Terlebih lagi sekarang akses itu sudah tertutup pagar yang dibangun oleh pihak developer.
Saya pun bertanya bagaimana Kaysan bisa masuk kesana tanpa harus berkeliling. Ternyata dia dan teman-temannya melewati jalan pintas yang tadi saya ceritakan. Katanya ada celah di pinggir pagar yang cukup untuk dilewati anak-anak. Duh, saya cukup kaget.
Akhirnya kali ini saya bercerita tentang kisah kancil yang bermain terlalu jauh dari rumahnya sehingga ia harus bertemu dengan seekor buaya yang ingin memangsanya. Tapi beruntung karena si kancil ini cerdas ia akhirnya bisa meloloskan diri. Setelah sampai di rumah, ia menceritakan apa yang terjadi pada orangtuanya. Orangtuanya pun menasehati si kancil agar tak mengulang kesalahannya yaitu bermain terlalu jauh dan tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Semoga Kaysan juga terinspirasi dari kisah si kancil ini. Aamiin.
Love,
dienemon
#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Grab Your Imagination (2)
Hari kedua tantangan lagi-lagi saya mengambil waktu malam hari untuk melakukan tantangan game level 10 ini. Seperti tantangan sebelumya, kali ini kami membuat semacam panggung sandiwara. Haha...Panggung dongengnya ada di kasur Kaysan. Saya menempatkan sebuah guling untuk tempat menampilkan boneka-boneka yang saya pakai sebagai media mendongeng untuk hari ini seperti di hari kemarin.
Kali ini saya memakai koleksi boneka sapi milik saya. Lho? Iya, ini memang boneka milik saya dan bukan milik Kaysan. Boneka yang bahkan sudah saya miliki sejak belasan tahun lalu. Alhamdulillah boneka-boneka itu ternyata masih bisa bermanfaat hingga kini.
Lalu ide apa ya yang akan saya tampilkan dalam sesi dongeng kali ini?
Seperti sebelumnya saya memilih untuk menyampaikan pesan moral atas kejadian yang terjadi di hari itu.
Siang tadi Kaysan melihat teman-teman bermainnya yang usianya sudah lebih besar bermain pilox. Saya yang mencium bau yang menyengat pun langsung melihat ke sumber bau. Ternyata anak-anak itu sedang mencoret-coret tembok benteng. Huhu sedihnya, RTH kami pun jadi tak indah lagi karena ada dua coretan besar di tembok dinding.
Maka saya pun bercerita tentang keluarga sapi yang memiliki tiga anak. Saya kisahkan anak-anak sapi itu sedang bermain di kebun. Lalu anak sapi yang paling kecil mengotori pagar kebun dengan melempar-lempar buah beri. Saya kisahkan kedua kakak sapi mengingatkan dan menasehati adiknya agar tidak berbuat seperti itu lagi. Perbuatan seperti itu adalah perbuatan yang tak terpuji. Apalagi jika yang dikotori adalah milik orang lain atau fasilitas umum.
Kaysan terlibat aktif ketika saya mendongeng. Dia yang memberi nama sapi-sapinya. Terkadang ia juga menambahkan ide cerita. Bahkan di akhir cerita, dia masih ingin melanjutkan lagi dongengnya.
Alhamdulillah, mudah-mudahan Kaysan bisa menangkap pesan moral yang ingin saya sampaikan lewat dongeng.
Love,
dienemon
#HariKe2
#GrabYourImagination
#GameLevel10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
Kali ini saya memakai koleksi boneka sapi milik saya. Lho? Iya, ini memang boneka milik saya dan bukan milik Kaysan. Boneka yang bahkan sudah saya miliki sejak belasan tahun lalu. Alhamdulillah boneka-boneka itu ternyata masih bisa bermanfaat hingga kini.
Lalu ide apa ya yang akan saya tampilkan dalam sesi dongeng kali ini?
Seperti sebelumnya saya memilih untuk menyampaikan pesan moral atas kejadian yang terjadi di hari itu.
Siang tadi Kaysan melihat teman-teman bermainnya yang usianya sudah lebih besar bermain pilox. Saya yang mencium bau yang menyengat pun langsung melihat ke sumber bau. Ternyata anak-anak itu sedang mencoret-coret tembok benteng. Huhu sedihnya, RTH kami pun jadi tak indah lagi karena ada dua coretan besar di tembok dinding.
Maka saya pun bercerita tentang keluarga sapi yang memiliki tiga anak. Saya kisahkan anak-anak sapi itu sedang bermain di kebun. Lalu anak sapi yang paling kecil mengotori pagar kebun dengan melempar-lempar buah beri. Saya kisahkan kedua kakak sapi mengingatkan dan menasehati adiknya agar tidak berbuat seperti itu lagi. Perbuatan seperti itu adalah perbuatan yang tak terpuji. Apalagi jika yang dikotori adalah milik orang lain atau fasilitas umum.
Kaysan terlibat aktif ketika saya mendongeng. Dia yang memberi nama sapi-sapinya. Terkadang ia juga menambahkan ide cerita. Bahkan di akhir cerita, dia masih ingin melanjutkan lagi dongengnya.
Alhamdulillah, mudah-mudahan Kaysan bisa menangkap pesan moral yang ingin saya sampaikan lewat dongeng.
Love,
dienemon
#HariKe2
#GrabYourImagination
#GameLevel10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
Sabtu, 08 September 2018
Grab Your Imagination (1)
Wow! Setelah tantangan game level 9 yang membiasakan diri orangtua untuk mengasah kreativitas anak, tantangan kali ini justru orangtuanya lah yang dituntut untuk bisa berkreasi, berimajinasi melalui kegiatan mendongeng untuk anak. Satu kegiatan menyenangkan yang bisa digunakan untuk menanamkan nilai-nilai positif sekaligus memperkuat ikatan atau bonding antara anak dan orangtuanya.
Hari-hari pertama tantangan, kami belum pulang ke rumah. Seperti biasa ketika kami berada di rumah Cimahi, saya masih kesulitan untuk melakukan tantangan. Maka inilah cerita hari pertama kami melakukan tantangan game level 10 ini.
Saya katakan pada Kaysan bahwa saya ingin mendongeng untuknya. Bagaimana responnya? Wah tentu saja tertarik tapi sekaligus repot merencanakan semuanya sendiri hahaha...
Dia teringat akan kegiatan mendongeng yang ia lakukan ketika melakukan tantangan di game level 9. Maka ia langsung berkata seperti ini:
"Oke mi, kalau gitu aku cabut dulu kertas yang di kamar aku ya. Nanti ummi siapin kertasnya. Ummi gambar dan warnai sendiri ya, kan aku juga dulu gitu. Hmm... Kisahnya tentang apa yaa... Sebentar aku mikir dulu... Hmm... Tentang monyet aja mi. Monyet yang baik karena mau berbagi makanan dengan temannya. Jadi nanti ummi bikin satu monyet sama empat lagi temennya."
Begitu terus rencananya diutarakan. Saya jadi bingung, koq malah dia yang jadi sutradara dan penulis naskahnya 😂
Setelah negosiasi, saya jelaskan kali ini saya yang akan mendongeng. Saya bilang dulu pun saya tak tau cerita apa yang akan Kaysan ceritakan. Setelah saya katakan seperti itu, dia pun mau menerimanya.
Saya memutuskan kali ini memakai beberapa boneka tangan yang kami punya. Saya akan berkisah mengenai berbuat baik pada binatang yang juga merupakan makhluk Allah. Idenya saya dapat setelah siang hari Kaysan meminta dibacakan buku tentang anjing yang jago melacak. Disana disebutkan juga ada wanita yang jadi masuk surga karena mau membantu memberi minum pada seekor anjing.
Kisahnya melibatkan boneka tangan Sali, Saliha, Kumi, dan Teddy. Sebenarnya kisah yang saya siapkan hanya melibatkan Sali, Saliha, dan Kumi. Namun ketika saya mengakhiri cerita (saat si Kumi akhirnya sudah diberi makan dan ceria kembali lalu dia izin pergi bermain) Kaysan meminta saya melanjutkan cerita.
Akhirnya ada cerita tambahan yaitu ketika si Kumi bermain dengan si Teddy. Dan saat itulah Kaysan ingin bergabung menjadi Sali hahaha...
Alhamdulillah, tantangan hari ini akhirnya dikerjakan juga. Semoga kegiatan mendongeng ini bisa menambah kelekatan antara saya dan Kaysan. Bisa menambah nilai-nilai positif pada diri Kaysan. Dan bisa melatih saya menjadi orangtua yang kreatif.
Love,
dienemon
#Tantangan10Hari
#HariKe1
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Hari-hari pertama tantangan, kami belum pulang ke rumah. Seperti biasa ketika kami berada di rumah Cimahi, saya masih kesulitan untuk melakukan tantangan. Maka inilah cerita hari pertama kami melakukan tantangan game level 10 ini.
Saya katakan pada Kaysan bahwa saya ingin mendongeng untuknya. Bagaimana responnya? Wah tentu saja tertarik tapi sekaligus repot merencanakan semuanya sendiri hahaha...
Dia teringat akan kegiatan mendongeng yang ia lakukan ketika melakukan tantangan di game level 9. Maka ia langsung berkata seperti ini:
"Oke mi, kalau gitu aku cabut dulu kertas yang di kamar aku ya. Nanti ummi siapin kertasnya. Ummi gambar dan warnai sendiri ya, kan aku juga dulu gitu. Hmm... Kisahnya tentang apa yaa... Sebentar aku mikir dulu... Hmm... Tentang monyet aja mi. Monyet yang baik karena mau berbagi makanan dengan temannya. Jadi nanti ummi bikin satu monyet sama empat lagi temennya."
Begitu terus rencananya diutarakan. Saya jadi bingung, koq malah dia yang jadi sutradara dan penulis naskahnya 😂
Setelah negosiasi, saya jelaskan kali ini saya yang akan mendongeng. Saya bilang dulu pun saya tak tau cerita apa yang akan Kaysan ceritakan. Setelah saya katakan seperti itu, dia pun mau menerimanya.
Saya memutuskan kali ini memakai beberapa boneka tangan yang kami punya. Saya akan berkisah mengenai berbuat baik pada binatang yang juga merupakan makhluk Allah. Idenya saya dapat setelah siang hari Kaysan meminta dibacakan buku tentang anjing yang jago melacak. Disana disebutkan juga ada wanita yang jadi masuk surga karena mau membantu memberi minum pada seekor anjing.
Kisahnya melibatkan boneka tangan Sali, Saliha, Kumi, dan Teddy. Sebenarnya kisah yang saya siapkan hanya melibatkan Sali, Saliha, dan Kumi. Namun ketika saya mengakhiri cerita (saat si Kumi akhirnya sudah diberi makan dan ceria kembali lalu dia izin pergi bermain) Kaysan meminta saya melanjutkan cerita.
Akhirnya ada cerita tambahan yaitu ketika si Kumi bermain dengan si Teddy. Dan saat itulah Kaysan ingin bergabung menjadi Sali hahaha...
Alhamdulillah, tantangan hari ini akhirnya dikerjakan juga. Semoga kegiatan mendongeng ini bisa menambah kelekatan antara saya dan Kaysan. Bisa menambah nilai-nilai positif pada diri Kaysan. Dan bisa melatih saya menjadi orangtua yang kreatif.
Love,
dienemon
#Tantangan10Hari
#HariKe1
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Langganan:
Postingan (Atom)






