Kamis, 30 November 2017

Tantangan Melatih Kemandirian (1)

Batujajar
Kamis, 30 November 2011

Akhir bulan November ini, materi baru kelas Bunda Sayang sudah diberikan. Kali ini tentang melatih kemandirian. Seperti materi sebelumnya, setelah materi diberikan maka ada tantangan selama (minimal) 10 hari yang harus dilakukan. 

Tantangan kali ini akan saya latihkan kepada Kaysan yang kebetulan di momen pertambahan usianya di bulan Oktober lalu telah bersepakat dengan kami orangtuanya untuk belajar lebih mandiri. Diantaranya sebagai berikut: mandi sendiri, makan sendiri, memakai baju sendiri, membersihkan diri sendiri setelah buang air besar. 

Semangat menjadi mandiri ini cukup kuat di awal namun mengendur seiring waktu. Baik di diri Kaysan sendiri maupun di diri kami sebagai orangtua. Hehe..
Adanya tantangan ini seperti memacu lagi semangat yang luntur itu agar kami bisa sama-sama lebih konsisten melatih kemandirian Kaysan. 

Maka kemarin, saya mencoba lebih memotivasi Kaysan agar mau berlatih mandiri: bisa makan sendiri. 
Alhamdulillah Kaysan sudah terbiasa mengambil sendiri alat makan yang akan digunakan (bahkan sudah bisa dimintai tolong oleh saya dan suami). Ini dikarenakan tempat menyimpan alat makannya memang mudah dijangkau. Yang masih jadi PR bagi kami adalah saat proses makan itu sendiri. Kaysan terkadang masih minta disuapi. Saya biasanya bertahan. Namun suami masih terkadang mengalah. Sepertinya harus kembali ke materi komunikasi produktif dengan suami yah hehe...

Kemarin saya memotivasi Kaysan sebelum dia memulai sarapan. Saya katakan mulai hari ini, kita berlatih lebih baik lagi. Alhamdulillah Kaysan cukup kooperatif. Saya memintanya untuk makan di meja. Ini sebenarnya tidak saya minta sebelumnya. Karena memang di rumah tidak ada meja makan khusus dan kami terbiasa makan bersama beralaskan karpet di lantai hehe...
Saya mencoba memberitahu apa manfaat jika Kaysan mau makan dengan tertib di meja (yang kebetulan memang ukurannya pas untuk anak seusianya). Dia menurut. Makanan yang tersaji di piring masih saya yang menyiapkan. Termasuk memotong lauk yang akan dimakan. Untuk hal ini saya sebenarnya sudah mencoba memotivasi Kaysan untuk mencobanya sendiri tapi nampaknya belum berhasil. Kaysan masih bersikeras agar saya yang menyiapkan lauk dalam kondisi sudah terpotong kecil-kecil. 



Saya pikir Kaysan memang masih berproses dan saya harus mau menerima ketidaksempurnaan sebagaimana yang disebutkan dalam materi. Dia sudah mau menurut untuk makan tertib di meja saja itu sudah merupakan kemajuan yang harus saya apresiasi dan syukuri. Setidaknya dia sudah menunjukkan kemauannya untuk berlatih lebih baik lagi dalam hal makan sendiri.

Alhamdulillah, hasi daril hari pertama tantangan ini cukup membuat saya optimis. Insya Allah saya, suami dan Kaysan bisa semakin bersinergi lagi di hari-hari tantangan yang akan datang. 

Love,
dienemon

#HariPertama
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar