Sabtu, 11 November 2017
Hari ini masih beraktifitas di Cimahi. Ya begitulah, kami masih sangat sering bolak balik ke Cimahi karena satu dan banyak hal. Sabtu pagi ini Kaysan ada jadwal Posyandu disini. Meskipun sudah pindah ke Batujajar, "keanggotaan" Kaysan di Posyandu sini tidak saya cabut. Selain itu, suami yang masuk kerja siang hingga sore dilanjutkan dengan lembur juga tidak akan pulang karena ada acara yang mengharuskan ia bermalam di tempat acara. Jika ada kondisi seperti ini, saya dan Kaysan pasti minta diungsikan ke Cimahi. Apalagi kali ini memang sudah di Cimahi sejak Kamis.
Sehari-hari di rumah Batujajar, Kaysan tidak kami izinkan mengakses YouTube dan kami pun sudah tak menyalakan televisi sejak berbulan-bulan yang lalu. Tapi jika sedang di Cimahi, Kaysan bisa sangat sering menonton tayangan televisi atau YouTube. Hehe.. Ini masih menjadi PR kami. Jika sedang di Cimahi, saya akan lebih banyak berkegiatan di dunia nyata. Mengobrol dan beraktifitas lain bersama ibu dan kakak-kakak yang kebetulan masih tinggal di rumah ibu. Kaysan disini ada teman main, tapi jika sedang tidak bermain, pasti dia akan meminta menonton televisi/YouTube.
Keasyikan saya dan keasyikan Kaysan ini sangat berpengaruh pada kegiatan Kaysan sehari-hari. Kaysan terkadang jadi seperti lupa akan rasa lapar (selain karena disini bisa jajan) dan saya pun seperti lupa ada anak yang belum makan 🙈 Jadilah makannya kurang teratur. Begitu juga dengan kebiasaan sholat Kaysan. Jika di rumah Kaysan lebih mudah untuk diajak sholat, bahkan sering juga tak perlu diajak dan malah ia yang mengajak saat mendengar adzan maka disini Kaysan seringnya harus selalu diingatkan jika sedang asyik menonton. Tak jarang berujung tangisan dan akhirnya tak sholat di masjid.
Sejak Kamis ini, saya mencoba cara lain. Saya langsung beranjak sambil mengajaknya ke masjid (jika abinya sedang bekerja). Biasanya saya hanya menyuruhnya untuk segera sholat agar ia bisa ikut berjamaah. Saya tidak bisa ikut karena belum siap untuk ikut sholat dan disini sholat dimulai segera setelah adzan selesai. Dan ternyata sekarang lebih mudah. Kaysan tanpa diminta menghentikan aktifitasnya dan mengikuti saya ke masjid. Ketika sejak kemarin kebetulan saya sedang tidak wajib sholat, saya tetap beranjak ke masjid saat adzan tiba. Alhamdulillah, cara ini ternyata jauh lebih efektif. Sejauh ini Kaysan tidak menolak. Entah ini masuk ke poin mana dari materi komunikasi produktif. Tapi saya merasa ini salah satu proses yang saya lewati setelah mencoba menerapkan tantangan komunikasi produktif. Meminimalisir adu argumen dengan anak empat tahun itu hehe...
(Kaysan saat sholat Dzuhur berjamaah tadi siang)
Love,
dienemon

Tidak ada komentar:
Posting Komentar