Bulan ramadan ini kami bertiga selalu ikut salat tarawih berjamaah di lingkungan komplek tempat kami tinggal. Karena belum memiliki masjid, jadi kami melaksanakan sholat tarawih di jalan komplek yang cukup lebar. Panitia menyiapkan tenda dan juga alas untuk para jamaah.
Belakangan ini kondisi saya kurang memungkinkan untuk ikut salat berjamaah disana. Jadilah Kaysan pergi berdua saja dengan abinya sementara saya salat isya dan tarawih di rumah saja.
Suatu hari sepulang tarawih dimana hari itu abinya menjadi imam, Kaysan bercerita pada saya bahwa tadi Abi ceramah dan menyebutkan ayat Al-Qur'an yang ia dengar di dalam lagu Ramadan Kurindu. Ayat yang dibaca adalah QS Al-Baqarah: 183, ayat tentang perintah puasa. Ketika saya mengkonfirmasinya kepada suami, ternyata benar bahwa suami menyampaikan kultum dan membacakan ayat tersebut. Menurut suami saya, Kaysan seperti tak menyimak tapi ternyata ia mendengar apa yang abinya sampaikan.
Esok harinya, abinya menjadi imam kembali karena menggantikan jadwal imam yang berhalangan hadir. Lalu saya iseng bertanya kepadanya, kali ini Abi berceramah tentang apa. Lalu dia mengatakan, Abi berceramah tentang doa pengantin. Doa yang ada lagunya di video pernikahan ummi dan abi. Hahaha... Dan ternyata benar. Entahlah suami saya membahas soal apa di kultum koq bawa-bawa doa pengantin, hehehe 😅
Yang menjadi poin disini, ternyata Kaysan punya daya tangkap dan daya ingat yang cukup baik. Meski pada kenyataannya dia seperti tak menyimak, tapi dia ternyata tahu persis apa yang dibahas dalam ceramah. Meski tentu tak mengingat semuanya, tapi minimal ia tahu topik apa yang dibahas di dalam ceramah tersebut dan bisa menceritakannya kembali kepada orang lain. Satu kemampuan yang akan menjadi modal yang penting di kemudian hari menurut saya. Mudah-mudahan kelak Kaysan menjadi anak yang tumbuh menjadi anak yang cepat daya tangkap dan daya ingatnya dan bisa menggunakan kemampuannya di jalan kebaikan.
Love,
dienemon


Tidak ada komentar:
Posting Komentar