Sabtu, 14 Juli 2018

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (10)

Hari ini Kaysan sudah jajan di warung dekat rumah neneknya. Di sore hari, lewatlah penjual roti. Kaysan meminta izin untuk membeli roti tersebut. Seperti biasa ia ingin membeli roti sandwich rasa bluberi dengan harga Rp. 4.500.

Saya mengizinkannya dan memberi uang pas. Seperti biasa dia bertanya apakah uangnya pas atau tidak.

Lalu sepupunya yang satu tahun lebih tua usianya dari Kaysan juga ikut membeli roti tersebut. Ia memaksa orangtuanya untuk membeli dua buah roti.

Kaysan yang sudah duluan membeli satu bungkus roti jadi tergoda dan meminta saya untuk mengizinkannya membeli dua roti seperti kakak sepupunya.

Saya menolak. Saya mencoba memberinya pengertian bahwa itu berlebihan. Apalagi dia sudah menghabiskan beberapa rupiah sebelumnya ketika jajan di warung. Kaysan merengek. Sebenernya saya mengerti itu karena dia "kabita" melihat kakak sepupunya, hal yang wajar yang dialami seorang anak kecil.

Tapi saya ingin Kaysan juga mengerti, bahwa kita tak selalu harus sama dengan orang lain. Mengingatkannya juga dengan sikap tak boleh boros. Bahwa ia sudah membeli ini dan itu yang jika dijumlahkan sudah lumayan banyak uang yang dikeluarkan. Kaysan masih merengek.

Saya coba lagi mengobrol dengannya. Saya katakan besok dia boleh membeli lagi jika memang mau. Tapi tidak membeli sekaligus dua bungkus di hari ini. Kaysan melunak. Akhirnya dia tidak memaksa dan hanya membeli satu bungkus roti saja.

Alhamdulilah. Semoga Kaysan menjadi pribadi yang cerdas finansial di kemudian hari. Bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Bisa menentukan skala prioritas. Bisa mengolah uang dengan bijak dan tak boros. Serta tak lupa hanya meminta dan bersyukur atas keberkahan rezeki kepada Allah SWT.

Love,
dienemon

#HariKe10
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar