Oya, kemarin kami membeli suatu produk pakaian untuk Kaysan yang pada kardus kemasannya terdapat gambar kepala beberapa anak laki-laki. Kardusnya cukup tebal sehingga saya pikir kardus bekas itu tak mudah rusak.
Saya mengajak Kaysan membuat sesuatu dari kardus bekas tersebut. Terus terang saja saya belum terpikir akan dibuat menjadi apa. Tapi saya yakin idenya akan datang kemudian dan langkah pertama yang akan saya lakukan adalah menggunting gambar kepala tersebut sehingga terpisah satu sama lain.
Benar saja, sambil menggunting gambar tersebut, akhirnya saya mendapat ide untuk menjadikannya semacam boneka kertas dengan cara menempelkan gambar kepala tersebut pada salah satu ujung stik es krim. Tapi kami tidak memiliki stik es krim disana. Aha! Kardus bekas bagian belakang masih bisa digunakan. Lalu kami gunting sisa kardus tersebut menyerupai stik.
Selanjutnya Kaysan yang bertugas menempelkan gambar kepala pada stik kardus. Dia tempelkan satu per satu sampai selesai.
Lalu saya tanya bagaimana jika bonekanya dibuat lebih menarik lagi. Kaysan menyampaikan ide untuk membuat baju untuk boneka tersebut. Ide yang bagus tapi sayang kami kekurangan bahan. Saya meminta Kaysan memberi ide lain. Dia lalu berkata:
"Yaudah lah mi, dimainin gini aja, jadi kaya main wayang"
"Oh yaudah oke Kei"
Tiba-tiba ide lain muncul. Saya berpikir boneka-boneka itu bisa juga jadi alat peraga matematika.
Lalu saya juga mendapat ide untuk memberi nama boneka-boneka tersebut dengan nama teman-temannya Kaysan. Kaysan setuju. Dan lagi-lagi ide datang. Saya meminta Kaysan yang menuliskan sendiri nama teman-temannya. Kaysan bersemangat.
Alhamdulilah dari satu jenis prakarya bisa dipakai untuk bermacam tujuan. Dan yang paling penting, hari ini kami bisa mengasah kreativitas kami kembali seperti hari kemarin.
Love,
dienemon
#Tantangan10Hari
#HariKe2
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative
#Level9
Lalu saya tanya bagaimana jika bonekanya dibuat lebih menarik lagi. Kaysan menyampaikan ide untuk membuat baju untuk boneka tersebut. Ide yang bagus tapi sayang kami kekurangan bahan. Saya meminta Kaysan memberi ide lain. Dia lalu berkata:
"Yaudah lah mi, dimainin gini aja, jadi kaya main wayang"
"Oh yaudah oke Kei"
Tiba-tiba ide lain muncul. Saya berpikir boneka-boneka itu bisa juga jadi alat peraga matematika.
Lalu saya juga mendapat ide untuk memberi nama boneka-boneka tersebut dengan nama teman-temannya Kaysan. Kaysan setuju. Dan lagi-lagi ide datang. Saya meminta Kaysan yang menuliskan sendiri nama teman-temannya. Kaysan bersemangat.
Alhamdulilah dari satu jenis prakarya bisa dipakai untuk bermacam tujuan. Dan yang paling penting, hari ini kami bisa mengasah kreativitas kami kembali seperti hari kemarin.
Love,
dienemon
#Tantangan10Hari
#HariKe2
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative
#Level9







Tidak ada komentar:
Posting Komentar