Batujajar
Sabtu, 24 Maret 2018
Menstimulasi anak suka membaca bukanlah pekerjaan yang instan. Ikhtiar saya dan suami untuk menstimulasi munculnya minat baca pada Kaysan dimulai dengan membelikannya buku. Saat Kaysan usia bayi, kami hanya membeli satu dua buku saja. Baru saat Kaysan berusia dua tahun, kami menyediakan beberapa buku sekaligus. Kami membeli paket Halo Balita.
Buku ini alhamdulillah bisa memunculkan minat baca Kaysan. Dia senang dibacakan buku ini oleh saya maupun suami. Karena sering dibaca berulang, Kaysan sampai hafal akan kandungan cerita dari tiap buku. Selain pada isi cerita, dia juga hafal pada detil-detil gambar ilustrasi. Seringkali bahkan ia bertanya lebih jauh mengenai gambar ilustrasinya.
Cukup lama sejak itu, kami belum menambah koleksi buku Kaysan. Beberapa waktu lalu saya membelikannya sebuah buku yang isi ceritanya cukup panjang. Tapi ternyata, Kaysan bisa juga hafal dengan isi buku tersebut. Tentu saja ini akibat seringnya Kaysan minta dibacakan buku tersebut, bukan karena Kaysan sudah bisa membaca.
Saat tantangan game level 5 ini dimulai, waktunya sangat bertepatan dengan datangnya satu paket buku baru, yaitu Ensiklopedi Bocah Muslim yang kami berikan untuk dia. Saat membuka bukunya, saya pikir mungkin buku ini masih terlalu berat untuk dia dari segi konten. Tapi nyatanya, Kaysan sangat antusias. Setiap habis dibacakan satu kisah, ia bisa menceritakan kembali dengan runut dan tepat pada orang lain. Ia juga bisa mengaitkan hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari dengan apa yang sudah ia baca dari buku.
Sampai disini, saya dan suami menyadari bahwa langkah kami berinvestasi membelikan buku untuk Kaysan adalah langkah yang tepat. Alhamdulillah. Kami berharap dengan menyediakan banyak buku di rumah, minat baca Kaysan akan semakin tinggi. Saat bosan bermain, Kaysan biasanya akan mengambil salah satu buku untuk dibaca. Kondisi ini juga didukung oleh tidak dioperasikannya televisi di rumah kami sejak hampir satu tahun yang lalu.
Ide pohon literasi pun semakin menambah semangat baca Kaysan. Saya yang mulai tidak konsisten membuatkan origami bentuk hati sebagai penanda ia sudah membaca buku pun akhirnya ia tegur. Hehe... Ia tetap ingin dibuatkan penanda setelah ia membaca sebuah buku.
Sementara sebagai teladan, saya dan suami ternyata masih belum bisa konsisten membaca buku setiap hari. Kami menyadari masih banyak yang harus kami perbaiki agar bisa menjadi teladan Kaysan dalam hal membaca. Meski belum bisa membaca buku bacaan milik kami sendiri, tapi bisa ada waktu untuk membacakan buku untuk Kaysan sudah kami syukuri. Kami juga belum bisa membuat waktu khusus sebagai family reading time. Sementara yang bisa kami jalankan adalah kapan saja ada kesempatan untuk membacakan buku untuk Kaysan, maka itu kami lakukan.
Tantangan game level 5 ini seperti tantangan-tantangan sebelumnya berhasil "memaksa" kami untuk berbuat lebih baik, membiasakan diri dengan yang baik-baik sebagai ikhtiar kami menjadi individu yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkin terlihat tak mudah, tapi kami mau mencoba.
Love,
dienemon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar