Rabu, 10 Januari 2018

Tantangan Melatih Kecerdasan (3)

Batujajar
Rabu, 10 Januari 2018

Proyek 3: Mainanku, Guruku

Beberapa bulan terakhir, Kaysan sudah memiliki teman yang bisa diajak bermain disini. Hampir setiap hari mereka bermain bersama. Seringnya mereka bermain di depan rumah. Bisa bermain sepeda atau permainan unik ala mereka, seperti mengumpulkan ranting-ranting yang katanya namanya pelintas. Apa itu pelintas? Tanya Kaysan saja ya, haha...

Hari ini saya merencanakan untuk menyuruh Kaysan mengajak teman-temannya bermain di rumah. Saya rasa akan banyak momen yang akan memicu Kaysan melatih kecerdasannya saat bermain bersama teman-temannya ini. Biasanya mereka bermain bersama pada sore hari. Tapi hari ini ternyata mereka mulai bermain sejak sekitar pukul 10. Aha, jalankan rencana! 

Saya yang memang kebetulan sedang sibuk di dapur, memanggil anak-anak untuk bermain di dalam rumah saja. Saya memberi usul pada mereka untuk membaca buku milik Kaysan. Kebetulan dua orang temannya ini belum memiliki buku-buku tersebut. Gayung bersambut. Mereka akhirnya mau main di rumah.

Saya membolehkan mereka untuk memilih buku yang akan dibaca. Saya mengizinkan mereka masuk ke kamar belakang dimana buku-buku itu disimpan. Mereka pun mengambil beberapa buku. Tapi sebelum mulai membaca bersama, teman Kaysan ada yang merasa penasaran dengan apa yang ada di balik gorden putih di kamar belakang. Tara! Tersingkap lah tabir rahasia di kamar belakang. Hahaha...

Dibalik gorden itu, bisa dikatakan sebagai gudang penyimpanan. Ada rak besi besar yang saya gunakan untuk menyimpan mainan Kaysan, tas, cadangan selimut, dan barang-barang lain. Tentu saja mereka tertarik dan akhirnya lebih memilih mainan Kaysan yang lain. 

Meski tak seperti yang direncanakan, saya tetap mengambil kesempatan. Saya memanggil Kaysan dan mengingatkannya akan aturan di rumah. Jika tak mau cape membereskan mainan, maka harus mau membereskan mainan yang satu sebelum memainkan mainan yang lain dan memintanya menyampaikan hal itu secara baik-baik pada teman-temannya. 
Kaysan pernah merasakan cape membereskan mainan sendiri setelah bermain bersama temannya, jadi tadi dia menuruti apa yang saya bilang. 

"Kayla, dedek, hayu beresin dulu bukunya kalau mau main yang lain. Ayo kita beresin dulu nanti baru boleh ambil yang lain"

Setelah itu, ada yang mengambil puzzle. Mereka pun membawanya ke ruang tamu. Kayla, berusia 5 tahun bulan ini. Sementara yang Kaysan panggil dedek adalah Kamelia, sebentar lagi berusia 3 tahun. Kaysan memberitahu cara bermain puzzle nya pada Kayla dan Kayla langsung mengerti. Sementara Kamelia yang belum mengerti caranya, malah mengambil kartu bergambar itu satu per satu. Disinilah terjadi yang seharusnya terjadi. Hehehe...



Saya di dapur memperhatikan Kaysan yang mencoba memberitahu Kamelia dengan baik-baik. Kamelia yang belum mengerti tetap memegang kartu-kartu tersebut sehingga Kaysan dan Kayla tidak dapat memasangkan kartu-kartunya. Kaysan mencoba memberitahu Kamelia lagi tapi kali ini sambil berusaha mengambil kartu yang ada di tangan Kamelia. Kaysan mudah sekali menangis pada momen seperti ini. Tadi pun dia sudah berkaca-kaca dan hendak menangis. Saya berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur dulu. Khawatir Kaysan merebut paksa, saya akhirnya mengingatkan Kaysan untuk memintanya baik-baik. Sambil hendak menangis, Kaysan tetap berusaha meminta kartu itu.. Akhirnya malah Kamelia yang seperti ketakutan karena kali ini Kaysan sudah tampak mengeluarkan air mata. Kamelia pun pulang. Kaysan melanjutkan waktu bermainnya berdua dengan Kayla.




Selesai bermain puzzle, saya memberi ide untuk bermain boneka tangan. Maksudnya sih, supaya mereka bermain peran. Kaysan masih ingat nasihat saya dan mengajak Kayla membereskan dulu puzzle sebelum bermain boneka tangan. Setelah itu barulah mereka bermain boneka tangan. Ternyata sekejap saja itu bertahan. Tak ada eksplorasi bahasa disana seperti yang saya harapkan haha...



Mereka masuk kamar lagi dan kali ini memutuskan untuk bermain mobil-mobilan. Tak disengaja, kotak mainan Kaysan jatuh. Saya bilang tidak apa-apa, dibereskan lagi saja. Kaysan pun mengajak Kayla untuk membereskannya. Barulah mereka bermain dengan mobil-mobilan dan menyusunnya di lantai. Mereka bermain beberapa saat lalu saya lihat mainan sudah dibereskan ke kotak mainan.

Alhamdulillah, proyek kali ini bisa dijalankan juga. Meski ada satu dan lain hal yang tak terencanakan. Dengan momen tadi, saya berharap Kaysan bisa belajar lebih mengelola emosinya, mulai mengenal empati, belajar menyampaikan pesan dengan baik, belajar mempertahankan miliknya dengan baik, belajar membangun hubungan pertemanan yang baik, belajar bertanggung jawab, belajar juga menghadapi tantangan saat tadi ada kondisi yang tak diinginkannya.

Love,
dienemon

#tantangan_hari_ketiga
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar