Selasa, 09 Januari 2018

Tantangan Melatih Kecerdasan (2)

Batujajar
Selasa, 9 Januari 2018

Proyek 2: Gigiku Guruku

Beberapa waktu lalu Kaysan mulai mengeluhkan benjolan kecil yang ada di gusi sekitar gigi depannya. Sebelumnya dia bilang itu tidak terasa sakit. Benjolan yang ternyata dinamakan abses itu memang terlihat membesar. Saya pun bertanya apakah dia mau memeriksakannya ke dokter gigi. Kaysan menjawab dengan yakin bahwa ia mau ke dokter gigi. 

Saya lalu menjadwalkan Selasa sore ini untuk membawa Kaysan ke klinik. Memeriksakan absesnya sekaligus menangani gigi berlubangnya yang belum sempat ditambal di kunjungan ke dokter sebelumnya. Alhamdulillah sore tadi cuaca cerah sehingga kami bisa pergi ke klinik sesuai rencana.



Kaysan sudah berhasil mengatasi ketakutannya untuk pergi ke dokter gigi sekitar dua bulan yang lalu. Sayangnya, ternyata dia memiliki ambang mual yang tinggi. Sehingga ini menyulitkan dokter untuk melakukan tindakan. Maka saat itu diputuskan untuk menunda tindakan. 

Kunjungan ke dokter gigi kali ini saya masukkan ke dalam daftar proyek saya bersama Kaysan karena permasalah gigi Kaysan memberi peluang bagi saya untuk melatih beberapa macam kecerdasan sekaligus.

Pertama, mengingatkannya bahwa seluruh anggota tubuh ini adalah pemberian Allah yang harus disyukuri. Cara bersyukurnya adalah dengan merawatnya. Sehingga Kaysan harus semangat gosok gigi dan semangat memeriksakan gigi ke dokter. Juga mengingatkannya untuk mengucap bismillah saat nanti akan diperiksa gigi.

Kedua, menceritakan kenapa sampai ada abses pada giginya. Bahwa itu karena ada kuman masuk melalui gigi depannya yang sudah terlanjur bolong sehingga abses itu harus dibersihkan oleh dokter. Ini melatih logika berpikirnya.

Ketiga, memotivasinya untuk lebih yakin kalau dia bisa memeriksakan giginya. Di kunjungan ke dokter sebelumnya, dokter tidak bisa mengambil tindakan karena ternyata ambang mual Kaysan tinggi. Juga memberitahunya untuk nanti bisa berkomunikasi dengan baik dengan dokter yang memeriksa agar proses perawatan berjalan lancar.





Alhamdulillah, ternyata proses pemeriksaan berjalan lancar. Dokter kemarin mengeluarkan nanah yang ada pada abses dan Kaysan malah tertawa-tawa, geli katanya. Begitupun saat selesai tindakan dan dokter mengharuskan mengganjal dulu area gusi bekas abses dengan kapas. Kaysan malah tertawa-tawa dan mengatakan bahwa dirinya lucu memakai kapas seperti itu.



Malam harinya, Kaysan meminta dibacakan buku yang isinya kisah tentang seorang anak yang berani pergi ke dokter gigi. Dia juga membandingkan apa yang anak itu alami dengan apa yang ia alami. Kaysan bilang mereka sama-sama mendapat obat yang harus diminum. Oya, Kaysan juga semangat sekali lho minum obatnya! Malah obat pereda nyeri yang diberikan sebagai antisipasi saja pun ingin diminumnya. Tapi kami mencoba memberi pengertian kalau obat yang satu ini hanya diminum kalau bekas absesnya terasa sakit saja.



Alhamdulillah, itulah pengalaman seru Kaysan hari ini. Besok ada apa lagi ya?

Love,
dienemon

#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3

#kami_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar