Dalam konsep Ibu Profesional, cerdas finansial berarti kita belajar mengelola uang yang dipahami sebagai bagian dari rejeki yang Allah berikan dan karenanya harus dipertanggungjawabkan. Pengenalan kemampuan pada anak usia dini (di bawah 7 tahun) adalah dengan proses pengenalan menabung, lalu menabung itu sendiri kemudian membelanjakan tabungan. Dengan senantiasa memperkuat konsep dalam diri anak bahwa rejeki itu berasal dari Allah SWT.
Sebelum materi ini saya dapat di kelas BunSay, kebetulan saya sudah mulai mengenalkan konsep menabung pada Kaysan seraya mengingatkan bahwa rejeki itu berasal dari Allah SWT. Kisah menabung yang terbaru adalah ketika ia menginginkan membeli mainan robot yang sedang ramai dibicarakan anak-anak.
Saya menyarankan padanya untuk menabung jika ia ingin membeli mainan tersebut. Kaysan pun semangat menabung. Tapi lalu saat lebaran kemarin, ia mendapat uang angpau yang jumlahnya cukup untuk membeli mainan tersebut. Kaysan pun bertanya pada saya, apakah uang yang dia dapat cukup untuk membeli mainan yg ia inginkan. Saya tidak berbohong dan menjawab bahwa uang itu cukup. Kami pun pergi ke toko mainan dan Kaysan pun membeli mainan yang ia inginkan. Karena proses menabung yang sebetulnya belum selesai, maka saya lebih menekankan padanya bahwa Allah Maha Baik. Allah memberinya rejeki tak terduga sehingga ia bisa memiliki sejumlah uang untuk membeli mainan tersebut meski tabungannya belum cukup.
Sejak peristiwa itu, lebih mudah untuk saya memberi contoh nyata kebaikan Allah atas dirinya. Karena sepengetahuan saya, bagi anak kecil segala sesuatu harus nyata dan terasa.
Di hari pertama dimulainya tantangan ini, kebetulan Kaysan ingin membeli es krim. Saya yang masih mabok karena hamil muda belum bisa mengantarnya ke warung. Saya tanyakan padanya apakah ia berani untuk membelinya sendiri tanpa ada yang mengantar. Ternyata Kaysan menjawab berani. Dia hanya meminta saya untuk melihatnya dari kejauhan.
Saya lalu memberinya uang lima ribu rupiah dan memberitahu Kaysan bahwa harga es krim nya adalah tiga ribu rupiah. Dia akan mendapat uang kembalian sebanyak dua ribu rupiah. Kaysan pun pergi sendiri ke warung dan berhasil membawa pulang es krim yang dia inginkan beserta uang kembaliannya.
Masih di hari yang sama, Kaysan ingin membeli susu rasa-rasa (istilah yang kami pakai untuk susu UHT selain rasa plain). Saya mengingatkan aturan yang kami sepakati selama ini. Kaysan hanya boleh membeli minuman rasa-rasa (termasuk es krim) hanya sekali dalam sehari. Jika ia tadi sudah membeli es krim, maka kali ini dia tidak saya izinkan membeli susu rasa-rasa. Alhamdulilah ia mau mengerti karena ini aturan yang sudah kami sepakati sejak lama. Selain belajar menghemat uang, saya juga ingin membatasi asupan gula yang masuk dalam tubuhnya. Saya berharap Kaysan bisa mengendalikan dirinya untuk tidak selalu mendapatkan segala yang ia inginkan. Ya, tidak semua yang ia inginkan harus dikabulkan.
Semoga pembelajaran hari ini membuat Kaysan kelak mengerti bahwa rezeki yang Allah beri harus dikelola dengan baik dan bahwa ia harus bisa membedakan keinginan dan kebutuhan.
Love,
dienemon
#Tantangan10Hari
#HariKe1
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar