Sabtu, 30 Juni 2018

Tantangan Mendidik Anak Cerdas Finansial (2)

Hari ini hari Jum'at. Saya mengingatkan Kaysan agar nanti ia pergi sholat Jum'at. Karena abinya sedang kerja, maka saya meminta ia untuk pergi dengan kakak-kakak laki-laki saya yang kebetulan sedang berkumpul di rumah ibu saya. Awalnya dia merespon dengan menjawab hanya mau pergi kalau ada Abi. Saya mencoba membujuknya dan alhamdulillah berhasil.

Kaysan pun saya siapkan untuk pergi sholat Jum'at. Setelah berpakaian rapi dan tak lupa ia meminta untuk dipakaikan parfum, saya pun menitipkannya pada kakak saya. Sebelum pergi, seperti biasa saya membekalinya uang untuk dimasukkan ke dalam kotak infaq. Maaf, saya menceritakan ini semata demi membuat narasi tantangan ya, tidak bermaksud riya' 😂

Ketika menerima uang untuk infaq yang saya masukkan ke dalam saku celananya, ia memasang wajah imutnya seraya berkata "Ummi, boleh ngga uangnya dua? Satu untuk kencleng, satu untuk aku jajan. Boleh ngga mi?" Hehehe...

Karena ia sudah mau menurut untuk pergi sholat Jum'at, saya pun menyetujuinya dan memberi uang lagi yang kali ini saya masukkan ke dalam saku celana yang berbeda dengan uang untuk infaq tadi. Kaysan pun mencoba mengingatnya "Untuk infaq di saku yang kanan, untuk jajan di saku yang kiri". Pergilah ia bersama kakak-kakak saya.

Saat pulang dari masjid, ia bercerita bahwa ia membeli minuman susu. Katanya, sejak pergi dia telah melihat penjual susu ini dan mengatakan ingin membelinya nanti sepulang sholat Jum'at. Kakak saya mengatakan padanya bahwa harga minuman susu itu Rp. 8.000 sementara uang yang saya beri untuk jajan hanya Rp. 5.000, jadi uangnya tidak cukup. Tapi jika memakai uang untuk infaq akan cukup sebab saya memberi uang Rp. 10.000.
Kakak saya mencoba menggodanya dengan mengatakan bagaimana jika uang itu ditukar saja.
Kaysan tidak mau. Dia masih ingat apa yang saya katakan. Tapi sepulang sholat Jum'at dia tetap ingin membeli minuman tersebut 😂


Akhirnya, dia membeli minuman tersebut dengan tambahan uang dari kakak saya. Saya pun mencoba menasehatinya bahwa harusnya ia hanya membeli sesuatu yang harganya memang sesuai dengan uang yang ia miliki sehingga ia tak perlu meminta tambahan dari orang lain. Kaysan pun menjawab "Iya maaf mi, abis tadi aku pengen banget minumannya. Maaf yaa..."

Ya sudah Kei, lain kali Kaysan harus belajar untuk menahan keinginan ya... Membeli apa yang memang mampu dibeli saja. Tidak memaksa untuk membeli sesuatu di luar kemampuan.

Love,
dienemon

#Tantangan10Hari
#HariKe2
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar