Sabtu, 3 Februari 2018
Hari ini seharian saya cukup sibuk. Kami sekeluarga memang akan melakukan perjalanan yang cukup jauh yaitu ke Jawa Timur. Kami akan pergi hari Minggu malam, tapi target packing harus selesai di hari Sabtu malam. Karena di hari Minggu, suami tidak bisa membantu menyiapkan segala sesuatunya. Ia akan berada di luar rumah sejak pagi hingga jelang magrib. Hari ini saya juga harus mengantar Kaysan menghadiri undangan ulang tahun temannya. Lagi-lagi, saya tidak sempat menyusun rencana kegiatan dengan Kaysan.
Allah Maha Baik. Saat saya menyetrika setumpukan baju yang akan dibawa pergi, Kaysan menghampiri saya. Meja setrika letaknya ada di kamar belakang. Kamar yang kami sebut kamar Kaysan. Memang kamar itu diperuntukkan sebagai kamar Kaysan nantinya, sekarang Kaysan masih tidur bersama saya dan suami. Karena diperuntukkan sebagai kamar anak, saya pun mendekor kamar ini dengan tempelan stiker dinding.
Sambil saya menyetrika baju, Kaysan tiba-tiba menanyakan versi bahasa Inggris dari beberapa kata. Kaysan memang sedang tertarik pada bahasa Inggris. Dia menanyakan kata buku, pensil, dan beberapa kata lain. Menanyakan bagaimana jika ingin mengatakan: buku biru, buku kuning, pensil merah, pensil hijau. Saya pun memberitahunya. Saya jelaskan, dalam bahasa Inggris susunan kata terbalik-balik. Karena Kaysan biasanya menerjemahkan berdasarkan urutan di bahasa Indonesia. Jadi dia akan menyebut book blue untuk buku biru dan pencil red untuk pensil merah. Ketika saya memberitahu versi yang benar, Kaysan ternyata bisa mengikuti meski masih berpikir dulu sebelum menyebutkannya. Akhirnya dia bisa mengatakan green book, yellow book. Meski juga masih terkecoh seperti saat saya menanyakan buku putih setelah menanyakan buku biru. Dia bilang buku putih itu white blue. Hehehe....
Dia terus menanyakan beberapa kata dan saya sadar kemudian bahwa ia menanyakan apa yang dia lihat pada stiker dinding yang ada di kamar. Ia menanyakan jerapah, panda, burung, kupu-kupu, daun, ranting, serta ekor monyet. Ketika saya menjawab bahasa Inggris dari ekor monyet, dia ternyata mencoba menghitung ada berapa ekor monyet yang ada dalam gambar. Dan itu sudah betul susunannya. Tidak mengikuti lagi susunan bahasa Indonesia.
Saya memancingnya dengan menunjuk gambar jerapah dan mengatakan "The giraffe eats leaves". Dia langsung merespon, "Pisang teh banana ya mi?" Setelah saya mengiyakan, dia lalu berkata "Monkey eats banana". Yeay!
Lalu dia meneruskan "Nasi teh apa? Ayam mah chicken ya mi?" Setelah saya jawab ia kemudian berkata lagi "Kaysan eats rice, chicken". Karena tadi dia mendapat ayam crispy dari paket ulang tahun haha...
Lalu saya menambahkan "Kaysan eats rice, chicken, and tomato sauce". Dia bertanya "Tomato sauce teh apa mi?" Saya hanya menjawab "Apa coba..." Dia tampak berpikir sejenak lalu berkata "Oh, saos tomat ya mi?"
Alhamdulillah akhirnya di sela kesibukan, ada kegiatan untuk Kaysan belajar hari ini dan itu lagi-lagi inisiatifnya datang dari dia. Benarlah bahwa salah satu fitrah anak adalah belajar.
Dari percakapan saya tadi dengan Kaysan, lagi-lagi saya merasa bahwa percakapan itu menunjukkan Kaysan sebagai tipe pembelajar audio dan juga terlihat ada kecerdasan bahasa dalam dirinya. Dengan sedikit penjelasan dan contoh ujaran langsung, tanpa bantuan media lain, Kaysan bisa mengikuti pola kalimat yang benar.
Alhamdulillah. Semoga saya selalu diberi kepekaan untuk terus bisa mengenali gaya belajar Kaysan sekaligus mengulang materi sebelumnya tentang melatih kecerdasan anak.
Love,
dienemon
#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar