Jumat, 2 Februari 2018
Hari kedua ini kegiatan kami cukup padat. Belum ada aktifitas yang bisa saya lakukan bersama dengan Kaysan hingga sore hari. Saya pikir mungkin hari ini akan libur membuat laporan pengamatan. Tapi Allah Maha Baik, saat saya membersihkan daun telinganya menggunakan cutton bud dan baby oil, tiba-tiba Kaysan menceritakan sebuah cerita yang berasal dari film serial anak yang ia lihat di YouTube.
Kaysan menceritakan Diva dan teman-temannya yang membuat pasir mainan. Kaysan yang selalu berbicara dengan cepat, menceritakan kisah Diva ini dengan cepat sekali. Saya meminta izin untuk mengambil video saat dia bercerita dan memintanya untuk sedikit memperlambat kecepatan bicaranya.
Kaysan menceritakan cukup runut. Bagaimana Mona, teman Diva, merasakan gatal di badannya karena bermain pasir. Singkat cerita, akhirnya mereka membuat pasir mainan yang aman. Kaysan menyebutkan bahan-bahan pembuat pasir tersebut. Dia juga menceritakan bagaimana cara membuatnya. Lalu, di akhir video, Kaysan kabur. Setelah sebelumnya bertanya pada saya apakah saya memiliki bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pasir tersebut. Dia ingin membuatnya!
Kesempatan yang baik, saya pun mengajaknya menyiapkan bahan-bahan. Kaysan semangat sekali, dia mengambil sendiri semua bahan dan alat kecuali tepung kanji yang memang jarang saya gunakan sehingga dia tidak tahu dimana saya menyimpannya.
Dia pun membuatnya sendiri hingga selesai.
Saya berusaha melakukan pengamatan pada Kaysan sejak awal dia bercerita tentang film Diva (yang terpicu ingatannya disebabkan dia melihat baby oil) hingga dia selesai membuat pasir kinetiknya sendiri. Poin-poin yang saya bisa amati adalah sebagai berikut:
1. Berbicara dengan cepat
2. Cukup baik menceritakan alur cerita film, runut dan memilih diksi yang tepat
3. Bisa meyakinkan lawan bicaranya
4. Mengingat dengan baik adegan di dalam film
5. Cukup fokus dengan kegiatannya
6. Senang bercerita
Beberapa poin ini menurut saya masih mendukung dugaan saya bahwa Kaysan memiliki kecenderungan tipe belajar auditori. Saya bisa saja salah, dan Kaysan bisa saja berubah.
Yang terpenting, saya harus belajar lagi untuk mengenali gaya belajarnya. Semoga dengan pendampingan yang tepat, kecerdasan Kaysan bisa dioptimalkan.
Love,
dienemon
#HariKe2
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar